Membuka Tirai Kebenaran

Insiden Penyunatan Gaji Guru di Karanganyar Bikin Gempar, Begini Kejadiannya

2 min read

Gambar ilustrasi pihak ketiga

LintasIndoNews.com |  Karanganyar –Gaji Guru “dipotong” untuk menambah kekurangan biaya pembangunan gedung pertemuan Graha PGRI. Gedung tersebut akan berdiri di atas tanah seluas 5.000 M2 dan menghabiskan dana sekitar Rp7,2 miliar.

Seorang guru membenarkan adanya pemotongan gaji para guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), mulai dari SD, SMP, SMA/sederajat. Besaran gaji yang dipotong adalah Rp100 ribu per bulannya.

“Benar, gaji kami dipotong Rp100 ribu per bulan. Dan sudah dipotong saat awal kami gajian,” ujar sumber di lansir dari  Okezone yang meminta identitasnya dirahasiakan, Senin (5/8/2019). Pemotongan gaji itu akan berlangsung hingga 10 bulan alias dengan tota potongan Rp1 juta.

Ternyata, pemotongan gaji bagi para tenaga pendidik ini sudah pernah dilakukan sebelumnya. Saat itu, gaji mereka dipotong untuk membeli lahan yang akan dibangun Gedung Graha PGRI.

“Dulu juga dipotong. Kalau sekarang itukan dipotong sampai 10 bulan. Jadi per guru, menyumbang Rp1 juta. Kalau dulu itu besarannya Rp600 ribu buat beli tanah yang sekarang mau dibangun,” ujarnya.

Keputusan memotong gaji para guru sebagai iuran itu disampaikan berdasarkan hasil rapat yang digelar di rumah dinas Bupati Karanganyar. Memang, saat rapat itu disampaikan kalau iuran ini statusnya tidak memaksa.

“Memang kalimatnya tidak memaksa. Tapi kepala dinas waktu rapat bilang ‘ora mekso guru, ning sing ora gelem laporno, aku pengen ngerti sopo wae sing ora gelem’,” kata sumber itu menirukan apa yang diucapkan Kepala Dinas Pendidikan dalam rapat tersebut.

Sementara itu dari penelusuran wartawan, ditemukan surat edaran berkop surat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Nomor 095/Um/Kra/XX/2019.

Surat tersebut berisi prihal sumbangan pembangunan gedung PGRI Graha Karanganyar yang ditujukan untuk kepala sekolah SMA, SMK, MA,SMP, MTs Negeri se-Kabupaten Karanganyar.

Kemudian Kepala UPT PUD NFI dan SD di Kabupaten Karanganyar, Pengurus Pleno PGRI, Pengurus Cabang/Cabang Khusus PGRI, pengurus ranting SMA, SMP, MA, MTs negeri dan pengurus IGTKI PGRI kabupaten Karanganyar.

Dalam surat tersebut ditulis, berdasarkan hasil musyawarah yang digelar hari Jumat 12 Juli 2019 di rumah dinas bupati disepakati PGRI akan membangun Gedung PGRI Graha Karanganyar yang sesuai RAB menelan dan sebesar Rp7,2 miliar.

Untuk menutupi kekurangan Rp6,4 miliar diambil dari iuran 6.420 anggota, di mana tiap anggota memberikan iuran sebesar Rp100 ribu selama 10 bulan. Sehingga bila dikalikan dengan jumlah anggota akan terkumpul dana sebesar Rp6.4 miliar.

Sementara itu Ketua PGRI Karanganyar Aris Munandar saat di konfirmasi membenarkan adannya rencana pembangunan gedung PGRI Graha Karanganyar. amun, Aris menolak bila pihaknya melakukan pemotongan terhadap gaji para guru untuk membangun gedung.  (Seno)

Sumber: okezone

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.