![]()
REMBANG – Dengan berjalan kaki sambil membawa foto serta selebaran , Ibu – ibu korban arisan dan investasi bodong mendatangi Polres Rembang untuk melaporkan ( F ) warga Desa Sumberjo ,Kecamatan Kota Rembang ,Kabupaten Rembang. Mereka kecewa karena uang arisan dan investasi yang di janjikan ( F ) tak kunjung cair, total kerugian atas kejadian tersebut mencapai sekitar 2 milyard.
Kasat Reskrim Polres Rembang AKP. Hary Dwi Utomo menjelaskan , pihaknya menerina laporan ibu – ibu para korban arisan dan investasi bodong , kurang lebih ada 20 an orang mendatangi Polres Rembang , senin 30 mei 2022.
Modusnya, ( F ) sebagai orang terlapor mengaku sebagai pengurus arisan dan menawarkan arisan .” Misalnya ada slot 1, minggu depan dijanjikan bisa mendapat Rp.10 juta. Tetapi setelah ditunggu jatuh tempo hingga sekarang uang itu tidak kunjung cair ,” jelasnya. Hary menambahkan , sebelumnya juga ( F ) sudah ada yang melaporkan ke Polres Rembang , kasusnya juga sama , dengan kerugian mencapai Rp. 400 juta ,polisi sudah dua kali memanggil ( F ) , tapi yang bersangkutan tidak pernah datang.
” Bulan yang lalu ada laporan yang sama , minggu ini kami tingkatkan ke penyidikan ,” jelasnya Rany , salah satu korban arisan dan investasi bodong memgaku pihaknya dan ibu – ibu yang lain juga sudah setor uang ke ( F ). Totalnya puluhan juta , tapi saat jatuh tempo uang yang di hanjikan tak cair.Ada juga orang jadi korbam investasi bodong oleh ( F ) bahkan kerugianya mencapai 2 milyard.” Menjanjikan keuntungan , tapi tidak pernah cair “, jelas Rany . ( Insan/Tri )

