Membuka Tirai Kebenaran

Wartawan Senior MGA, Kecam Pelaku Kekerasan Terhadap Wartawan Lintas Magazine News: Harus di Tindak Sesuai Hukum Yang Berlaku

2 min read

Ilustrasi pihak ketiga

LINTASINDONEWS.com, SOLO – Pasca terjadinya tindak kekerasan yang di lakukan preman terhadap Palgunadi, Wartawan Lintas News Magazine di Desa Wanakaya Kecamaran Gunung jati, Cirebon. kamis (16/1/2020) lalu tuai kecaman.

Salahsatunya Wartawan Senior yang telah tergabung di Media Group AWPI (Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia), Suwarseno yang juga sebagai Pemimpin umum Media Lintasindonews.com mengecam keras aksi kekerasan terhadap wartawan tersebut. Minggu (19/1).

Dimana menurut pernyataan Seno, peran serta Pers dalam menjalankan tugasnya di lindungi UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers, Pasal 18 Ayat 1 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja pers, dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

“Jadi sudah jelas, pelaku harus di tindak tegas, kami harap para pekerja Pers tidak perlu takut, apalagi dalam membela kebenaran, ” ujarnya.

Awal mula kejadian, Palgunadi mendapat kekerasan setelah miskomunikasi dengan salah satu warga saat memantau pengerjaan di proyek pembetonan jalan di Desa Gesik Kecamatan Tengah Tani.

Peristiwa ini terjadi usai dirinya memantau pengerjaan rigit beton jalan gesik. Saat itu ada miskomunikasi pada tersangka. Namun kejadian ini Palgunadi sudah melaporkan ke Polsek Kedawung.

Saat di konfirmasi via telepon WashApp, Palgunadi menyatakan kejadian ini sudah di proses, dan Polsek bekerja secara sigap.

“Pelaku sudah tertangkap, berkat kesigapan para anggota Polsek Kedawung. Untuk sementara ini ada niat dari keluarga pelaku untuk di selesaikan secara kekeluargaan, “ungkap Palgunadi.

Hingga berita ini di unggah Kapolsek Kedawung melalui Kanit reskrim saat di hubungi via telpon WashApp belum bisa koneksi. (tim)

 

Editor: Rian Hepi

 

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.