Membuka Tirai Kebenaran

Membuka Tirai Kebenaran

3 min read

Gambar ilustrasi

Oleh: Rian Hepi Pegiat Media Sosial

Opini, Benar adalah persesuaian proposisi antara pikiran (fikr) dan kenyataan. Untuk mengukur benar, selain dengan patokan diatas kita juga bisa meneliti apakah proposisi dari kalimat yang akan kita teliti itu mengandung “Pertentangan” (kontradiksi).

Sedangkan Kebenaran adalah sesuatu yang absolut dan tidak terbantahkan, seperti terbitnya matahari di Timur dan berperaduan di Barat.

Baca Juga: Awal mula Mas Kunto Mengenal Desa Kunti, Begini Ceritanya!

Pun begitu, Kebenaran bisa juga sesuai dengan apa yang diucapkan, yang dikerjakan, dan juga yang dituliskan.

Lebih jauh lagi, Kebenaran Ilmiah
Yakni Kebenaran yang diperoleh secara mendalam berdasarkan proses penelitian dan penalaran logika ilmiah. Kebenaran ilmiah ini dapat ditemukan dan diuji dengan pendekatan pragmatis, koresponden, koheren.

Sementara lawan kata kebenaran ada dua hal, yakni salah dan keliru. Jika keliru bisa diasumsikan tidak pasti, bingung, konfius seperti contoh mencari jalan menuju kota, namun tersesat di jalan desa sehingga sering keliru. Lain halnya kata salah yang ternyata memang tidak benar, yang akhirnya deadlock atau buntu.

Setelah mengulas tentang arti dari kebenaran, keliru dan salah. Saya hanya ingin membuka arti kebenaran sesungguhnya, Judul yang saya pakaipun cukup sederhana, yakni membuka tirai kebenaran.

Baca Juga: Profesor DR.H. Mudhofir Abdullah S.Pd: 2021 IAIN Berubah Jadi UIN

Lalu apa Tirai itu? adalah potongan kain atau tekstil yang digunakan untuk menghalangi cahaya.Tirai sering digantung di bagian dalam jendela, untuk menghalangi masuknya cahaya, sebagai contoh di waktu malam untuk membantu tidur, atau untuk mencegah cahaya keluar dari bangunan (mencegah orang di luar untuk dapat melihat bagian dalam) .

Tirai juga memberikan pemisahan visual pada situasi lain seperti pada suatu pertunjukan panggung  di mana para aktor melakukan persiapan terakhir untuk pertunjukan di balik tirai sewaktu penonton menunggu di depan tirai. Jika digunakan untuk suatu pertunjukan tertentu, biasanya tirai dibuka sewaktu pertunjukan dimulai dan ditutup sewaktu jeda pertunjukan.

Jelas sudah makna yang saya pakai, kebenaran di sini sudah terlalu lama tertutup oleh tirai -tirai kebohongan, yang harus di buka. Jadi suatu kebohongan akhirnya akan terungkap juga, dan kebenaran menjadi milik mereka yang lebih suka tampil apa adanya.

Dalam membuka tirai kebenaran ini, ketika diri kita merasa ada yang tidak beres kita kerap berpikir bahwa seseorang telah membohongi kita. Tapi biasanya kita dalam keragu raguan, lalu kita mencari cari cara tentang cara, mengetahui orang berbohong.

Banyak yang menyarankan untuk membaca bahasa tubuh, dengan begitu kita dapat mendeteksi seseorang sedang berkata jujur atau berbohong, namun tentu saja cara seperti itu membutuhkan keahlian khusus. Sulit dan tidak terlalu pasti.

Terkadang kita dihadapi kesulitan membedakan kebenaran dengan kebohongan karena orang yang menyampaikannya terlihat yakin atau orang tersebut merupakan sosok terdekat yang kemungkinannya membohongi kita dinilai sangat kecil.

Baca Juga: Event Organizer The Brocks: Musik Punk Rock Bergema di GOR Bina Talenta Plupuh “Scream From Japan”

Namun, pada suatu waktu kita akan merasakan kejanggalan yang ada pada informasi yang diberikan orang tersebut. Di kala keraguan mulai memuncak, mulailah menganalisa segala hal tentang orang tersebut beserta informasi yang dipaparkannya.

Tidak ada yang bilang mendeteksi orang yang sedang berbohong itu mudah. Oleh karena itu, diperlukan cara-cara menganalisa tertentu yang bisa membuat kita lebih yakin akan berbohong atau tidaknya orang tersebut kepada kita.

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.