Dishub Sragen Sidak Parkir di Pasar Gondang Dan Pasar Kota Pasca Lebaran 2021

SRAGEN, Dinas Perhubangan (Dishub) Kabupaten Sragen pasca lebaran tahun 2021 ini melakukan kunjungan mendadak di dua pasar yakni pasar Gondang, Kecamatan Gondang dan pasar Kota juga Bunder Sragen pada Rabu 12/5/21 yang lalu.

Menjelang pasca lebaran biasanya semua pasar ramai di datangi pembeli yang mau berbelanja untuk kebutuhan lebaran. Demikian pula angka parkir kendaraan bermotorpun bertambah banyak demikian pula adanya pedagang tiban dan oprokan yang sering menggunakan trotoar atau bahu jalan buat menggelar daganganya yang bisa mengakibatkan kemacetan lalulintas.

Plt Kabid Angkutan dan Perparkiran Joko Purnomo lewat Kasie Perparkiran Suparno, saat melakukan inspeksi mendadak perparkiran di pasar Gondang, Kecamatan Gondang dan Pasar Kota Sragen saat dilokasi mengingatkan kepada para juru parkir setempat, agar jukir dalam menjalankan tugas sebagai juru parkir harus sabar menghormati sipemarkir dan mau menata kendaraan yang parkir secara rapi dan tidak menggunakan bahu jalan supaya lalulintas lancar.

” Ingat jalan ini adalah jalan kelas III namun tetap saja ada kendaraan besar yang nekad lewat seperti truk tronton dan bus. Pada hal diujung jalan mau masuk ke Gondang sudah terpasangan rambu larangan lewat jalan kelas III tapi tetap nekad lewat yang mengakibatkan timbuknya kemacetan juga memicu cepatnya terjadi kerusakan jalan yang ada. Disamping itu juga meminta kepada semua jukir yang ada harus memakai sragam parkir serba membawa peluit, ” Pinta Suparno saat ditemui wartawan diruang kerjanya.

Arief (35) salah seorang juru parkir (jukir) di kawasan pasar Gondang, Kecamatan Gondang, Sragen mengatakan, parkir kendaraan yang paling ramai di kawasan Gondang ada di jalan lingkar pasar Gondang sebelah utara, baratdan selatan pasar Gondang dan ditempatkan 12 orang jukir ya dilingkar itu yang sering adanya kemacetan lalulintas. Sementara biasanya sedikit adanya kemacetan pada jam 03 WIB sampai pukuln 04:30 WIB lokasi pasar krempyeng dibekas kawedanan Gondang. Selanjutnya pada jam 08 sampai pukul 11 WIB dilingkar pasar tradisional Gondang. Ini biasa terjadi setiap menjelang lebaran H-10 sampai H+5 dan pada tahun baru. Dijam lainnya tidak ada kemacen karena pengunjung pasar yang berbelanjut makin berkurang dan yang kendaraan yang terparkirpun makin sedikit jumlahnya.

” Kendaraan yang diparkir dijalan lingkar pasar sangat banyak kebetulan disebelah utara dan barat berlalku dua arus sementara yang selatan satun arus namun kendaraan yang parkir paling banyak dan paling rawan menimbulkan kemacetan dan itu hanya berlangsung saat pasca lebaran pada H-10 sampai H+5.Semoga semua rejeki yang kami dapat bisa membawa berkah bagi kami sekeluarga. Selama kami menjakankan tugas sebagai jukir harus menata kendaraan yang diparkir rapi juga menghormati pemarkir serta membawa peluit wajib memkai seragam parkir, ” kata Arief.

Hal yang sama terjadi di pasar Kota dan Bunder Sragen. Suparmo juga mengingatkan kepada jukir agar mau menata kendaraan terparkir rapi dan tidak menggunakan badan jalan untuk tambahan lahan parkir sekaligus mengingatkan kepada para pedagang oprokan tiban yang menggelar dagangnya ditrotoar dan bahu jalan yang mengganggu pejalan kaki juga bisa memicu adanya kemacetan lalulintas.

“Bagi para jukir agar menjalankan tugasnya secara bertanggung jawab mau menata kendaraan terparkir secara rapi memakai seragam parkir membawa peluit juga menghormati sipemarkir. Sedangkan untuk para pedagang oprokan diharapkan tidak akan berjualan lagi di trotoar dan bahu jalan. Mereka agar mencari tempat lain, ” Jelas Suparno.

“Karena orang yang beli akan berhenti dibahu jalan dan jalan menjadi sempit sedangkan volume kendaraan yang lewat sangat padat akhirnya menjadi macet, ” Kata Suparno menyatakan alasanya.

Haryanti (55) pedagang oprokan pasar bunder hanya pasrah atas peringatan Suparno. Pedagang oprokan yang berasal dari desa Jetis, Sambirejo itu sudah berjualan oprokan selama 5 tahun dipinggir jalan. Karena memang tidak mampu menyewa kios yang ada atau lapak yang ada di pasar.

” Biarlah nanti saya harus berjualan dimana. Selama ini saya berjualan dari jam 06 sampai pukul 14:30 WIB. Sehari berjualan keuntungan yang saya dapat paling banyak Seratus ribu rupiah, “katanya mengeluh kebingungan.

Sementara sebut saja Bagong (45) yang tidak mau disebutkan namanya salah salah satu jukir dikawasan pasar Kota Sragen mengatakan, dalam menjalankan tugas sebagai jukir sudah melakukan menata memarkir kendaraan dengan rapi dan berlapis agar lalulintas lancar.

” Memang saat pasca lebaran atau menjelang tahun baru masyarakat berbelanja kebutuhan lebaran kepasar jumlahnya meningkat hingga 60 ℅. Demikian juga kendaraan yang diparkirkan meningkat dibandingkan hari biasa hingga 60℅ . Meskipun adanya pandemi covid-19 mereka yang berbelanja kebutuhan lebaran kepasar tetap banyak. Semoga semua rejeki yang kami dapatkan sebagai jukir menjadi berkah bagi kami semua dan keluarga, ” Katanya sambil tersenyum ngusap keringatnya. (Agus Sulis)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.