Disorot Publik, Kegiatan Diskominfo Grobogan Libatkan Sejumlah Wartawan ke Bandung Tuai Pro dan Kontra

Disorot Publik, Kegiatan Diskominfo Grobogan Libatkan Sejumlah Wartawan ke Bandung Tuai Pro dan Kontra

Loading

PASANG IKLAN

GROBOGAN – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Grobogan tengah menjadi sorotan publik setelah beredarnya informasi mengenai kegiatan kunjungan ke Bandung yang melibatkan sejumlah wartawan.

Isu tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan memunculkan beragam tanggapan dari masyarakat. Sebagian mempertanyakan urgensi kegiatan tersebut, sementara lainnya menilai perlu ada penjelasan resmi dari pihak terkait agar tidak menimbulkan persepsi negatif.

Hingga Rabu (29/4/2026) pagi, upaya konfirmasi yang dilakukan oleh wartawan kepada Kepala Diskominfo Grobogan, Drs. Mudzakir Walad, MT melalui pesan WhatsApp belum mendapatkan tanggapan.

Sejumlah kalangan masyarakat, termasuk tokoh lokal, juga turut menyuarakan pertanyaan terkait dasar pelaksanaan kegiatan tersebut. Mereka menyoroti apakah kegiatan kunjungan luar daerah bersama wartawan telah sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Diskominfo sebagaimana diatur dalam Peraturan Bupati (Perbub) Grobogan Nomor 73 Tahun 2021.

Selain itu, muncul pula pandangan yang mengaitkan kegiatan tersebut dengan kebijakan efisiensi anggaran, merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang Efisiensi Belanja APBN dan APBD. Namun demikian, penilaian atas hal tersebut masih memerlukan klarifikasi resmi dari pihak Diskominfo.

Beberapa aktivis di Grobogan menilai pentingnya transparansi dalam pengelolaan anggaran daerah, termasuk kegiatan yang melibatkan pihak eksternal seperti insan pers. Mereka berharap ada penjelasan terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.

Di sisi lain, terdapat pula pandangan yang melihat kegiatan semacam ini bisa menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas dan sinergi antara pemerintah daerah dan media. Meski demikian, efektivitas serta manfaat dari kegiatan tersebut tetap menjadi perhatian publik.

Pengamat komunikasi publik menilai, keterbukaan informasi dari instansi pemerintah menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat. Klarifikasi resmi dinilai penting agar informasi yang berkembang tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Hingga berita ini diturunkan, Diskominfo Grobogan belum memberikan pernyataan resmi terkait tujuan, anggaran, maupun hasil dari kegiatan tersebut. Media ini akan terus berupaya melakukan konfirmasi untuk menghadirkan informasi yang berimbang. (AL.1-Grobogan)