Membuka Tirai Kebenaran

Kades Tidak Transparan Pengunaan ADD, Masyarakat Lapor Ormas Laki Laskar Antikorupsi Indonesia.

2 min read

LAKI (Laskar Anti Korupsi Indonesia)

LINTASINDONEWS.com, ACEH – Anggaran yang dikelola langsung oleh desa banyak menimbulkan masalah dan konflik di internal Pemerintahan desa, mulai dari perangkat desa sampai masyarakat dengan kepala desa.

Anggaran yang turun ke desa yang dikelola langsung oleh pihak Desa memang sangat Besar, Mulai dari Alokasi Dana Desa, (ADD) yang bersumber dari APBD Kabupaten dan di tambah Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN.

Konflik terkait ini terjadi salah satunya di Desa Aramia kecamatan Bayeun kabupaten Aceh timur, di mana masyarakat desa aramia mengadu permasalah tersebut kepada DPC Lembaga Swadaya Masyarakat ORMAS laki Aceh timur.

Dengan laporan bahwa Geuchik gampong aramia di laporka warganya, dengan dalih kepala desa tidak transparan dengan masyarakat dalam pengelolaan dana desa dana ADD 2018 dan dana APBN (BKPG-PNPM) 2018.

Saiful anwar ketua laki (Laskar Anti Korupsi Indonesia) Yang di dampingi oleh puluhan masyarakat kepada Wartawan mengatakan, Bahwa dirinya bersama masyarakat ingin melaporkan Kepala Desa aramia di duga oleh warganya ada indikasi menyelewengkan dana ADD tahun 2018 dan BKPG tahun 2018.

“Dalam kasus dugaan penyelewengan dana tersebut masyarakat menyebutkan ketidak transparannya, pemimpin Gampong (pemerintahan Gampong) dengan masyarakat di mana pada setiap keluar dana desa tidak pernah diadakannya musyawarah, malah warga yang ingin tahu tentang perkembangan pembangunan Gampong juga tidak bisa, alias ditutup tutupi,” katanya.

Masyarakat sekarang bertanya tanya ada apa dengan pimpinan mereka padahal menteri desa sudah pernah menyampaikan kepada publik bahwa tentang pengelola dana desa kepala desa degan masyarakat harus bekerja sama dan tranparan kepada masyarakat.

“Kami sudah lelah degan sikap kepala desa kami, di setiap kami menanyakan kepada kepala desa maupun kepada aparatur Gampong tentang dana desa tidak pernah di gubrih oleh perangkat desa maupun kepala desa, selain itu pihak aparatur Gampong sudah pernah di ajak untuk mengadakan cara musyawarah umum, tapi selalu dielak oleh-kepala desa tersebut,” Ujarnya.

Di lansir dari Meja redaksi, kiriman dari LAKI hasil konfirmasi L-nya menyebutkan, kepala desa melalui telpon yang mengatakan tidak benar atas laporan masyarakat nya ke ormas laki (laskar antikorupsi indonesia).

Saiful anwar konfirmasi dengan zainuddin kecamatan Bayeun untuk di evaluasi ke desa aramia, untuk memastikan laporan masyarakat.

Camat zainuddin berjanji dalam beberapa hari akan memanggil kades meminta keterangan nya. (Tim)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.