Membuka Tirai Kebenaran

Menyongsong New Normal, Pemkab Rembang Membuka Kelonggaran Pentas Seni

2 min read

festival tong-tong lek kesenian tradisional kabupaten rembang

LINTASINDONEWS.com, REMBANG – Masyarakat Kabupaten Rembang, terutama pelaku seni boleh sedikit senyum. Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Rembang melonggarkan sektor hiburan rakyat untuk bisa beroperasi kembali dan mulai hari ini kamis 16/7/2020 dibuka kembali.

Seperti orang punya hajat, pesta rakyat, pentas musik, setelah sekitar empat bulan tutup akibat pandemi Covid-19.

Namun demikian , Tak hanya asal beroperasi, pengelola harus memenuhi persyaratan sebelum usahanya buka kembali. Satu diantaranya harus mengantongi surat rekomendasi dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Rembang.

Kepala Disbudpar Kabupaten Rembang Dwi Purwanto,  dalam surat tersebut mengatur tentang kebijakan pelonggaran mulai dari aktivitas para pelaku seni, pengguna jasa kesenian, hingga penonton.

Hal itu tertuang dalam surat edaran Bupati nomor 800/1468/2020, tertanggal 15 Juli 2020 tentang kesiapan pelaksanaan kegiatan seni pada masa kedaruratan kesehatan masyarakat .
“Kami sampaikan kepada masyarakat, terhitung hari Kamis (16/07/ 2020) pelaku seni sudah bisa melaksanakan aktivitas seni. Semua sudah diatur dalam SE Bupati, salah satu tujuannya, untuk menggerakkan roda perekonomian, “ kata Dwi.
Dwi menyampaikan berlakunya surat edaran tersebut, akan ditinjau kembali, manakala ada peningkatan penularan Covid-19 di Kabupaten Rembang dan muncul kluster baru penularan Covid-19 dari sektor kepariwisataan, khususnya pelaku seni budaya.
Namun pentas seni harus tetap menjalankan standar protokol kesehatan, seperti jaga jarak, menggunakan masker, dan mencuci tangan dengan sabun pada air mengalir.

“Tidak langsung pentas seni bebas begitu saja. Tapi semua harus menjalankan protokol kesehatan, “ terangnya.
Pagelaran hanya boleh dilakukan di wilayah yang tidak ada kasus Covid -19. Wajib menggunakan surat rekomendasi dari Gugus Tugas Kabupaten, kemudian dilaporkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Rembang,” jelasnya.

Sementara itu Plt Kabid Kebudayaan pada Dinbudpar Kabupaten Rembang, Purwono mengatakan, sebelum pentas, pelaku seni wajib melampirkan surat keterangan sehat dari tim gugus tugas Covid – 19 Kabupaten Rembang.

“Bukan hanya pelaku seninya saja, tapi pengguna jasa itu, yang punya hajat, harus melapor ke Gugus Tugas dan ke kami. Juga ada aturan soal penonton, yakni dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas lokasi, “Jelas Purwono.

Ada pula sanksi yang disiapkan bagi para pelaku pentas yang melanggar kebijakan tersebut. “Sanksinya bisa kita hentikan acaranya, kita cabut legalitas pelaku seninya juga,” terangnya.

“Yang sudah terjadwal, kemarin konsultasi dengan kita, ada acara bersih desa /perayaan sedekah bumi, nanggap hiburan tradisional ketoprak tanggal 20 Juli. Ya saya dorong untuk lapor ke kita dulu, memenuhi syarat,” pungkasnya.(tri/insan)

Editor: seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.