![]()
PASANG IKLAN
SRAGEN — Pengelolaan dana desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Desa Gawan, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, mulai menunjukkan hasil pada sektor ketahanan pangan. Namun, di balik capaian tersebut, isu transparansi dan tata kelola masih menjadi perhatian sejumlah pihak.
Pada tahun 2025, anggaran ketahanan pangan yang dikelola BUMDes tercatat sebesar Rp175.000.000. Dana tersebut berada di bawah pengelolaan kepengurusan baru hasil reorganisasi yang mulai aktif sejak awal tahun.
Program difokuskan pada sektor pertanian dengan skema penyewaan lahan seluas 2,5 hektare. Sementara itu, sisa anggaran digunakan untuk kebutuhan operasional kegiatan.
Dari satu musim tanam yang telah dilalui, program tersebut menghasilkan keuntungan sekitar Rp11.000.000. Jika dalam satu tahun terdapat tiga musim tanam, maka potensi pendapatan diperkirakan mencapai Rp33.000.000.
“Rp11 juta untuk satu musim tanam. Kalau tiga musim, bisa sekitar Rp33 juta dalam setahun dari total anggaran Rp175 juta,” ujar salah satu sumber dalam pembahasan.
Meski program dinilai berjalan sesuai rencana, sejumlah pihak menyoroti pentingnya transparansi, khususnya dalam pelaporan penggunaan anggaran kepada masyarakat.
“Untuk pertanggungjawaban, tidak semuanya disampaikan ke publik. Yang penting dilaporkan ke instansi terkait,” ungkap salah satu peserta diskusi.
Selain sektor pertanian, BUMDes Desa Gawan juga mulai menjajaki pengembangan unit usaha lain, salah satunya pengelolaan parkir. Potensi ini dinilai cukup besar, terutama di lingkungan sekolah dengan jumlah kendaraan yang diperkirakan mencapai 500 hingga 600 unit.
Simulasi awal menunjukkan sektor parkir berpotensi menjadi sumber pendapatan tambahan, meskipun masih membutuhkan kajian mendalam serta kerja sama dengan berbagai pihak.
Di sisi lain, sebagian dana BUMDes sempat tidak terserap secara optimal pada masa transisi kepengurusan. Hal ini disebabkan pengurus baru yang belum sepenuhnya siap menjalankan program, sehingga anggaran sempat disimpan sambil menunggu perencanaan yang lebih matang.
Seiring berjalannya waktu, berbagai opsi pengembangan terus dibahas, baik di sektor pertanian maupun unit usaha lainnya. Namun demikian, keberhasilan program tidak hanya bergantung pada potensi keuntungan semata.
Tata kelola yang transparan, akuntabel, serta perencanaan yang matang dinilai menjadi kunci utama agar BUMDes benar-benar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat desa dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
laporan: Seno
- Dana Desa Rp90 Juta untuk Talud Krobokan Disorot: Berdiri di Lahan Perhutani, Pemdes Diminta Buka Penjelasan
- SETELAH GEMOLONG DAN KALIJAMBE, KINI TANON DISOROT! Motor Kades Karangasem Terlihat Berpelat Putih, Jawaban “Nanti Kalau Longgar” Mengundang Pertanyaan
- 93 Titik P3TGAI di Wonogiri Aliri 2.661,5 Hektare Lahan, Dukung Ketahanan Pangan
- FORMASA Fest #1 Himpun 67 Ormas di Solo, Budiman Sudjatmiko Bahas Kemiskinan dan Akses Kesejahteraan
- Tim Wasev Mabesad Turun ke Trucuk, Pastikan Proyek TMMD Kodim Klaten Tepat Sasaran
-
Dana Desa Rp90 Juta untuk Talud Krobokan Disorot: Berdiri di Lahan Perhutani, Pemdes Diminta Buka Penjelasan
LINTASINDONEWS BOYOLALI – Pembangunan talud jalan di Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, yang dibiayai Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026 senilai Rp90 juta, mulai menjadi sorotan. Bukan hanya terkait kualitas fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kejelasan status lahan yang digunakan, lantaran lokasi pembangunan disebut berada di atas tanah milik Perhutani. Persoalan tersebut semakin menarik…
-
SETELAH GEMOLONG DAN KALIJAMBE, KINI TANON DISOROT! Motor Kades Karangasem Terlihat Berpelat Putih, Jawaban “Nanti Kalau Longgar” Mengundang Pertanyaan
LINTASINDONEWS LINTASINDONEWS | SRAGEN – Persoalan penggunaan pelat nomor putih pada sepeda motor yang diduga merupakan kendaraan dinas kepala desa kembali menjadi perhatian. Setelah sebelumnya mencuat di wilayah Kecamatan Gemolong dan Kalijambe, kini temuan serupa muncul di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. BACA JUGA: Kali ini, sorotan mengarah ke Desa Karangasem. Pada Sabtu (31/10/2026),…
-
93 Titik P3TGAI di Wonogiri Aliri 2.661,5 Hektare Lahan, Dukung Ketahanan Pangan
LINTASINDONEWS WONOGIRI – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Wonogiri pada 2026 dilaksanakan di 93 titik dengan cakupan layanan irigasi yang mampu mengairi lahan pertanian seluas 2.661,5 hektare. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan…
-
Dana Desa Rp90 Juta untuk Talud Krobokan Disorot: Berdiri di Lahan Perhutani, Pemdes Diminta Buka Penjelasan
LINTASINDONEWS BOYOLALI – Pembangunan talud jalan di Desa Krobokan, Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali, yang dibiayai Dana Desa (DD) tahun anggaran 2026 senilai Rp90 juta, mulai menjadi sorotan. Bukan hanya terkait kualitas fisik bangunan, tetapi juga menyangkut kejelasan status lahan yang digunakan, lantaran lokasi pembangunan disebut berada di atas tanah milik Perhutani. Persoalan tersebut semakin menarik…
-
SETELAH GEMOLONG DAN KALIJAMBE, KINI TANON DISOROT! Motor Kades Karangasem Terlihat Berpelat Putih, Jawaban “Nanti Kalau Longgar” Mengundang Pertanyaan
LINTASINDONEWS LINTASINDONEWS | SRAGEN – Persoalan penggunaan pelat nomor putih pada sepeda motor yang diduga merupakan kendaraan dinas kepala desa kembali menjadi perhatian. Setelah sebelumnya mencuat di wilayah Kecamatan Gemolong dan Kalijambe, kini temuan serupa muncul di Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen, Jawa Tengah. BACA JUGA: Kali ini, sorotan mengarah ke Desa Karangasem. Pada Sabtu (31/10/2026),…
-
93 Titik P3TGAI di Wonogiri Aliri 2.661,5 Hektare Lahan, Dukung Ketahanan Pangan
LINTASINDONEWS WONOGIRI – Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) di Kabupaten Wonogiri pada 2026 dilaksanakan di 93 titik dengan cakupan layanan irigasi yang mampu mengairi lahan pertanian seluas 2.661,5 hektare. Program ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan petani. Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum dan…




