Pemuda Klaten Tuntut Pemerintahan Berkualitas, Bukan Sekadar Panggung Hiburan

Pemuda Klaten Tuntut Pemerintahan Berkualitas, Bukan Sekadar Panggung Hiburan

Loading

KLATEN – Momentum refleksi Sumpah Pemuda 2025 menjadi ajang penting bagi para aktivis muda di Klaten untuk menyuarakan perubahan nyata dalam tata kelola pemerintahan daerah. Dalam forum bertajuk “Dari Panggung ke Kebijakan: Pemuda Klaten Menuntut Kualitas Governance, Bukan Sekadar Jatah Hiburan EO”, IKA PMII Klaten menghadirkan narasumber dari berbagai elemen kepemudaan lintas organisasi.

Mereka di antaranya:

Diana Sari, perwakilan GMNI Klaten

Khosy Wali Y.R, demisioner FOSKA Klaten

Syukron Muhammad, perwakilan IKA PMB Klaten

Waldiyanto Pradiva, kader HMI Klaten

Khoirul Ikhsan, Kabid HPKP IMM Klaten

Kegiatan yang digelar secara daring itu juga diikuti oleh perwakilan organisasi kemahasiswaan, komunitas kepemudaan profesional, aktivis sosial-politik muda, jurnalis lokal, serta pemangku kebijakan dari unsur Dinas terkait, DPRD, dan Bappeda Klaten.

Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan menjadi pondasi awal terbentuknya jejaring pemuda yang solid dan substansial, bukan sekadar seremoni tanpa arah.

“Diskusi ini menjadi ruang konsolidasi bagi anak muda Klaten untuk menyuarakan isu-isu pendidikan, lapangan kerja, pertanian, lingkungan, dan transparansi tata kelola pemerintahan daerah yang lebih terbuka. Pemuda harus jadi aktornya,” tegas Diana Sari dari GMNI Klaten.

Sementara itu, Waldiyanto Pradiva dari HMI Klaten menegaskan bahwa makna Sumpah Pemuda di era kini tak cukup dimaknai dengan kata persatuan saja.

“Semangat 1928 harus hidup kembali dalam keberanian berpikir merdeka dan bertindak nyata. Pemuda Klaten harus menjadi agen perubahan,” ujarnya.

Pandangan serupa disampaikan Khoirul Ikhsan dari IMM Klaten.

“Setelah refleksi malam ini, gagasan progresif yang lahir harus bisa diaktualisasikan dan ditularkan ke pemuda lainnya. Secara historis, pemuda adalah aktor perubahan, dan peran itu yang ingin kami ikhtiarkan ke depan,” katanya.

Adapun Syukron Muhammad dari IKA PMB Klaten menambahkan, proses pembentukan karakter pemuda harus melalui perjuangan dan kesabaran.

“Generasi muda harus siap menelan pahitnya proses agar Kabupaten Klaten memiliki generasi yang berkompeten di bidangnya masing-masing,” ucapnya.

Dengan semangat reflektif ini, Muhasabah Sumpah Pemuda 2025 diharapkan menjadi tonggak lahirnya generasi muda Klaten yang kritis, partisipatif, dan berintegritas dalam memperjuangkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan berpihak pada masyarakat.

Penulis|Cindy