![]()
SENI BUDAYA
SRAGEN – Momen peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen berlangsung meriah. Warga Desa Brojol dan Desa Bagor berpartisipasi aktif dalam berbagai kegiatan, mulai dari lomba rakyat, karnaval, jalan sehat, hingga tradisi khas berupa Gerebeg Klobot dan gunungan.

Suasana semakin semarak ketika para pemuda Karang Taruna bersama masyarakat menghias lingkungan dengan bendera serta umbul-umbul. Tradisi ini tak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol persatuan, kebersamaan, serta wujud penghormatan atas perjuangan para pahlawan.
Sambutan Panitia Karang Taruna
Ketua panitia Karang Taruna Desa Brojol, Nicho (50), menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas antusiasme masyarakat.
“Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa, karena pada hari ini kita dapat bersama-sama merayakan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dalam suasana khidmat dan penuh syukur. Terima kasih kepada seluruh masyarakat, pemuda, serta insan pendidikan dan seni yang telah berkontribusi dengan karya terbaiknya,” ujarnya saat memberikan sambutan di Lapangan Desa Brojol, pekan lalu.
Ia juga berpesan agar generasi muda tetap berperan aktif dalam membangun bangsa.
“Khususnya para pemuda, kalian adalah penerus bangsa yang memegang peranan penting untuk membawa Indonesia menuju kemerdekaan yang sesungguhnya,” tambahnya.
Seni Rodad Bangkit Kembali
Hal menarik lainnya pada perayaan kali ini adalah penampilan seni tradisional Rodad di Gerebeg Klobot Desa Bagor. Setelah puluhan tahun vakum, seni budaya bercorak Islami tersebut kembali hadir dengan sentuhan kreasi semi modern.
Rodad yang digawangi oleh Robani (58) dan digagas bersama Awi (43), pegiat media asal Desa Bonagung Tanon, resmi diluncurkan kembali. Keduanya berkolaborasi demi melestarikan nilai budaya yang hampir hilang.
“Pertunjukan ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga sarat makna tentang keberagaman budaya bangsa dengan semangat persatuan. Saat ini banyak nilai jati diri bangsa yang mulai terkikis, dan kami ingin mengingatkan kembali pentingnya pelestarian budaya,” tutur Robani.
Sambutan Positif Masyarakat
Penampilan seni Rodad yang berkolaborasi dengan kirab Gerebeg Klobot mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Para seniman muda menunjukkan formasi atraktif yang membuat acara semakin memukau.
Banyak tokoh dan pejabat daerah yang hadir pun mengaku kagum dengan kreativitas para pemuda.
“Tadi penampilannya luar biasa keren. Anak-anak muda ini punya bakat hebat di bidang kesenian tradisional. Harus dipertahankan dan dilestarikan agar semakin mencintai budaya sendiri,” ungkap Suradi, salah satu warga yang hadir.
Masyarakat berharap agar seni budaya seperti ini dapat digelar secara rutin setiap tahun, sekaligus menjadi identitas lokal yang mengakar kuat di Sragen.
Kontributor|Awi








-
TikToker Heri Sweke Resmi Jadi Tersangka, Kasus Pelecehan Verbal di Medsos -
Ritual Langka 8 Tahunan, Karaton Surakarta Gelar Labuhan Ubo-rampé Adang DAL 1959 di Parangkusumo -
Drama Kuasa Hukum di Kasus Sinuwun: Satu Mundur, Tim Baru Langsung Tancap Gas di Sidang Perdana -
AKJII Resmi Dibentuk, Siap Jadi “Tameng” Jurnalis Hadapi Intimidasi -
Reuni Hangat Eks Karyawan Armada Subentra Finance, Halal Bihalal Lintas Kota Penuh Nostalgia dan Kisah Sukses




