Membuka Tirai Kebenaran

Geliat Wajah Kota Surakarta Dengan Ikon Jembatan Keris, Kecamatan Banjarsari Berbudaya

2 min read

LintasIndoNews.com | Surakarta — Sebutan baru Jembatan Kalianyar, waktu dulu semasa masih ada Pom bensin di perempatan Jln. Achmad Yani ( Gilingan ) dengan Jln. Piere Tendean ( Nusukan ), bila kita naik kendaraan umum dari arah Timur atau Utara terdengar sering menyebut turun di pasar Pom bensin Gilingan.

Setelah pom bensin dibongkar untuk taman dengan patung Bima melawan naga, kita tidak pernah mendengar gaungnya, namun sekarang dengan dibangunnya patung Keris gaungnya kembali terdengar, dengan sebutan baru turun di Patung keris.

Baca Juga: Kusuma Putra Ramaikan Pesta Demokrasi, Calonkan Diri Jadi Wakil Wali Kota Solo

Ada pula yang menyebut Jembatan Keris, dengan dibangunnya Patung Keris menjadikan ikon baru bagi Jembatan Kalianyar, dengan sebutan Jembatan Keris.

Dengan adanya Patung Keris di tengah bagian Selatan jembatan Kalianyar atau pintu masuk ke Jln. Piere Tendean Nusukan akan membawa dampak positif wpilaj kecamatan banjarsari khususnya bagi kal. Nusukan, dengan semboyan  Nusukan Berbudaya, sebab Keris adalah simbol Budaya Jawa pas dengan semboyan Nusukan Berbudaya.

Tak bisa dipungkiri di setiap tahun Kal. Nusukan selalu mengadakan kegiatan seni dan budaya dari tingkat RT. Rw. seperti Bersih Desa, Kirab Budaya, Memetri Budaya, yang menampilkan berbagai seni dan budaya yang ada di tiap Rt. Rw.

Baca Juga: Salurkan Birahi Seks Dengan Murid,Mantan Guru Ini di Vonis Hukuman 20 Tahun Penjara

Untuk tingkat kalurahan dengan Grebeg Astana Utara, yang diawali di lapangan Prawit depan Kantor Kalurahan finish di Astana Utara diikuti oleh seluruh warga dan Sekolah yang ada di Kal. Nusukan, dengan menampilkan kreatifitas warga di setiap RW. dan Sekolahan dari seni busana, tari, kerajinan, dan masakan. ( Slamet. S ).

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.