Membuka Tirai Kebenaran

Prihandoko Kades Sambirejo Plupuh, Sambut Baik Penanaman Pisang Cavendish menjadi Komoditas Pasar Dunia

2 min read

Prihandoko Kades Sambirejo Plupuh, Kamis(23/07/2020)

SRAGEN, jika di lihat secara eksplisit prioritas program yang sangat terkait dengan pertanian adalah pengembangan ekonomi pertanian berskala produktif.

Bukan itu saja, namun pengembangan dan pemanfaatan teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi, bidang pertanian secara otomatis pertanian menjadi produktif, pangan menjadi baik maka kemiskinan akan berkurang.

Itulah yang menginspirasi Prihandoko Kades Sambirejo Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen, Provinsi Jawa Tengah. Dia meyakini pengembangan pertanian di wilayah sragen akan menjadi barometer di provinsi Jawa Tengah, jika banyak potensi sumber daya alam maupun Sumber daya manusia menjadi skala peioritas.

Untuk itu Prihandoko yang beken dengan nama panggilan Hanjoes ini, baru saja mengadakan sarasehan bersama Mas Kunto di desa sambirejo dengan mengundang semua kepala desa sekecamatan Plupuh. Kunto sendiri adalah salah satu tokoh pembudidaya pisang Cavendish.

“Kami sangat mendukung sekali untuk budidaya pisang Cavendish yang siap tembus pasar hingga ke tingkat dunia, untuk itu kami menyiapkan lahan 16 hektar dari lahan di desa yang ada di kecamatan plupuh, dari yang tidak produktif menjadi perkebunan pisang Cavendish, ” Ungkap dia. Kamis (23/07/2020).

Dia katakan lagi, dari bagian terpenting seperti daun pisang menurutnya bisa di buat piring atau mangkok dan sejenisnya.

“Kami siap mendatangkan para akademisi, para ahli yang bisa memanfaatkan sumber daya alam menjadi barang yang bermanfaat ” Urai Hanjoes.

Untuk mendukung program ini agar bisa terimplementasi dengan baik, kini Hanjoes sedang mempersiapkan badan hukum koperasi untuk budidaya pisang Cavendish, dengan nama “KOPERASI RAJA PISANG SUKOWATI”. Dengan merekrut para kepala desa yang memiliki lahan untuk penanaman pisang se-Kecamatan Plupuh.

“Target kami bukan hanya di kecamatan plupuh saja, namun bisa merambah semua wilayah Sragen hingga Sragen bisa menjadi ikon buah pisang, yang mana bisa menjadi komoditas peningkatan ekonomi masyarakat, “Terangnya.

“Jika Boyolali sudah terkenal dengan susunya, Kota Solo kuliner Tengkleng nya, Karanganyar jeruk tawangmangu, Sukoharjo dengan jamunya dan wonogiri kawasan industrinya, maka Sragen dengan buah pisangnya. Semoga harapan kami ini bisa terwujud dan bermanfaat untuk orang banyak, “Pungkas Hanjoes. (Red)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.