![]()
Oleh Tim Clorot NaDu Delight dan Wachid Pratomo
Dalam rangka melestarikan kuliner tradisional dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Kelompok 3 melaksanakan kegiatan Projek Kepemimpinan “Clorot NaDu Delight”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Asrama Mahasiswa Dewantara (ASMADEWA), Yogyakarta, di bawah bimbingan Dr. Wachid Pratomo, M.Pd. Melalui kolaborasi tersebut, mahasiswa mengembangkan clorot khas Purworejo dengan topping nangka dan durian agar memiliki daya tarik bagi generasi muda.

BACA JUGA:
- Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan
- Jelang Hari Jadi ke-104, PSHT Pusat Madiun Gaspol Siapkan Kejuaraan Remaja Nasional Perebutkan Piala Dudung
- KUHAP Baru Ubah Peta Penegakan Hukum, Pemeriksaan Tersangka Kini Wajib Direkam — Rois Hidayat: Advokat Harus Terus Belajar dan Berani Mengawal Hak Klien
- Ketika Aspirasi Bertemu Hukum: Demonstrasi Damai Bukan Ruang Membawa Senjata
- Jogging Track Gondangrawe Diharapkan Menjadi Taman Kesehatan dan Ruang Warga Untuk Berolahraga
Clorot merupakan jajanan tradisional berbahan dasar tepung beras, gula merah, dan santan yang dibungkus menggunakan janur berbentuk kerucut. Pengembangan Clorot NaDu Delight dilakukan dengan tetap mempertahankan ciri khas tersebut, sekaligus menambahkan variasi rasa melalui pemanfaatan buah lokal. Selain inovasi topping, tim mengembangkan desain kemasan dan label sebagai identitas produk agar tampil lebih menarik dan informatif.

Persiapan kegiatan dilakukan melalui koordinasi dengan mitra, eksplorasi resep, dan uji coba produk. Tim juga mengikuti kuliah pakar bersama Trias Anggasari, S.Pd., Gr. dan Muhammad Johari, S.Pd. untuk memperoleh masukan dalam pengembangan produk. Hasil uji coba dan masukan pakar menjadi bahan pertimbangan dalam menyempurnakan rasa, tekstur, tampilan, serta kemasan Clorot NaDu Delight sebelum diperkenalkan kepada mahasiswa ASMADEWA.

Pelaksanaan kegiatan bersama mitra mencakup pengenalan clorot dan demonstrasi pembuatannya. Peserta mempelajari tahapan penyiapan janur, pengolahan adonan, pengukusan, pemberian topping, hingga pengemasan produk. Mahasiswa PPG mendampingi proses tersebut dengan memperhatikan kebersihan bahan dan peralatan. Kegiatan ini memberikan pengalaman belajar secara langsung sehingga peserta tidak hanya mengenal dan mencicipi clorot, tetapi juga memahami proses pembuatannya.
Pamong ASMADEWA menyambut baik kegiatan tersebut karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mengenal kuliner dari daerah lain.
“Kami sangat senang dengan adanya kolaborasi ini karena dapat memperkenalkan clorot sebagai makanan khas Purworejo kepada mahasiswa ASMADEWA yang sebagian besar berasal dari luar Pulau Jawa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mengenal dan mencicipi clorot, tetapi juga belajar cara membuatnya,” ungkap pamong ASMADEWA Dr. Bherrio Dwi Saputra, M.Pd.

Kolaborasi ini sekaligus menjadi ruang untuk memperkenalkan keberagaman kuliner Nusantara kepada mahasiswa dengan latar belakang budaya yang berbeda.
Kegiatan tersebut juga mengintegrasikan konsep Tri-N Tamansiswa, yaitu Niteni melalui pengamatan terhadap karakteristik clorot tradisional, Nirokake melalui praktik pembuatannya, dan Nambahi melalui inovasi topping, kemasan, serta label produk. Pembagian tugas dan kerja sama selama kegiatan menjadi sarana bagi anggota tim untuk melatih tanggung jawab, komunikasi, kreativitas, dan kemampuan menyelesaikan masalah.
Berdasarkan evaluasi melalui angket kepada 10 mahasiswa ASMADEWA, respon pengguna sebesar 93,9% dengan kategori “Sangat Puas”. Peserta turut memberikan masukan mengenai penyempurnaan tekstur, penguatan rasa durian, serta penambahan peralatan agar kesempatan praktik lebih merata. Masukan tersebut menjadi dasar bagi tim untuk memperbaiki produk dan pelaksanaan kegiatan selanjutnya.
Melalui projek Clorot NaDu Delight, tim berharap makanan tradisional dapat semakin dikenal dan diapresiasi oleh generasi muda. Pengalaman pembuatan dan pengembangan produk ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan mahasiswa ASMADEWA dalam kegiatan kewirausahaan, bazar, maupun gelar karya. Dengan demikian, kolaborasi ini tidak hanya mendukung pelestarian kuliner khas Purworejo, tetapi juga menumbuhkan keterampilan kepemimpinan, kerja sama, dan kewirausahaan berbasis potensi lokal.
BREAKING NEWS
-
Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan -
Jelang Hari Jadi ke-104, PSHT Pusat Madiun Gaspol Siapkan Kejuaraan Remaja Nasional Perebutkan Piala Dudung -
KUHAP Baru Ubah Peta Penegakan Hukum, Pemeriksaan Tersangka Kini Wajib Direkam — Rois Hidayat: Advokat Harus Terus Belajar dan Berani Mengawal Hak Klien -
Ketika Aspirasi Bertemu Hukum: Demonstrasi Damai Bukan Ruang Membawa Senjata -
Jogging Track Gondangrawe Diharapkan Menjadi Taman Kesehatan dan Ruang Warga Untuk Berolahraga
TRANDING
-
Clorot NaDu Delight: Inovasi Kolaboratif Pengembangan Clorot dengan Topping Nangka dan Durian sebagai Sarana Penguatan Kepemimpinan dan Kewirausahaan
Oleh Tim Clorot NaDu Delight dan Wachid Pratomo Dalam rangka melestarikan kuliner tradisional dan mengembangkan keterampilan kewirausahaan, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Kelompok 3 melaksanakan kegiatan Projek Kepemimpinan “Clorot NaDu Delight”. Kegiatan ini bekerja sama dengan Asrama Mahasiswa Dewantara (ASMADEWA), Yogyakarta, di bawah bimbingan Dr. Wachid Pratomo, M.Pd. Melalui kolaborasi tersebut,…
-
Jelang Hari Jadi ke-104, PSHT Pusat Madiun Gaspol Siapkan Kejuaraan Remaja Nasional Perebutkan Piala Dudung
MADIUN — Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat Madiun terus mematangkan persiapan menyambut Hari Jadi ke-104. Salah satu agenda utama yang kini menjadi perhatian adalah Kejuaraan Remaja Nasional PSHT 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 22–28 September 2026.Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar panitia bersama Pamter Pusat dan Pengurus Pusat PSHT, Senin (31/8/2026) malam.…
-
KUHAP Baru Ubah Peta Penegakan Hukum, Pemeriksaan Tersangka Kini Wajib Direkam — Rois Hidayat: Advokat Harus Terus Belajar dan Berani Mengawal Hak Klien
OPINI SOLO — Era baru hukum acara pidana Indonesia resmi membawa konsekuensi besar bagi aparat penegak hukum maupun advokat. Penerapan UU Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) memperkuat sejumlah mekanisme perlindungan hak tersangka, termasuk kewajiban merekam pemeriksaan menggunakan kamera pengawas. Ketentuan tersebut menjadi salah satu sorotan utama dalam diskusi dan…


