![]()
BREAKING NEWS
SRAGEN, Perselisihan terkait utang-piutang dan titipan uang kembali mencuat di Kabupaten Sragen. Seorang warga bernama Suparmo diduga belum mengembalikan dana titipan dan pinjaman dengan total mencapai Rp10 juta kepada pelapor.
Menanggapi hal tersebut, kuasa hukum dari pihak pelapor, Sugiyatnoko yang juga merupakan Paralegal di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Sapu Jagad, menyatakan telah melayangkan surat teguran atau somasi secara resmi. Langkah ini diambil sebagai upaya terakhir agar persoalan dapat diselesaikan secara kekeluargaan sebelum menempuh jalur hukum.
Berdasarkan rincian yang dihimpun, nilai kewajiban yang dituntut untuk dikembalikan terdiri dari tiga komponen. Pertama, uang titipan pembayaran listrik sebesar Rp6 juta. Kedua, uang pinjaman untuk biaya advokat sebesar Rp1 juta. Ketiga, uang titipan atas nama Yogo dari Bapak Mulyono sebesar Rp3 juta.
“Total kewajiban yang harus diselesaikan sebesar Rp10 juta. Kami menekankan bahwa seluruh transaksi tersebut memiliki bukti maupun catatan yang jelas,” ujar Sugiyatnoko saat dikonfirmasi media, Jumat (9/5/2026).
Sugiyatnoko menjelaskan, isi somasi tersebut meminta pihak terlapor, Suparmo, untuk menunjukkan itikad baik dengan menyelesaikan kewajibannya dalam tenggat waktu 7 hari sejak surat diterima. Ia menegaskan, apabila tidak ada penyelesaian atau tanggapan positif dalam periode tersebut, pihaknya akan mempertimbangkan langkah hukum lebih lanjut.
“Kami masih mengutamakan musyawarah. Namun jika buntu, kami siap tempuh jalur pidana maupun perdata sesuai ketentuan yang berlaku,” tegasnya.
Kasus ini menarik perhatian masyarakat setempat karena menyangkut prinsip kepercayaan dalam hubungan antarwarga, khususnya terkait titipan uang. Hingga berita ini diturunkan, pihak Lintasindonews.com belum berhasil menghubungi pihak terlapor, Suparmo, untuk dimintai konfirmasi atau klarifikasi atas dugaan tersebut.
Prinsip praduga tak bersalah (presumption of innocence) tetap dijunjung tinggi, mengingat status kasus ini masih dalam tahap pengajuan somasi dan belum masuk ke proses penyelidikan kepolisian.
(Sugi)
- KDMP dan MBG: Mampukah Koperasi Desa Merah Putih Menghalau Tangan-Tangan Serakah di Rantai Pangan?
- Saya Mendukung MBG, Tetapi Supplier yang Serakah dan Tamak Sedang Mendiskreditkan Ekonomi Lokal
- Rembug Stunting dan Sambut KKN, Desa Nglinggi Perkuat Kolaborasi Wujudkan Generasi Emas dan Desa Berdaya
- Mau Dikonfirmasi Usai Acara Perpisahan, Oknum Kepala Sekolah di Sragen Diduga Intimidasi Aktifis dan Awak Media
- Danramil 24/Klaten Utara Ikut Kukuhkan Desa Bersinar, Perang Melawan Narkoba Dimulai dari Akar Rumput
-
KDMP dan MBG: Mampukah Koperasi Desa Merah Putih Menghalau Tangan-Tangan Serakah di Rantai Pangan?

Jaringan Mafia Pangan Musuh Terbesar Rakyat Indonesia Penulis: Rian Derasta, Pemerhati Kebijakan Pemerintah OPINI, Saya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saya juga melihat Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai gagasan yang memiliki potensi besar. Namun pertanyaan yang harus dijawab bukanlah berapa banyak koperasi yang berhasil dibentuk, melainkan apakah koperasi itu mampu melindungi petani dan…
-
Saya Mendukung MBG, Tetapi Supplier yang Serakah dan Tamak Sedang Mendiskreditkan Ekonomi Lokal

Program MBG Milik Rakyat, Namun di Kangkangi Segelintir Orang Penulis: Rian Derasta, Pemerhati Kebijakan Pemerintah dan aktif sebagai Jurnalis dan Media Sosial OPINI, Saya mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Saya percaya gagasan dasarnya baik: anak-anak mendapatkan gizi yang layak, petani dan peternak lokal mendapatkan pasar yang pasti, dan uang negara berputar di daerah. Dalam…
-
Rembug Stunting dan Sambut KKN, Desa Nglinggi Perkuat Kolaborasi Wujudkan Generasi Emas dan Desa Berdaya

KLATEN, Pemerintah Desa Nglinggi, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, menggelar Rembug Stunting dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun 2027 di Aula Kantor Desa Nglinggi, Senin (23/6/2026). Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat sinergi berbagai elemen masyarakat dalam upaya percepatan penurunan stunting sekaligus pembangunan desa yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kegiatan…

