![]()
SUARA PENDIDIKAN
SRAGEN – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Kabupaten Sragen. Salah satu peserta didik Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Sragen, Kanza Naura Kanaya Putri, berhasil meraih Medali Perak pada ajang Grand Final Olimpiade Nasional (OMNAS) 2026 yang digelar di Universitas Negeri Surabaya (Unesa) pada 27–28 Juni 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa siswa madrasah mampu bersaing dengan ribuan peserta berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia dalam kompetisi akademik tingkat nasional.
OMNAS merupakan salah satu ajang bergengsi yang mempertemukan pelajar terbaik dari seluruh Indonesia untuk menguji kemampuan di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Melalui persiapan yang matang, kerja keras, serta semangat belajar yang tinggi, Kanza mampu menunjukkan performa terbaik hingga berhasil membawa pulang medali perak.
Kepala MIN 1 Sragen, Muh Rosyid Ridho, mengungkapkan rasa syukur sekaligus bangga atas capaian yang diraih siswinya tersebut. Menurutnya, prestasi itu merupakan hasil dari sinergi antara kerja keras peserta didik, dedikasi guru pembimbing, serta dukungan penuh dari orang tua.
“Alhamdulillah, prestasi ini menjadi kebanggaan bagi keluarga besar MIN 1 Sragen. Semoga menjadi motivasi bagi seluruh peserta didik untuk terus belajar, berprestasi, dan berani bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Terima kasih kepada guru pembimbing dan orang tua yang telah mendampingi ananda hingga meraih prestasi nasional,” ujarnya.
Prestasi ini sekaligus memperkuat komitmen MIN 1 Sragen dalam mencetak generasi unggul melalui berbagai program pembinaan akademik maupun nonakademik yang dilakukan secara berkelanjutan.
Pihak madrasah berharap capaian tersebut mampu menjadi inspirasi bagi seluruh peserta didik untuk terus mengembangkan potensi diri, berkompetisi secara sehat, serta mengharumkan nama madrasah, Kabupaten Sragen, hingga Indonesia di berbagai ajang nasional maupun internasional. (kemenag sragen/Seno)
- Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi
- Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up
- 25 Ribu Jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah Padati Gedung Dewi Sri Purwodadi, KH Muchtar Mu’thi Tekankan Jaga NKRI dan Perdalam Ilmu Agama
- Diduga Lakukan Pemerasan hingga Tahan SHM, ED Sang Rentenir Warga Kwangen Gemolong Resmi Dilaporkan ke Polisi
- Gotong Royong Mengalir untuk Pembangunan Ponpes SAPU JAGAD Gemolong, Puluhan Relawan dan Donatur Ambil Bagian
-
Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi
OPINI oleh: S. Rianto Pemerhati Kebijakan Publik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026 sejatinya bukan sekadar proyek pembangunan saluran air. Program ini merupakan instrumen strategis negara untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kelembagaan petani melalui Perkumpulan Petani Pemakai…
-
Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up
Oleh: Djoni Sugara, Ketua Tim Investigasi LAPAAN RI OPINI, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa setiap rupiah uang negara harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang berkualitas. Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: tidak boleh ada lagi proyek yang dikerjakan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi. Karena itu, ketika publik masih menemukan dugaan…




