Digelontor 40 Miliar Lebih, Pekerjaan Jalan & Drainase Purwodadi – Blora Ruas Pasar Jono Tawangharjo di Sorot Publik

Digelontor 40 Miliar Lebih, Pekerjaan Jalan & Drainase Purwodadi – Blora Ruas Pasar Jono Tawangharjo di Sorot Publik
Papan nama proyek, Kontraktor Selaku Penyedia Jasa PT. Bumi Panen Makmur.

Loading

LINTASINDONEWS.COM – GROBOGAN, Pemerintah Pusat Melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Direktorat Jenderal Bina Marga menggelontorkan anggaran fantastis senilai Rp. 40.685.114.500; untuk proyek rekontruksi jalan Purwodadi – Wirosari – Blora.

Pekerjaan Ruas Jalan Beton dan Pelebaran Lokasi Ruas Pasar Jono Tawangharjo, Kabupaten Grobogan

Selaku penyedia jasa yakni PT. Bumi Panen Makmur diberikan legalitas dan di ikat kontrak dengan Nomor : HK0102/E-KATALOG/RJPWBI – PPK3.1 JATENG/VII/2023/02. Kontrak kerja selama 127 hari kalender terhitung 25 Agustus 2023 lalu.
Kurang lebih 4 bulan, pekerjaan rekontruksi jalan tersebut harus sudah rampung.

PT. Bumi Panen Makmur selaku penyedia jasa wajib mengikuti tahapan pekerjaan baik beton maupun drainase saluran dengan menggunakan U-Ditch Pabrikan. Sudah menjadi impian Masyarakat Grobogan bahwa akan memiliki ruas jalan beton dengan 4 lajur dua arah. Untuk itu kualitas beton sudah tentu menjadi tuntutan utama bagi Masyarakat Grobogan terutama warga yang terdampak selama pekerjaan proyek rekontruksi jalan berlangsung.

Pekerjaan Drainase U-Ditch Terkesan Asal, Tampak Berbelok Belok

Saat reporter Lintasindonews.com melakukan investigasi ke lokasi pekerjaan Jalan maupun drainase, tampak pekerjaan drainase yang terkesan asal dan memprihatinkan. Dimana pekerjaan Drainase terlihat tidak lurus sehingga menimbulkan pertanyaan bagi publik.

Dikesempatan yang sama, Santoso (35) saat ditemui di lokasi pekerjaan drainase tepatnya di Lingkungan Pasar Jono Kecamatan Tawangharjo, dia mengeluh pemasangan U-Ditch saluran. Menurutnya, Saya disini hanya memasang U-Ditch saja Mas, semua ada Pengawas Konsultan dan Pelaksana, ungkap Santoso.

Kurang lebih 3 bulan pekerjaan beberapa progres telah tercapai, diantaranya di jalur jalan lingkar Putat – Getas telah rampung pengecoran jalan utama sekaligus pelebarannya. Khusus di jalan lingkar Putat – Getas sempat memunculkan persoalan di warga setempat terkait drainase yang tak kunjung ditutup, yang berdampak pada lumpuhnya ekonomi warga. Namun atas keluhan beberapa warga setempat, akhirnya dari pihak penyedia jasa telah menyelesaikannya dengan menutup semua drainase.

Lepas dari persoalan warga Getas, kini pihak penyedia jasa dihadapkan dengan persoalan jalan beton yang rusak berlubang dan memanjang hingga ratusan meter. Kerusakan tersebut diduga karena pemadatan yang kurang maksimal sehingga bagian dasar tak kuat menahan beton di atasnya. Tidak ada pengkait antara beton jalan sebelumnya dengan jalan hasil pelebaran, sepertinya juga menjadi salah satu faktor penyebab jalan beton rusak berlubang yang memanjang. Saat di lokasi pekerjaan, Yusuf salah satu pelaksana sedikit menjelaskan soal rusaknya jalan tersebut.

“Kondisi jalan yang akhirnya seperti itu, kami dalam mengerjakan semua sudah sesuai dengan prosedur konsultan. Seperti tidak ada besi pengkait (Tibar) dengan beton jalan sebelumnya, hal tersebut juga telah sesuai dengan RAB yang ada”, jelasnya Rabu (29/11/2023).

Soal kerusakan jalan beton yakni beton utama dan beton pelebaran merekah (renggang) tersebut, nantinya akan disiasati dengan Sika semacam perekat beton. Hal ini tentunya memicu warga untuk berkomentar miring. Seperti warga penjual mie ayam hampir 3 bulan macet usaha miliknya, karena dampak pelebaran jalan dirinya sangat kecewa terhadap Kontraktor lantaran sudah terkena dampak negatif masih hasil pekerjaan pelebaran jalan kurang bagus bahkan juga pekerjaan Saluran air, keluhnya.

“Jujur saya kecewa mas, bagaimana nggak kecewa coba, saya selama pengerjaan jalan ini usaha mie ayam saya menjadi lumpuh, eh malah melihat di depan warung saya jalannya rusak (terbelah)”, terang warga yang enggan disebut namanya.

Warga yang terdampak langsung dari pekerjaan jalan dan drainase masih berharap, pihak kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan agar aktifitas masyarakat normal kembali dan ekonomi masyarakatpun hidup.
Disi lain, pihak penyedia jasa selaku kontraktor tidak mengurangi kualitas beton atau kontruksi lainnya agar pekerjaan yang didanai Negara bersumber dari APBN yang besar ini mencakup azas manfaat, tepat guna dan tepat sasaran.

 

( AL.1 – Grobogan ).