![]()
SRAGEN – Kepala Desa Jekani, Kecamatan Mondokan, Kabupaten Sragen, Djudi, menegaskan bahwa pelayanan kepada masyarakat harus menjadi prioritas utama pemerintah desa. Baginya, pelayanan tidak mengenal waktu maupun tempat, sehingga perangkat desa harus siap hadir ketika masyarakat membutuhkan.
“Pelayanan kepada masyarakat harus siap sewaktu-waktu dan di mana pun masyarakat membutuhkan,” ujar Djudi saat ditemui, Rabu (22/7/2026).
Di bawah kepemimpinannya, Desa Jekani terus mempertahankan nilai-nilai budaya gotong royong yang masih mengakar kuat di tengah masyarakat. Berbagai tradisi lokal tetap dilestarikan, seperti Suronan, Nyadran, Bersih Desa, hingga kegiatan keagamaan berupa Yasinan, kenduri, pengajian rutin ibu-ibu setiap pekan, serta pengajian bapak-bapak setiap malam Jumat. Menurut Djudi, pelestarian budaya dan kehidupan religius menjadi fondasi penting dalam menjaga kerukunan serta memperkuat jati diri masyarakat desa.
Selain itu, Desa Jekani juga memiliki aktivitas seni yang cukup berkembang. Kelompok karawitan dan campursari masih aktif sebagai wadah pelestarian budaya Jawa sekaligus sarana mempererat kebersamaan warga.
Mayoritas penduduk Desa Jekani menggantungkan hidup dari sektor pertanian. Karena itu, Djudi berharap kebijakan pemerintah ke depan semakin berpihak kepada masyarakat desa, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.
Ia menginginkan layanan kesehatan yang semakin mudah dijangkau serta kesempatan pendidikan yang lebih luas bagi masyarakat. Menurutnya, penambahan perguruan tinggi negeri akan membuka peluang lebih besar bagi anak-anak desa untuk melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya yang tinggi.
Terkait program Sekolah Rakyat, Djudi menilai pelaksanaannya perlu dilakukan melalui pendekatan yang persuasif kepada masyarakat agar dapat dipahami dan diterima dengan baik.
Lebih lanjut, Djudi berharap pemerintah pusat memberikan ruang yang lebih besar bagi aspirasi pemerintah desa dalam merumuskan kebijakan nasional.
“Suara kepala desa juga perlu didengar. Jangan sampai hanya program nasional yang diprioritaskan tanpa memperhatikan kondisi dan kebutuhan riil di desa,” katanya.
Djudi diketahui telah beberapa kali dipercaya memimpin Desa Jekani. Ia menjabat pada periode 2001–2006, kembali terpilih untuk 2007–2013, kemudian setelah sempat tidak menjabat selama satu periode, kembali memimpin pada periode 2019 hingga kini. Di mata masyarakat, Djudi dikenal sebagai sosok yang humanis, sederhana, dan rendah hati dalam menjalankan roda pemerintahan desa.
