Membuka Tirai Kebenaran

Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar, Melawan Takdir Lakukan Aksi Penolakan Pelarangan Aktivitas Malam

2 min read

LINTASINDONEWS.com, GOWA – Aliansi Mahasiswa Universitas Islam Negeri Alaudin Makassar (UINAM) Melawan Takdir’ melakukan aksi sebagai bentuk penolak total terhadap pelarangan aktivitas malam di lingkup UINAM.

Aksi tersebut berlangsung di Rektorat UINAM siang tadi. Senin (18/11).

Puluhan mahasiswa mencoba menduduki gedung rektorat, namun desakan mahasiswa tersebut dicekal kuat oleh pihak keamanan (Security) kampus UINAM, sehingga sempat terjaling gesekan yang cukup keras.

Aksi tersebut berujung dialog, antara mahasiswa dan Wakil Rektor (WR) III, Prof. Dr. Darussalam Syamsuddin, M. Ag, namun nihil alias buntu, atau tidak ada hasil kesepakatan.

WR III, Syamsuddin menegaskan, bahwa aturan Rektor terkait pelarangan aktivitas malam bukanlah hal yang baru.

“Karena sudah memiliki SK dan juga sudah melalui pertimbangan-pertimbangan hingga aturan itu dianggap sudah tidak bisa lagi dicabut,” ucapnya

Ditambahkan, aturan ini hadir sebab adanya temuan-temuan yang dianggap amoral.

“Maka dari itu aturan ini dikeluarkan dan juga memiliki dasar yang kuat, sehingga tidak bisa lagi di ganggu gugat,” beber Syamsuddin, WR III.

Humas Aliansi Mahasiswa UINAM Melawan Takdir, Ersal, hal dilakukan ini agar pimpinan dapat berdialog dengan mahasiswa.

“Jawabannya sangat tidak rasional dengan menjelaskan bahwa banyak orang tua yang melapor sehingga regulasi tersebut dikeluarkan.” Ujarnya

Pelarangan aktivitas malam dinilai oleh mahasiswa, bahwa dapat berdampak pada kegiatan extrakulikuler.

“Terhambat ruang dan waktu di dalam kampus sehingga penting seluruh kalangan mahasiswa menolak secara tegas larangan ini,” tegasnya.

Koordinator Lapangan (Korlap), Muhammad Nurhidayat, menanggapi, aturan yang dikeluarkan oleh Rektor sangat tidak sesuai.

Menurutnya, aturan itu dapat mengekang ranah demokratik mahasiswa dalam memajukan keilmuan.

“Seharusnya pimpinan kampus bisa segera mencabut surat edaran terkait pelarangan aktivitas malam, karna pada dasarnya kebijakan atau aturan itu mengekang ruang gerak mahasiswa dalam mengasah kreativitas dan nalar kritis mahasiswa,” tegasnya.

Dayat sapaan akrabnya, menyampaikan, bahwa adanya aturan ini bertentangan dengan semangat Pendidikan Nasional.

Lanjut dayat, semangat pendidikan nasional pada dasarnya mampu menjadi ruang untuk menumbuh kembangkan khazanah ilmu pengetahuan dan kreativitas dari mahasiswa.

“Oleh karenanya, pihak kampus dalam hal ini pimpinan memfasilitasi ruang yang dapat memantik perkembangan potensi mahasiswa,” tandasnya.

Dayat menganggap, hal ini tidak ada kesepakatan, akibat WR III tidak mampu menjabat pertanyaan mahasiswa.

“Pmpinan seketika diajak berdialog, mahasiswa meminta landasan dan sebab dikeluarkannya aturan tersebut tak mampu dijawab secara ilmiah dan rasional. Pada dasarnya surat edaran itu tak melibatkan mahasiswa dan tak sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan mahasiswa serta berkontradiksi dari sosial kultur mahasiswa itu sendiri,” kunci Dayat

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.