Apa Arti 1312 dalam Demo DPR? Ini Ulasannya!

Apa Arti 1312 dalam Demo DPR? Ini Ulasannya!

Loading

DEMONCRAZY

Fenomena munculnya angka 1312 dalam aksi demo ojek online di depan DPR baru-baru ini bukanlah sekadar coretan atau angka acak. Sebagai pengamat politik, saya melihat bahwa simbol ini memiliki makna yang cukup dalam, bahkan sarat dengan pesan politik.

Secara historis, 1312 merupakan kode dari akronim ACAB — All Cops Are Bastards. Istilah ini lahir dari tradisi protes di Eropa dan Amerika, lalu berkembang menjadi simbol universal bagi kelompok atau massa yang merasa tertekan oleh aparat negara. Cara bacanya sederhana: A = 1, C = 3, A = 1, B = 2. Maka terbentuklah 1312.

Ketika simbol ini hadir dalam aksi demo di depan DPR, ia sejatinya menunjukkan adanya krisis kepercayaan terhadap aparat. Publik—dalam hal ini para driver ojek online—merasa aparat tidak lagi berdiri sebagai pengayom, tetapi lebih condong menjadi alat kekuasaan. Bagi massa aksi, polisi seharusnya melindungi, namun yang terjadi justru sebaliknya: mereka merasa mendapat perlakuan represif.

Dari sisi politik, fenomena 1312 ini dapat dibaca sebagai bentuk perlawanan simbolik. Di satu sisi, rakyat (dalam hal ini ojol) berhadapan dengan kebijakan yang dianggap merugikan. Di sisi lain, polisi hadir di lapangan bukan untuk menyelesaikan akar masalah, melainkan menertibkan dengan cara-cara koersif. Situasi ini menimbulkan persepsi bahwa polisi hanyalah “perpanjangan tangan” dari kebijakan politik yang tidak memihak rakyat.

Inilah yang kemudian melahirkan solidaritas berbasis simbol: angka 1312 menjadi bahasa perlawanan, menjadi teriakan tanpa kata, yang menegaskan bahwa ada ketidakadilan struktural.

Namun, penting digarisbawahi: tidak semua polisi “buruk” dan tidak semua kebijakan represif. Akan tetapi, simbol ini menunjukkan sentimen publik yang sudah terlanjur memburuk. Bila pemerintah dan DPR tidak segera menanggapi aspirasi rakyat, angka 1312 bisa menjadi bola salju yang memperkuat polarisasi antara rakyat dan aparat.

Dengan kata lain, kehadiran simbol 1312 dalam demo DPR adalah alarm keras bahwa legitimasi aparat sedang dipertaruhkan. Ia bukan sekadar angka, melainkan potret kegagalan komunikasi politik antara negara dengan rakyatnya.

Opini|Redaksi

  • Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa

    Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa

    JEJAK KASUS KARANGANYAR — Polemik penggunaan Dana Desa (DD) di Desa Genengan, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada proyek pembangunan lumbung pangan tahun anggaran 2022 yang dinilai tidak sesuai dengan perencanaan awal. Berdasarkan dokumen laporan penyaluran Dana Desa Genengan yang diperoleh, Pemerintah Desa Genengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp 200.000.000…

  • Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan

    Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan

    OPINI oleh: Sugeng Rianto Pemimpin Redaksi (Pemerhati Kebijakan Publik) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program besar yang menyentuh langsung kepentingan masyarakat. Karena itu, pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) semestinya ditempatkan sebagai bagian dari pelayanan publik yang membutuhkan profesionalisme, akuntabilitas, transparansi dan tanggung jawab. SPPG bukan milik pribadi seseorang. Bukan pula milik kelompok, organisasi,…

  • Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi

    Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi

    JEJAK KASUS KARANGANYAR – Pembangunan saluran irigasi di Desa Wukirsawit, Kecamatan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, terus menjadi perhatian. Selain muncul pertanyaan mengenai material dan metode pekerjaan, kini sorotan juga datang dari aktivis pemerhati kebijakan publik. Dalam dokumentasi lapangan, terlihat pembangunan saluran irigasi menggunakan pasangan batu. Pada sejumlah bagian, pekerjaan tampak dilakukan ketika saluran masih terdapat genangan…