Kemenko Polkam Gelar Seminar Literasi Digital untuk Jawa Barat Tangguh Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian

Kemenko Polkam Gelar Seminar Literasi Digital untuk Jawa Barat Tangguh Menangkal Hoaks dan Ujaran Kebencian

Loading

BERITA KOMINFO

BANDUNG, Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Kemenko Polkam) melalui Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi menggelar Seminar Literasi Digital bertajuk sebagai berikut:

“Jawa Barat Tangguh: Menangkal Ujaran Kebencian, Disinformasi, dan Hoaks dalam Fenomena Echo Chamber & Post-Truth”,

Acara ini diadakan beberapa waktu yang lalu, dipimpin Marsma TNI Arifien Sjahrir selaku Plt. Asisten Deputi Koordinasi Media Komunikasi dan Informasi, dengan tujuan memperkuat literasi digital masyarakat Jawa Barat. Fokus utama seminar ini mencakup pemahaman echo chamber, fenomena post-truth, hingga implikasi UU ITE.

Dalam sambutan Deputi Bidang Koordinasi Komunikasi dan Informasi, Marsda TNI Eko D. Indarto, yang dibacakan Plt. Asdep Arifien Sjahrir, ditegaskan bahwa literasi digital bukan sekadar kemampuan teknis. Namun juga menyangkut kemampuan berpikir kritis, etika bermedia, keamanan digital, serta kesadaran kolektif untuk membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Era post-truth menghadirkan tantangan serius ketika opini dan emosi lebih sering mengalahkan fakta. Echo chamber di dunia digital memperburuk situasi dengan menciptakan lingkaran tertutup yang memperkuat polarisasi, hoaks, dan ujaran kebencian. Ini ancaman nyata bagi kohesi sosial bangsa,” tegasnya.

Para narasumber menyoroti pentingnya strategi literasi digital nasional, komunikasi publik yang efektif, serta penegakan UU ITE secara tepat. Sinergi antara pemerintah, aparat hukum, akademisi, media, dan masyarakat sipil dinilai penting dalam menangkal hoaks dan politik identitas di media sosial.

Seminar ini juga menghadirkan narasumber utama, yakni Bambang Tri Santoso (Ketua Tim Literasi Digital Segmen Pemerintahan Kemenkominfo), Dr. Sugeng Purnomo (Jaksa Ahli Utama JAM Datun Kejaksaan RI), Prof. Dr. Dadang Rahmat Hidayat (Guru Besar Universitas Padjajaran), serta Nisa Felicia Ph.D (Direktur Eksekutif Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan).

Hadir sebagai peserta, perwakilan instansi pemerintah Jawa Barat, TNI-Polri, Kejati dan Kejari, civitas akademika, komunitas literasi, serta sektor swasta. Gubernur Jawa Barat diwakili oleh Kepala Dinas Kominfo Jabar, Adi Komar, S.STP., M.Tr.Ap.

Kegiatan ini menjadi bukti komitmen Kemenko Polkam dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor secara berkelanjutan demi membangun ekosistem literasi digital yang kokoh di Indonesia.


Penulis|Yoel

DPC AWPI SOLO