![]()
HALAL BIHALAL
SOLO – Momen kebersamaan kembali terjalin dalam acara halal bihalal eks karyawan PT Armada Subentra Finance yang digelar di CS Resto, Solo, Jumat (17/4/2026). Kegiatan ini menjadi ajang reuni sekaligus mempererat silaturahmi antar mantan karyawan dari berbagai cabang.
Puluhan peserta hadir dalam suasana penuh kehangatan, mulai dari eks karyawan kantor pusat Semarang hingga perwakilan cabang Solo, Yogyakarta, Madiun, dan Kediri. Meski telah berpisah secara profesional, ikatan kekeluargaan di antara mereka tetap terjaga erat.
Koordinator acara, Sarjana, mengatakan kegiatan halal bihalal ini rutin digelar setiap dua tahun setelah Idulfitri sebagai wadah mempertemukan kembali para eks karyawan.
“Ini momen yang selalu kami tunggu. Selain saling bermaafan, kami juga bisa bernostalgia dan berbagi kabar terbaru. Jaringan pertemanan tetap kuat, dari Semarang hingga Kediri,” ujarnya.
Acara berlangsung santai dengan rangkaian kegiatan seperti ramah tamah, doa bersama, serta makan siang. Tak hanya itu, sejumlah peserta juga berbagi cerita perjalanan karier dan pengalaman sukses setelah tidak lagi bekerja di perusahaan pembiayaan tersebut.
Gelak tawa dan suasana akrab mewarnai pertemuan tersebut, terutama saat para peserta mengenang masa-masa bekerja bersama. Hal ini menunjukkan bahwa hubungan emosional yang terbangun selama bekerja masih terjaga hingga kini.
Sebagai informasi, PT Armada Subentra Finance dikenal sebagai salah satu perusahaan pembiayaan yang pernah memiliki jaringan cukup luas di wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, dengan kantor pusat di kawasan Gajah Mada Plaza, Semarang.
Kegiatan halal bihalal ditutup dengan sesi foto bersama dan komitmen untuk terus menjaga komunikasi melalui grup WhatsApp lintas cabang.
Reporter: Yoel
-
Diduga Serap Ratusan Juta Rupiah Dana Desa, Proyek TPS3R Pengkol Mangkrak, LAPAAN RI Siapkan Langkah Hukum

JEJAK KASUS SRAGEN – Lembaga Penyelamat Aset dan Anggaran Negara Republik Indonesia (LAPAAN RI) menemukan dugaan penyimpangan serius dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Desa Pengkol, Kecamatan Tanon, Kabupaten Sragen. Proyek Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPS3R) yang didanai melalui Dana Desa diduga mangkrak dan terindikasi tidak berjalan sebagaimana mestinya, meski telah menyerap anggaran…
-
DPP AKJII Desak Presiden Prabowo Evaluasi Kapolri dan Kajagung, Soroti Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

OPINI JAKARTA, Teliksandi.id – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Aliansi Kajian Jurnalis Independen Indonesia (AKJII) mendesak Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi bahkan mengganti Kapolri dan Jaksa Agung menyusul polemik penanganan kasus yang menyeret mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum DPP AKJII, Agus Yusuf Ahmadi, S.H., M.H., C.Me., CLA,…
-
Koperasi Merah Putih: Maju dan Tidaknya Tergantung Pemerintah dan Rakyat

OPINI oleh: Sugeng Rianto Pemerhati Kebijakan Publik Program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi desa. Gagasan ini layak diapresiasi karena berupaya mengembalikan koperasi kepada jati dirinya sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat, bukan sekadar lembaga simpan pinjam atau toko desa. Dalam perspektif ekonomi kerakyatan, koperasi adalah sarana untuk…
- Diduga Serap Ratusan Juta Rupiah Dana Desa, Proyek TPS3R Pengkol Mangkrak, LAPAAN RI Siapkan Langkah Hukum
- DPP AKJII Desak Presiden Prabowo Evaluasi Kapolri dan Kajagung, Soroti Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
- Koperasi Merah Putih: Maju dan Tidaknya Tergantung Pemerintah dan Rakyat
- Humanis dan Rendah Hati, Kades Djudi Ingin Suara Desa Lebih Didengar dalam Menentukan Arah Pembangunan
- MBG Jangan Hanya Mengenyangkan Perut, Tetapi Harus Menghidupkan Ekonomi Rakyat
-
Diduga Serap Ratusan Juta Rupiah Dana Desa, Proyek TPS3R Pengkol Mangkrak, LAPAAN RI Siapkan Langkah Hukum -
DPP AKJII Desak Presiden Prabowo Evaluasi Kapolri dan Kajagung, Soroti Penanganan Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah -
Koperasi Merah Putih: Maju dan Tidaknya Tergantung Pemerintah dan Rakyat -
Humanis dan Rendah Hati, Kades Djudi Ingin Suara Desa Lebih Didengar dalam Menentukan Arah Pembangunan -
MBG Jangan Hanya Mengenyangkan Perut, Tetapi Harus Menghidupkan Ekonomi Rakyat


