![]()
SUARA KAMPUS
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa terus berupaya meningkatkan kualitas akademik dan pengembangan penelitian dosen melalui penyelenggaraan Workshop Penyusunan Roadmap Penelitian dan Research Group PGSD. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 20 Mei 2026 di Ruang Ki Mangunsarkoro FKIP UST tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya riset yang terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan di lingkungan perguruan tinggi.

Workshop ini diikuti oleh dosen PGSD FKIP UST dan menghadirkan narasumber nasional, Prof. Dr. Kundharu Saddhono, yang memberikan pemaparan mengenai strategi penyusunan roadmap penelitian serta pengembangan kelompok riset di perguruan tinggi. Kegiatan tersebut juga menjadi forum akademik untuk memperkuat sinergi antarpeneliti dalam mendukung peningkatan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah dosen.
Dalam dunia pendidikan tinggi, penelitian memiliki posisi penting sebagai salah satu pilar utama Tridharma Perguruan Tinggi. Penelitian tidak hanya berkontribusi terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kualitas pembelajaran, tetapi juga menjadi sarana perguruan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan sosial dan kebutuhan masyarakat. Karena itu, pengembangan penelitian memerlukan arah yang jelas dan terstruktur agar setiap kegiatan riset mampu memberikan dampak yang nyata bagi institusi maupun masyarakat luas.
FKIP UST sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan ajaran Tamansiswa memandang bahwa penguatan kapasitas penelitian dosen merupakan bagian penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Dalam dokumen term of reference kegiatan disebutkan bahwa roadmap penelitian berfungsi sebagai instrumen strategis yang memuat arah kebijakan, fokus kajian, serta tahapan pengembangan penelitian dalam jangka waktu tertentu. Roadmap juga menjadi dasar dalam membangun kolaborasi antarpeneliti melalui pembentukan kelompok riset berbasis kepakaran dosen.
Ketua Program Studi PGSD FKIP UST, Dr. Anang Sudigdo, menyampaikan bahwa workshop ini menjadi momentum penting untuk menyelaraskan arah penelitian program studi dengan roadmap penelitian fakultas maupun universitas. Menurutnya, keberadaan research group sangat diperlukan untuk memperkuat kolaborasi dan produktivitas dosen dalam menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas.
“Penelitian yang dilakukan secara terarah akan memberikan dampak yang lebih besar, baik bagi pengembangan institusi maupun masyarakat. Dengan adanya roadmap dan research group, dosen dapat saling berkolaborasi sesuai bidang kepakarannya sehingga penelitian menjadi lebih fokus dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengembangan kelompok riset dapat membuka peluang kerja sama penelitian yang lebih luas, baik dengan institusi pendidikan lain maupun dengan berbagai pihak di luar kampus. Selain itu, keberadaan roadmap penelitian akan membantu dosen dalam menentukan fokus penelitian unggulan yang relevan dengan perkembangan pendidikan dasar saat ini.
Dalam sesi materi, Prof. Dr. Kundharu Saddhono menekankan bahwa perguruan tinggi perlu memiliki identitas penelitian yang kuat agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, penyusunan roadmap penelitian harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan, serta potensi keilmuan yang dimiliki dosen di masing-masing program studi.
Ia menjelaskan bahwa research group bukan hanya sekadar kelompok formal, tetapi harus menjadi ruang kolaborasi akademik yang aktif menghasilkan penelitian, publikasi ilmiah, pengabdian masyarakat, hingga inovasi pendidikan. Dengan adanya kelompok riset yang terorganisasi dengan baik, dosen akan lebih mudah membangun jejaring akademik dan meningkatkan kualitas luaran penelitian.
Kegiatan workshop berlangsung secara aktif dan interaktif. Setelah sesi pemaparan materi, peserta mengikuti diskusi dan tanya jawab terkait strategi pengembangan roadmap penelitian. Para dosen juga melakukan penyusunan draft roadmap research group berdasarkan bidang keilmuan masing-masing. Proses tersebut diharapkan mampu menghasilkan dokumen roadmap penelitian yang dapat menjadi pedoman pengembangan riset PGSD FKIP UST dalam beberapa tahun mendatang.
Ketua panitia kegiatan, Nelly Rhosyida, menjelaskan bahwa workshop ini merupakan bagian dari upaya penguatan budaya akademik di lingkungan PGSD FKIP UST. Menurutnya, peningkatan kualitas penelitian dosen harus dilakukan secara sistematis agar mampu mendukung pencapaian visi dan misi fakultas.
“Kami berharap kegiatan ini tidak berhenti pada penyusunan dokumen roadmap saja, tetapi benar-benar menjadi awal lahirnya kelompok-kelompok riset yang aktif dan produktif. Dengan demikian, kualitas penelitian dan publikasi dosen akan semakin meningkat,” ungkapnya.
Selain membahas pengembangan penelitian, workshop ini juga menjadi ruang refleksi bagi dosen mengenai pentingnya kolaborasi akademik di era pendidikan modern. Tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks menuntut perguruan tinggi untuk menghasilkan inovasi dan solusi berbasis penelitian. Oleh sebab itu, keberadaan research group dinilai penting untuk memperkuat kapasitas dosen dalam menghasilkan penelitian yang relevan dan berdampak.
Melalui workshop ini, PGSD FKIP UST menunjukkan komitmennya untuk terus berkembang sebagai program studi yang unggul dalam bidang pendidikan dasar sekaligus aktif menghasilkan penelitian yang berkualitas. Penyusunan roadmap penelitian dan pembentukan research group diharapkan mampu menjadi fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah, serta kontribusi nyata perguruan tinggi bagi pengembangan pendidikan, ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni budaya di Indonesia.
-
Solidaritas untuk AKJII, Berbagai Elemen Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Rapat Pleno di Klaten -
Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi -
Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti? -
Dandim Klaten Tinjau Koperasi Merah Putih di Mireng, 238 Titik Rampung dan 90 Sudah Beroperasi -
Mengawal Demokrasi dari Sragen: Pleno Pertama AKJII di Markas Sapu Jagad Berjalan Lancar
- Solidaritas untuk AKJII, Berbagai Elemen Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Rapat Pleno di Klaten
- Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi
- Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti?
- Dandim Klaten Tinjau Koperasi Merah Putih di Mireng, 238 Titik Rampung dan 90 Sudah Beroperasi
- Mengawal Demokrasi dari Sragen: Pleno Pertama AKJII di Markas Sapu Jagad Berjalan Lancar
-
Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi
SURAKARTA — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan kembali menggelar Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Pakubuwono XIV. Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut menjadi salah satu warisan budaya adiluhung yang terus dijaga dan dilestarikan oleh Keraton Surakarta hingga saat ini. Kirab Pusaka Dalem…
-
Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti?
JEJAK KASUS BOYOLALI, Di atas kertas, pembangunan kawasan wisata desa tampak menjanjikan. Gazebo berdiri, panggung dibangun, taman ditata, embung dipercantik, hingga rumah limasan disiapkan sebagai penunjang destinasi. Namun pertanyaan yang mulai muncul dari masyarakat sederhana saja: setelah ratusan juta rupiah digelontorkan, apa hasil ekonominya bagi desa? Berdasarkan telaah dokumen penyaluran Dana Desa Wonosegoro periode 2022–2025,…




