![]()
SURAKARTA – Pemerintah Kota Surakarta melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) akhirnya memberikan tanggapan resmi atas laporan keberadaan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Wartawan Profesional Indonesia (DPC AWPI) Kota Surakarta.
Dalam surat bernomor B/1200/1.4.91/2513 bertanggal 9 Oktober 2025 yang ditandatangani langsung oleh Kepala Bakesbangpol Kota Surakarta, Drs. Agus Santoso, M.M., disebutkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari DPC AWPI terkait keberadaan organisasi tersebut di wilayah Kota Surakarta.
Bakesbangpol menegaskan bahwa surat yang diterbitkan pihaknya bukan merupakan dasar legalitas atau bukti resmi bahwa organisasi tersebut telah terdaftar sebagai Ormas di tingkat kota, melainkan sekadar tanggapan administratif atas laporan keberadaan ormas di daerah.
“Surat korespondensi eksternal ini hanya merupakan tanggapan atas penyampaian laporan keberadaan ormas di daerah dan tidak berfungsi sebagai dasar status terdaftar Organisasi Kemasyarakatan,” demikian isi surat yang ditandatangani Kepala Bakesbangpol Surakarta tersebut.
Diketahui, laporan DPC AWPI Kota Surakarta itu merujuk pada Surat Keputusan Pengesahan Status Badan Hukum Nomor AHU-000068.AH.01.08.TAHUN 2023 tertanggal 3 November 2021.
Kantor sekretariat DPC AWPI Kota Surakarta sendiri beralamat di Jl. Mr. Sartono No. 97 Bibis Luhur RT 01 RW 22, Nusukan, Banjarsari, Kota Surakarta.
Dengan adanya surat tanggapan resmi dari Bakesbangpol ini, diharapkan menjadi acuan bagi seluruh pihak dalam memahami posisi administratif organisasi masyarakat di tingkat daerah, khususnya terkait status hukum dan keabsahannya.
Liputan|Redaksi
-
Pengajian Rutin MUI dan Ormas Keagamaan di Trucuk Perkuat Kerukunan Umat serta Sinergi Forkopimcam dalam Menjaga Kondusivitas Wilayah -
AKJII Perkuat Konsolidasi Nasional, Pleno 2026 Sahkan Struktur Baru dan Peta Jalan Organisasi hingga 2028 -
Ganti Song-Song Agung di Petilasan Keraton Pajang, Ritual Sakral Tanpa Kirab tapi Tetap Khidmat -
Putra dan Esa, Kebanggaan Boyolali: Dari Panggung Seni Musik hingga Dedikasi Sosial Keluarga Didik Sugiarto -
Solidaritas untuk AKJII, Berbagai Elemen Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Rapat Pleno di Klaten
- Pengajian Rutin MUI dan Ormas Keagamaan di Trucuk Perkuat Kerukunan Umat serta Sinergi Forkopimcam dalam Menjaga Kondusivitas Wilayah
- AKJII Perkuat Konsolidasi Nasional, Pleno 2026 Sahkan Struktur Baru dan Peta Jalan Organisasi hingga 2028
- Ganti Song-Song Agung di Petilasan Keraton Pajang, Ritual Sakral Tanpa Kirab tapi Tetap Khidmat
- Putra dan Esa, Kebanggaan Boyolali: Dari Panggung Seni Musik hingga Dedikasi Sosial Keluarga Didik Sugiarto
- Solidaritas untuk AKJII, Berbagai Elemen Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Rapat Pleno di Klaten
-
Pengajian Rutin MUI dan Ormas Keagamaan di Trucuk Perkuat Kerukunan Umat serta Sinergi Forkopimcam dalam Menjaga Kondusivitas Wilayah
KLATEN – Semangat kebersamaan dan persatuan kembali terlihat dalam kegiatan Pengajian Rutin Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) Keagamaan se-Kecamatan Trucuk yang digelar di Aula Pondok Pesantren Ta’limul Qur’an, Dukuh Sudimoro, Desa Puluhan, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten, Senin (13/7/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Trucuk, tokoh…
-
AKJII Perkuat Konsolidasi Nasional, Pleno 2026 Sahkan Struktur Baru dan Peta Jalan Organisasi hingga 2028
SRAGEN – Asosiasi Keluarga Jurnalis Indonesia Independen (AKJII) menggelar Rapat Pleno Nasional pada 13–14 Juni 2026 di Sragen, Jawa Tengah. Agenda tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi dalam memperkuat konsolidasi internal, menyempurnakan tata kelola, serta menetapkan arah strategis organisasi hingga tahun 2028. Kegiatan yang dihadiri jajaran Dewan Pengurus Pusat (DPP) dan perwakilan Dewan Pengurus Cabang…
-
Ganti Song-Song Agung di Petilasan Keraton Pajang, Ritual Sakral Tanpa Kirab tapi Tetap Khidmat
SUKOHARJO – Suasana malam Jumat Kliwon di Dusun Sonojiwan, Desa Makam Haji, Kecamatan Kartosuro, Kabupaten Sukoharjo terasa berbeda. Wingit, sakral, namun sarat makna. Di sebuah tempat yang diyakini sebagai peninggalan Kasultanan Pajang masa silam, puluhan orang berkumpul menggelar wilujengan atau selamatan. Bukan sekadar kenduri, ritual puncaknya adalah pergantian Song-Song Agung Tunggul Rojo—payung keramat simbol kebesaran…





