![]()
-
Solidaritas untuk AKJII, Berbagai Elemen Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Rapat Pleno di Klaten -
Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi -
Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti? -
Dandim Klaten Tinjau Koperasi Merah Putih di Mireng, 238 Titik Rampung dan 90 Sudah Beroperasi -
Mengawal Demokrasi dari Sragen: Pleno Pertama AKJII di Markas Sapu Jagad Berjalan Lancar
KLATEN – Upaya meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi kedaruratan terus dilakukan melalui kegiatan pelatihan yang melibatkan unsur perempuan di tingkat desa. Danramil 15/Polanharjo Kodim 0723/Klaten Kapten Inf Sunarta menghadiri kegiatan Pelatihan Pertolongan Pertama bagi Relawan Wanita, Wanita Tani, dan Kader PKK se-Kecamatan Polanharjo, yang diselenggarakan di Kecamatan Polanharjo Kabupaten Klaten. Selasa (2/6/2026).
Kegiatan tersebut diikuti oleh perwakilan relawan wanita, kelompok wanita tani (KWT), dan kader PKK dari seluruh desa di Kecamatan Polanharjo. Pelatihan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan keterampilan dasar dalam penanganan keadaan darurat, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat, sehingga para peserta mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi yang memerlukan pertolongan pertama.
Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Ny. Fahrani Hamenang, Ketua PMI Kabupaten Klaten Drs. Purwanto, M.Si., Ketua BPBD Kabupaten Klaten Sahruna, Camat Polanharjo Muh Prihadi, M.Si., Danramil 15/Polanharjo Kapten Inf Sunarta, Kapolsek Polanharjo AKP Abdilah, S.H., M.Si., Ketua TP PKK Kecamatan Polanharjo, serta para kepala desa se-Kecamatan Polanharjo.
Dalam sambutannya, Ketua TP PKK Kabupaten Klaten Ny. Fahrani Hamenang menegaskan bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan keluarga dan menjadi bagian penting dalam penanganan awal ketika terjadi kondisi darurat di lingkungan sekitar.
“Melalui pelatihan ini kami berharap para kader PKK, relawan wanita dan kelompok wanita tani memiliki bekal pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk memberikan pertolongan pertama ketika terjadi keadaan darurat. Dengan kemampuan tersebut, mereka dapat menjadi pelopor dalam menciptakan keluarga yang tangguh dan peduli terhadap keselamatan sesama,” ujar Ny. Fahrani Hamenang.
- Solidaritas untuk AKJII, Berbagai Elemen Masyarakat Gotong Royong Sukseskan Rapat Pleno di Klaten
- Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi
- Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti?
- Dandim Klaten Tinjau Koperasi Merah Putih di Mireng, 238 Titik Rampung dan 90 Sudah Beroperasi
- Mengawal Demokrasi dari Sragen: Pleno Pertama AKJII di Markas Sapu Jagad Berjalan Lancar
Pelatihan yang dilaksanakan mencakup berbagai materi, antara lain Pertolongan Pertama Kedaruratan Rumah Tangga Non Medis, Praktik Penanganan Kedaruratan Rumah Tangga dan Bencana, Perawatan Keluarga, serta Pembentukan Keluarga Tangguh. Danramil 15/Polanharjo Kapten Inf Sunarta saat ditemui menyampaikan apresiasinya terhadap terselenggaranya kegiatan tersebut.
Menurutnya, peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat merupakan bagian penting dari upaya membangun ketahanan wilayah yang dimulai dari tingkat keluarga.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena memberikan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung dalam kehidupan sehari-hari. Ketika masyarakat memiliki kemampuan dasar dalam memberikan pertolongan pertama dan memahami langkah-langkah penanganan keadaan darurat, maka risiko yang timbul akibat suatu kejadian dapat diminimalkan, “tuturnya.
“Hal ini sekaligus menjadi modal penting dalam membangun masyarakat yang tangguh dan siap menghadapi berbagai kemungkinan bencana maupun kecelakaan rumah tangga,” ungkap Kapten Inf Sunarta.
Ia menambahkan bahwa sinergi antara pemerintah daerah, organisasi kemasyarakatan, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat guna meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga dalam menghadapi berbagai tantangan di wilayah.Kegiatan pelatihan berlangsung dengan tertib dan penuh antusiasme dari para peserta.
Melalui kegiatan ini diharapkan lahir kader-kader perempuan yang memiliki kemampuan dasar pertolongan pertama, mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing, serta berperan aktif dalam mewujudkan keluarga dan masyarakat yang tangguh, mandiri serta siap menghadapi berbagai situasi kedaruratan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib dan lancar sebagai wujud komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat ketahanan masyarakat di Kabupaten Klaten. (Cindy)
-
Kirab Pusaka Malam 1 Suro Keraton Surakarta Digelar atas Dawuh PB XIV, Masyarakat Diajak Jaga Kesakralan Tradisi
SURAKARTA — Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat akan kembali menggelar Hajad Dalem Kirab Pusaka Dalem Malam 1 Suro Tahun Be 1960 atas Dawuh Dalem Sri Susuhunan Pakubuwono XIV. Tradisi tahunan yang telah berlangsung secara turun-temurun tersebut menjadi salah satu warisan budaya adiluhung yang terus dijaga dan dilestarikan oleh Keraton Surakarta hingga saat ini. Kirab Pusaka Dalem…
-
Setengah Miliar untuk Wisata Desa Wonosegoro, Nol Rupiah untuk PAD? Kasus ini Sudah Masuk Ranah APH, Lantas Kenapa Berhenti?
JEJAK KASUS BOYOLALI, Di atas kertas, pembangunan kawasan wisata desa tampak menjanjikan. Gazebo berdiri, panggung dibangun, taman ditata, embung dipercantik, hingga rumah limasan disiapkan sebagai penunjang destinasi. Namun pertanyaan yang mulai muncul dari masyarakat sederhana saja: setelah ratusan juta rupiah digelontorkan, apa hasil ekonominya bagi desa? Berdasarkan telaah dokumen penyaluran Dana Desa Wonosegoro periode 2022–2025,…




