Membuka Tirai Kebenaran

OPINI: Dugaan Pungli ” antara Syahbandar Molawe vs PT.LBS

2 min read

Oleh: Ashari   Lempeta konut

PT. Lautan Bahari Sultra adalah perusahaan yang bergerak di bidang jasa bongkar muat di wilayah perairan morosi kabupaten Konawe pada terminal khusus milik PT. virtue Dragon nikel Indonesia ( VDNI ).

Dengan alasan keamanan dan keselamatan kapal-kapal asing yang berlabuh dan beraktifitas di wilayah perairan morosi di tengah cuaca dan gelombang besar, PT. Agung Prima Nusantara ( APN ) yang bertugas sebagai pihak pengelola kapal mengalihkan kapal tersebut ke wilayah perairan blok matarape kec. langgikima kabupaten Konawe Utara dengan tujuan berlabuh sementara demi menghindari sesuatu hal yang tidak di inginkan. Dalam hal ini Pihak Syahbandar Molawe pun mengetahui dan membenarkan, artinya boleh-boleh saja sepanjang tidak melakukan kegiatan.

Baca Juga: Tanpa Izin Lingkungan : PT. Antam ilegal Mining, DLH Konut Mandul

ya itukan cuman kebijakan bukan aturan dan sah-sah saja berlabuh dengan alasan keamanan. Ashari ( Lempeta konut ). Setelah kami lakukan investigasi, ternyata fakta nya kami temukan ada permainan dan kerjasama yang baik antara Syahbandar Molawe dengan PT. LBS dimana bukti di lapangan ada kegiatan belasan kapal vesel dan puluhan tongkang yang melakukan bongkar muat. Padahal sekalipun mereka tau bahwa itu sangat bertentangan dengan aturan.

Peraturan menteri perhubungan nomor PM 20 tahun 2017 tentang pelabuhan khusus dan Peraturan Menteri Perhubungan nomor PM 154 tahun 2015 tentang berlayar dan izin olah gerak, di mana PT. VDNI memiliki pelabuhan sendiri yang di mana operasi pelabuhan Khusus tersebut memiliki wilayah perairan yang sudah di tetapkan. Maka dari itu kegiatan transitmen dari vesel VDNI di Lameruru yang menuju pelabuhan Morosi dan kapal tongkang dari pelabuhan PT. VDNI Morosi dan kapal tongkang dari pelabuhan PT. VDNI menuju ke vesel Lameruru itu sangat bertentangan dengan hukum dan kami nyatakan ilegal, upaya kongkalikong yang di scenarioi oleh Syahbandar dgn PT. LBS.

Baca Juga: Rumah Sakit Dewi Sartika, Diduga Terindikasi Kuat Cemari Lingkungan Cukup Lama

Patut kami duga ada indikasi suap yang di lakukan oleh PT. LBS ke pihak Syahbandar Molawe. Tidak mungkin kegiatan ilegal terjadi jika tidak ada upeti. Syahbandar Molawe bukan lagi melakukan praktek pembiaran tapi justru malah ikut serta karena jauh sebelum aksi kotor ini terjadi lebih awal Syahbandar sdh membenarkan serta mengetahui persoalan tersebut.

Belum lagi bicara setoran tambat labuh yang wajib di setor ke daerah Pemda konut sebagai PAD. Perda nomor 12 tahun 2015 tentang retribusi usaha kegiatan, kami sangat yakin ini tidak di jalan kan oleh pihak-pihak yang bersangkutan. kami sdh pastikan pendapatan nya nihil. kami akan telusuri dan mengumpulkan data-data pendukung nya. Jika pada waktunya sudah siap kami akan pidanakan. Namun sebelum itu, akhir pekan terlebih dahulu kami akan laporkan Syahbandar dan PT. LBS ke Polda Sultra terkait kegiatan yang jelas-jelas ilegal karena bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

Lempeta konut

Ashari.

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.