Membuka Tirai Kebenaran

Geger, Siswa SMPN 2 Sumberlawang Tewas Tenggelam di Sungai

2 min read

Saat jenazah berada di puskesmas Sumberlawang, Senin (6/1/2020) 

LINTASINDONEWS.com, SRAGEN – Tengelamya siswa SMP Negeri 2 Sumberlawang Kabupaten Sragen Adriano Dwi Susilo (15) Kelas IX, terjadi Senin (6/1/ 2020), sekira pukul 08.00 WIB, Korban bersama 9 temannya bolos dari sekolah.

Saat Kejadian berawal Febri Aldi dan Robi berinisiatif untuk mngajak berenang sungai Dukuh Brontok, RT 016, Desa Jati, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Kemudian 8 teman lainnya ikut ke lokasi, 4 orang tidak ikut berenang, pada saat itu yang berenang terlebih dahulu adalah Robi dan Febri Aldi, kemudian itu Adriano hendak buang air besar namun tidak jadi dan langsung ikut berenang.

Adriano sempat bercanda degan Yusuf Maulana (tarik – tarikan), kedalaman sungai tersebut kurang lebih 2 meter, karena Adriano tidak bisa berenang dia langsung tenggelam, dan Yusuf Maulana sempat memegang Adriano dengan maksud untuk menolong,

karena tidak kuat Yusuf melepas pegangan tangan, sementara Ardyansah juga sempat mencari tongkat bambu dengan maksud untuk menolong Korban.

Kemudian Catur Leeo juga meminta bantuan kepada Rendi yang bisa berenang, namun korban tidak juga diketemukan dilokasi, selanjutnya Rendi pada saat itu berada di sekolahan langsung menuju lokasi.

Rendi berenang mencari korban hingga ke dasar sungai, dan korban dapat diketemukan setelah hanyut sejauh 30 meter.

Mendengar perihal tersebut, Muji Slamet selaku Kades Jati langsung melaporkan ke Polsek Sumberlawang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Setelah dilakukan olah TKP oleh Petugas Polsek Sumberlawang bersama Team medis Puskesmas & Inafis Polres Sragen tidak diketemukan tanda-tanda kekerasan dan murni karena kecelakaan.

Saat di konfirmasi diruang kerjanya, Senin (6/1/2020) Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kapolsek Sumberlawang AKP. fajar Nur Ikhsanuddin, S. Sos membenarkan kejadian tersebut, dia menyebut Kades Jati telah melaporkan kejadian ini.

“Kami berharap kejadian ini tidak terulang lagi, apalagi kejadian ini menimpa anak yang masih sekolah, dan masih dalam jam pelajaran, ” tukasnya. (Tim AWPI)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.