![]()
JAKARTA, Kejaksaan Agung RI kembali mengungkap babak baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di tubuh PT Pertamina (Persero). Pada Rabu, 10 Juli 2025, sebanyak 9 orang kembali ditetapkan sebagai tersangka, sehingga total menjadi 18 tersangka dalam perkara megakorupsi yang ditaksir merugikan negara hingga Rp 285 triliun.
Kasus ini mencuat dari dugaan penyimpangan dalam pengadaan, distribusi, hingga ekspor-impor minyak mentah dan BBM selama periode 2018–2023. Penyidik menemukan indikasi kuat manipulasi data, penunjukan langsung vendor tanpa tender, mark-up harga, hingga penjualan BBM di bawah harga eceran tertinggi (HET).
Profil Tersangka dan Modus Korupsi
Berikut ini daftar dan peran masing-masing tersangka yang diumumkan Kejaksaan:
1. Alfian Nasution (AN) – Mantan VP Supply & Distribusi. Terlibat dalam manipulasi harga solar, penunjukan sewa Terminal Merak tanpa dasar hukum, serta rekayasa harga kompensasi BBM jenis Pertalite.
2. Hanung Budya Yuktyanta (HB) – Mantan Direktur Pemasaran. Bersama AN, ia berperan dalam penyusunan skema sewa terminal Merak yang tidak efisien dan merugikan negara.
3. Toto Nugroho (TN) – Mantan VP Intermediate Supply. Diduga merekayasa pelelangan dengan memenangkan perusahaan yang tidak memenuhi syarat.
4. Dwi Sudarsono (DS) – VP Product Trading ISC. Terlibat ekspor minyak mentah milik negara ke luar negeri secara ilegal, lalu mengimpor kembali dengan harga tinggi.
5. Arief Sukmara (AS) – Pejabat di Pertamina International Shipping. Diduga menaikkan tarif sewa kapal untuk kepentingan pribadi.
6. Hasto Wibowo (HW) – SVP Integrated Supply Chain. Menjual BBM jenis solar dengan harga lebih rendah dari ketentuan, dan menunjuk perusahaan swasta secara langsung.
7. Martin Haendra Nata (MH) – Perwakilan dari perusahaan asing Trafigura. Diduga bersekongkol dalam pengadaan gasoline demi keuntungan sepihak.
8. IP (inisial) – Ikut andil dalam mark-up pengadaan kapal pengangkut minyak, yang menyebabkan kerugian negara dalam pengadaan minyak mentah jenis Escravos.
9. Muhammad Riza Chalid (MRC) – Pengusaha swasta, pemilik PT Orbit Terminal Merak. Terlibat dalam sewa terminal yang tidak dibutuhkan, serta menjadi tokoh kunci di balik banyak manipulasi kebijakan.
Kerugian dan Tindak Lanjut
Kejaksaan memperkirakan total kerugian negara mencapai Rp 285 triliun, terdiri dari kerugian keuangan negara dan kerugian ekonomi. Salah satu figur utama, Muhammad Riza Chalid, saat ini masih diburu dan diduga berada di luar negeri.
Pihak Pertamina menyatakan dukungannya terhadap penegakan hukum dan berjanji akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola perusahaan.
Penutup
Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar dalam sejarah sektor energi Indonesia. Kejaksaan menegaskan proses penyidikan masih berlangsung dan tidak menutup kemungkinan adanya tersangka tambahan. Masyarakat diharapkan mengikuti proses hukum dengan saksama, sebagai bentuk pengawasan publik terhadap BUMN yang bergerak di sektor strategis nasional.
Penulis: Tim Redaksi
Editor : Rian Derasta
🔗 Sumber Berita
Reuters: “Indonesia names nine more suspects in Pertamina graft probe” – laporan penetapan 9 tersangka, kerugian hingga Rp 285 triliun, investigasi berjalan 2018–2023, Pertamina kooperatif .
Detik.com: Artikel “Daftar 9 Tersangka Baru Kasus Tata Kelola Minyak Mentah…” menyebutkan peran tersangka, rincian kerugian, dan metode penyewaan terminal Merak .
Detik.com: “Kejagung Periksa Riza Chalid … Pekan Depan” menyorot status Riza Chalid, tiga kali mangkir, dan kemungkinan dipanggil sebagai tersangka pekan depan .
Reuters: “Trafigura says employee at Indonesia unit cooperating…” memberikan konfirmasi kolaborasi Trafigura dalam penyidikan .
🎯 Hastags SEO
#KorupsiPertamina
#SkandalMinyakPertamina
#TersangkaPertamina
#KorupsiBUMN
#KejaksaanAgung
#RizaChalid
#MinyakMentah
#BBMSubsidi
#Pertamina2025
#KerugianNegara
#KorupsiEnergi
#HukumDanKeadilan
#BeritaTerkini
#InvestigasiKorupsi
#SaveBUMN
#PertaminaScandal
#IndonesiaCorruption
#OilCorruptionCase
#StateLoss
#EnergySectorFraud
#OilAndGasIndonesia
#BreakingNews
#PublicAccountability
📌 Tags SEO:
korupsi pertamina 2025, 9 tersangka pertamina, kerugian negara Rp 285 triliun, pertamina minyak mentah, dugaan korupsi BUMN, kejaksaan agung, riza chalid, berita terbaru pertamina

