![]()
PASANG IKLAN
Surakarta – Dinamika pengunduran diri salah satu kantor hukum dalam perkara yang melibatkan Pakubuwono XIV dipastikan tidak mengganggu jalannya proses persidangan. Pihak Keraton Surakarta menegaskan, pendampingan hukum tetap berjalan normal, terstruktur, dan profesional.
Juru Bicara Sinuwun, KPA Singonagoro, memastikan tidak ada kekosongan kuasa hukum maupun kendala teknis pasca mundurnya salah satu tim pendamping.“Kami memastikan tidak ada hambatan teknis. Sinuwun sejak awal memang didampingi beberapa kantor hukum, sehingga ketika ada yang mundur, pengganti sudah siap dan proses tetap berjalan sebagaimana mestinya,” ujarnya, Senin (20/4/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada tim kuasa hukum sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan selama proses berjalan.“Kami tetap menghargai dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang telah terjalin. Itu bagian dari proses yang kami hormati,” tambahnya.
Menariknya, pasca kabar pengunduran diri tersebut mencuat dan viral, justru banyak kantor hukum dan praktisi hukum yang menghubungi pihak Keraton untuk menyatakan kesiapan bergabung mendampingi Sinuwun.“Banyak yang menghubungi kami dan siap bergabung mendampingi Sinuwun. Ini menunjukkan adanya kepercayaan yang besar,” lanjut KPA Singonagoro.Saat ini, pendampingan hukum dilanjutkan oleh Nurrohmad, SH., MH dari Ghani Law Partner’s yang dikenal luas sebagai Mas Ghani. Ia merupakan sosok yang telah lama mendampingi Sinuwun dan memiliki pengalaman dalam menangani berbagai perkara.
Ghani menegaskan kesiapan timnya untuk mengawal jalannya proses hukum hingga tuntas.
“Kami dari Ghani Law Partner’s siap melanjutkan dan mengawal seluruh proses persidangan ini secara profesional. Kami juga telah memahami secara utuh substansi perkara yang sedang berjalan,” tegasnya.
Ia menjelaskan, sidang perdana yang digelar hari ini berfokus pada pemeriksaan dokumen kuasa hukum baru.“Agenda sidang hari ini adalah pemeriksaan dokumen kuasa hukum yang baru. Selanjutnya, pada persidangan berikutnya akan dilanjutkan dengan agenda duplik,” jelasnya.
Dengan kesiapan tim hukum pengganti, pihak Keraton optimistis seluruh tahapan persidangan akan berjalan lancar sesuai dengan koridor hukum yang berlaku. (Cindy)
-
Bantuan Rakyat atau “Bantuan Berpotongan”? Ketika Angka 20 Persen Mulai Bikin Irigasi Tak Lagi Sekadar Soal Air -
Bang Bang Tut, Jendelo Ewo-Ewo: Ketika Kentut Kekuasaan Lebih Tajam dari Tumbak Rojo Tuo -
Putri Advokat Solo Wawan Ardianto Resmi Dipersunting Esa, Resepsi di The Sunan Hotel Dihadiri Ribuan Tamu -
Ramai Keluhan Iuran Rp500 Ribu hingga Tabungan Siswa, MIN 1 Karanganyar Disorot: Kemenag Janji Cek Kebenarannya -
P3-TGAI Desa Pojok Tawangharjo Disorot, Pasangan Batu Retak hingga Plesteran Diduga Asal Jadi
-
Bantuan Rakyat atau “Bantuan Berpotongan”? Ketika Angka 20 Persen Mulai Bikin Irigasi Tak Lagi Sekadar Soal Air

OPINI Ada sebuah foto papan kegiatan yang sekilas terlihat biasa saja. Nama program terpampang. Anggaran disebutkan. Lokasi pekerjaan dicantumkan. Sumber dana juga dijelaskan. Ini terjadi di wiayah jateng soloraya Semua tampak administratif. Tetapi di balik papan yang rapi itu, muncul cerita yang justru membuat pertanyaan menjadi lebih panjang. Sejumlah pengurus irigasi—yang untuk sementara memilih tidak…
-
Bang Bang Tut, Jendelo Ewo-Ewo: Ketika Kentut Kekuasaan Lebih Tajam dari Tumbak Rojo Tuo

OPINI Oleh: Rian Derasta Pemerhati Kebijakan Publik Ada lagu atau tembang rakyat yang sekilas terdengar sederhana, bahkan jenaka: Bang bang tut, jendelo ewo-ewo,Sopo brai kentut, di tumbak rojo tuo. Di balik bunyi yang jenaka itu, masyarakat Jawa sesungguhnya memiliki tradisi panjang dalam menyampaikan kritik melalui simbol, satire, parikan, tembang, dan cerita rakyat. Kritik tidak selalu…
-
Putri Advokat Solo Wawan Ardianto Resmi Dipersunting Esa, Resepsi di The Sunan Hotel Dihadiri Ribuan Tamu

SOLO — Suasana haru dan bahagia menyelimuti keluarga advokat asal Solo, Wawan Ardianto, SH, saat melepas putri keduanya, Cinthia Gabby Fortuna, S.Ak, menuju kehidupan baru bersama pria pilihannya. Prosesi pernikahan Gabby dengan Gusti Esamart Agung Maulana, A.Md., M.S.H., berlangsung di Sumaryo Grand Ballroom, The Sunan Hotel Solo, Sabtu (5/9/2026). Akad nikah pasangan tersebut berlangsung khidmat…
-
Bantuan Rakyat atau “Bantuan Berpotongan”? Ketika Angka 20 Persen Mulai Bikin Irigasi Tak Lagi Sekadar Soal Air

OPINI Ada sebuah foto papan kegiatan yang sekilas terlihat biasa saja. Nama program terpampang. Anggaran disebutkan. Lokasi pekerjaan dicantumkan. Sumber dana juga dijelaskan. Ini terjadi di wiayah jateng soloraya Semua tampak administratif. Tetapi di balik papan yang rapi itu, muncul cerita yang justru membuat pertanyaan menjadi lebih panjang. Sejumlah pengurus irigasi—yang untuk sementara memilih tidak…
-
Bang Bang Tut, Jendelo Ewo-Ewo: Ketika Kentut Kekuasaan Lebih Tajam dari Tumbak Rojo Tuo

OPINI Oleh: Rian Derasta Pemerhati Kebijakan Publik Ada lagu atau tembang rakyat yang sekilas terdengar sederhana, bahkan jenaka: Bang bang tut, jendelo ewo-ewo,Sopo brai kentut, di tumbak rojo tuo. Di balik bunyi yang jenaka itu, masyarakat Jawa sesungguhnya memiliki tradisi panjang dalam menyampaikan kritik melalui simbol, satire, parikan, tembang, dan cerita rakyat. Kritik tidak selalu…
-
Putri Advokat Solo Wawan Ardianto Resmi Dipersunting Esa, Resepsi di The Sunan Hotel Dihadiri Ribuan Tamu

SOLO — Suasana haru dan bahagia menyelimuti keluarga advokat asal Solo, Wawan Ardianto, SH, saat melepas putri keduanya, Cinthia Gabby Fortuna, S.Ak, menuju kehidupan baru bersama pria pilihannya. Prosesi pernikahan Gabby dengan Gusti Esamart Agung Maulana, A.Md., M.S.H., berlangsung di Sumaryo Grand Ballroom, The Sunan Hotel Solo, Sabtu (5/9/2026). Akad nikah pasangan tersebut berlangsung khidmat…

