![]()
KARANGANYAR, Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Asosiasi Tinju Indonesia (ATI) Jawa Tengah langsung tancap gas usai momentum Idulfitri 1447 H dengan menggelar rangkaian kegiatan strategis di Cafe Banaran Colomadu, Karanganyar, Kamis (26/3/2026).
Kegiatan tersebut meliputi Halal Bihalal, Rapat Koordinasi (Rakor) tahunan, hingga pelatihan sertifikasi hakim dan wasit tinju berlisensi resmi dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) ATI.
Agenda Halal Bihalal menjadi pembuka acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus DPW, pengurus cabang (PC) dari berbagai kabupaten/kota, serta para pembina tinju se-Jawa Tengah.
Ketua DPW ATI Jawa Tengah, Asri Purwanti, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam memajukan olahraga tinju di daerah.
“Momentum ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi juga penguatan sinergi untuk membawa tinju Jawa Tengah ke level yang lebih profesional,” ujarnya.
Memasuki sesi Rakor, pembahasan difokuskan pada evaluasi program kerja tahun sebelumnya. Mulai dari penyelenggaraan turnamen, pembinaan atlet muda, hingga kerja sama lintas sektor dengan pemerintah daerah.
Dalam forum tersebut, juga disepakati sejumlah agenda penting sepanjang tahun 2026, termasuk jadwal kompetisi dan program pembinaan berkelanjutan.
Tak hanya itu, DPW ATI Jawa Tengah juga menaruh perhatian serius pada peningkatan kualitas perangkat pertandingan. Hal ini diwujudkan melalui pelatihan sertifikasi hakim dan wasit tinju.
Program ini digelar bekerja sama dengan lembaga sertifikasi nasional, dengan tujuan mencetak SDM yang kompeten dan berstandar nasional. Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh lisensi resmi untuk memimpin pertandingan di berbagai level, baik amatir maupun profesional.
Ke depan, DPW ATI Jawa Tengah telah menyiapkan sejumlah agenda strategis. Di antaranya penyelenggaraan turnamen tinju profesional bertajuk Boxing Shadux Jotos pada 4 April 2026.
Selain itu, akan digelar program “Pemilihan Bibit Atlet Tinju Muda Jawa Tengah” yang menjangkau 35 kabupaten/kota, sebagai upaya regenerasi atlet.
DPW ATI juga berencana mengadakan workshop teknis bagi pelatih tinju pada 2 April 2026, yang bertepatan dengan peringatan HUT Bhayangkara. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas pelatih dalam membina atlet secara modern dan terukur.
Tak berhenti di situ, kerja sama dengan perguruan tinggi juga akan diperluas, khususnya dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi olahraga. Sementara itu, sosialisasi tinju ke sekolah-sekolah akan digencarkan guna menarik minat generasi muda.
“Asa kami sederhana, tinju Jawa Tengah bisa terus berkembang, baik dari sisi kualitas atlet maupun profesionalisme penyelenggaraan,” tutur Asri.
Dengan rangkaian program tersebut, DPW ATI Jawa Tengah optimistis mampu mencetak atlet berprestasi sekaligus menghadirkan ekosistem tinju yang lebih profesional dan berdaya saing.
Koresponden|Rois

