![]()
PASANG IKLAN
BOYOLALI – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar korban kecelakaan kereta api di wilayah Bekasi Timur, Senin (27/4/2026). Seorang perempuan asal Kabupaten Boyolali dilaporkan meninggal dunia dalam insiden tabrakan antara KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line.

Korban diketahui bernama Faridah Utami, yang bekerja sebagai pegawai di Kementerian Kesehatan RI dan bertugas di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.Kabar duka ini mengejutkan keluarga dan kerabat dekat. Salah satu kerabat, Yoyok Hartoyo, mengaku memiliki kedekatan dengan almarhumah dan suaminya, bahkan sudah seperti keluarga sendiri.

“Saya dapat kabar Selasa dini hari sekitar pukul 04.00 WIB terkait kecelakaan tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi. Saya langsung menghubungi Pak P. Sam untuk memastikan apakah Bu Ida (panggilan akrab almarhumah) berada di kereta tersebut atau tidak,” ujar Yoyok saat ditemui, Rabu (29/4/2026).
Menurutnya, saat itu komunikasi dengan korban sempat terputus. Telepon seluler korban masih aktif, namun tidak ada respons meski pesan telah terkirim.
“HP-nya centang dua, tapi tidak ada jawaban. Saya mulai khawatir dan mencoba mencari informasi dari daftar korban yang beredar, namun saat itu belum ada nama beliau,” jelasnya.
Kepastian pahit akhirnya diterima pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 WIB. Suami korban mengonfirmasi bahwa Faridah Utami termasuk dalam daftar korban meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Momen terakhir komunikasi dengan almarhumah pun menjadi kenangan mendalam. Pada Senin pagi sebelum kejadian, korban sempat mengirimkan foto sarapan dari sebuah rumah makan di Yogyakarta kepada kerabatnya, sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta.
Jenazah Dimakamkan di Kampung HalamanJenazah almarhumah tiba di kampung halamannya di Boyolali pada Rabu (29/4/2026) sekitar pukul 06.00 WIB. Prosesi pemakaman berlangsung khidmat pada pukul 11.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum Astonoloyo, Kopen Teras, Boyolali.
“Atas nama keluarga besar dan rekan-rekan Majalah Didik, kami menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah diterima di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” tutup Yoyok.
- Data Rakyat Dipertanyakan, Anggaran Negara Terus Bertambah: Saat Hak Dasar Warga Menanti Kepastian
- Karaton Surakarta dan Komisi Yudisial RI Perkuat Sinergi Budaya Hukum dan Etika Peradilan
- Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan
- Jelang Hari Jadi ke-104, PSHT Pusat Madiun Gaspol Siapkan Kejuaraan Remaja Nasional Perebutkan Piala Dudung
- KUHAP Baru Ubah Peta Penegakan Hukum, Pemeriksaan Tersangka Kini Wajib Direkam — Rois Hidayat: Advokat Harus Terus Belajar dan Berani Mengawal Hak Klien
-
Data Rakyat Dipertanyakan, Anggaran Negara Terus Bertambah: Saat Hak Dasar Warga Menanti Kepastian -
Karaton Surakarta dan Komisi Yudisial RI Perkuat Sinergi Budaya Hukum dan Etika Peradilan -
Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan -
Jelang Hari Jadi ke-104, PSHT Pusat Madiun Gaspol Siapkan Kejuaraan Remaja Nasional Perebutkan Piala Dudung -
KUHAP Baru Ubah Peta Penegakan Hukum, Pemeriksaan Tersangka Kini Wajib Direkam — Rois Hidayat: Advokat Harus Terus Belajar dan Berani Mengawal Hak Klien
-
Data Rakyat Dipertanyakan, Anggaran Negara Terus Bertambah: Saat Hak Dasar Warga Menanti Kepastian
OPINI JAKARTA — Tata kelola pemerintahan kembali menjadi sorotan ketika persoalan data kesejahteraan masyarakat belum sepenuhnya terjawab, sementara kebutuhan anggaran untuk pemutakhiran data justru terus meningkat. BACA JUGA: Di tengah berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat, muncul pertanyaan mendasar: sejauh mana negara mampu memastikan hak-hak dasar rakyat benar-benar terlindungi dan terpenuhi?Pembukaan UUD…
-
Karaton Surakarta dan Komisi Yudisial RI Perkuat Sinergi Budaya Hukum dan Etika Peradilan
JAKARTA — Karaton Surakarta Hadiningrat dan Komisi Yudisial Republik Indonesia memperkuat sinergi dalam membangun budaya hukum yang berintegritas melalui penguatan nilai-nilai etika, kearifan lokal, serta partisipasi masyarakat dalam mewujudkan peradilan yang bersih dan bermartabat. BACA JUGA: Penguatan sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Karaton Surakarta Hadiningrat dan Komisi Yudisial RI yang berlangsung…
-
Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan
Oleh Tim Clorot NaDu Delight dan Wachid Pratomo Dalam rangka melestarikan kuliner tradisional dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Kelompok 3 melaksanakan kegiatan Projek Kepemimpinan “Clorot NaDu Delight”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Asrama Mahasiswa Dewantara (ASMADEWA), Yogyakarta, di bawah bimbingan Dr. Wachid Pratomo, M.Pd. Melalui kolaborasi tersebut,…





