Membuka Tirai Kebenaran

Dimas Maksa Masuk Sekolah Tatap Muka Karena Tidak Punya Hand Phone

2 min read

LINTASINDONEWS.com, REMBANG — Seorang Pelajar Di Kabupaten Rembang Jawa Tengah Terpaksa Mendatangi Sekolah Untuk Meminta Belajar Tatap Muka.

Hal Ini Dilakukan Karena Dirinya Tidak Memiliki Handphone Untuk Kegiatan Belajar Melalui Sistem Daring Yang Diterapkan Sekolah.

Dimas Ibnu Alias, siswa kelas 7D SMP Negeri 1 Rembang, putra dari Didik Suroso dan Kasiatun warga Desa Pantiharjo rt.01/ rw01 Kecamatan Kaliori Rembang.

Dia nekat untuk tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM) di tengah kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring. Ada beberapa alasan yang membuatnya melakukannya.

Saat ditemui wartawan Lintasindonew.com , Dimas mengaku tidak memiliki Hand Phone untuk digunakan PJJ secara daring. Namun, ia memiliki semangat untuk ikut pelajaran.

“Bapak saya tidak mampu beli kuota. Ya karena saya ingin pintar, biar rangking,” kata Dimas, ditemui Lintasindonew.com di sela kegiatan belajar mengajarnya di ruang kelas SMP N 1 Rembang, Jumat (24/ Juli 2020).

Di sisi lain, anak pertama pasangan Didik Suroso dengan Kusmiati ini mengaku kesepian karena menjalani kegiatan belajar mengajar tatap muka seorang diri. Sedangkan ia terbiasa lingkup pembelajaran bersama dengan teman-temannya sembari bermain ketika jam istirahat.

“Ya kesepian, biasanya kan ada teman banyak. Ini sendirian, gak bisa main bareng pas jam istirahat,” terangnya.

Terpisah Didik Suroso yang bekerja sebagai nelayan mengaku memiliki satu buah handphone. Hanya saja kondisinya rusak dan tidak memungkinkan untuk digunakan daring.

“Punya HP, tapi baterainya sering drop , jadi gak bisa dipakai, sudah cukup lama rusaknya. Ya memang inisiatif saya dan ibunya, juga anak saya ini semangat berangkat sekolah. Setiap berangkat kesekolah ya diantar sama ibunya naik sepeda ontel, ” pungkasnya.(insan/tri)

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.