Membuka Tirai Kebenaran

Kepada Para Guru, Prabowo Meminta Untuk Ceritakan Kekejaman PKI Ke Siswa

2 min read

Rektor Universitas Pertahanan Indonesia, Letjen TNI Tri Legionosuko, membacakan sambutan Menhan Prabowo Subianto. (Lisye/detikcom)

LINTASINDONEWS.com – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto berharap para guru sejarah menceritakan sejarah pemberontakan dan kekejaman PKI ke siswa. Prabowo menduga komunisme masih eksis di Indonesia.

Pernyataan Prabowo itu disampaikan tertulis dalam sambutan acara bedah buku ‘PKI Dalang dan Pelaku Kudeta G30S/1965’ karya Aminudin Kasti dkk di gedung Lemhannas RI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Sabtu (23/11/2019). Prabowo tak bisa menghadiri acara tersebut sehingga sambutan dibacakan Rektor Universitas Pertahanan Indonesia, Letjen TNI Tri Legionosuko.

“Saya berharap melalui acara bedah buku ini dapat meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi tentang PKI adalah dalang dan pelaku kudeta. Saya juga berharap kepada para guru sejarah di sekolah-sekolah, dapat menyampaikan sejarah pemberontakan dan kekejaman PKI yang benar kepada para siswa-siswinya,” kata Tri membacakan sambutan tertulis Prabowo.

Dia mengatakan paham komunis masuk ke Indonesia dari berbagai sisi. Dia menegaskan PKI telah mencatat lembaran hitam di Indonesia.

“Hal itu karena paham komunis telah masuk ke Indonesia dengan berbagai pemahamannya. Lembaran hitam telah tercatat dalam lembah hitam di Indonesia. Yang telah memakan korban dan jiwa,” ujarnya.

Menurut dia, mengatakan PKI saat itu berusaha menggulingkan pemerintahan resmi di Indonesia. Dalam pandangan Prabowo, DN Aidit dkk berusaha mengubah Indonesia menjadi negara komunis.

“Bagi bangsa Indonesia telah mencatat lembaran hitam dalam perjalanan bangsa dan negara Indonesia dan nyata-nyata telah terbukti beberapa kali berusaha merobohkan kekuasaan pemerintah RI yang sah. Salah satunya Gerakan 30 September 1965, yang merupakan gerakan dengan tujuan untuk menggulingkan pemerintahan Presiden Sukarno yang sah dan mengubah Indonesia menjadi negara komunis,” kata dia.

“Gerakan ini dipimpin oleh DN Aidit, setelah peristiwa G30S memaksa rakyat Indonesia untuk mendesak pembubaran PKI melalui Tap MPR Nomor 25/MPR RI 1966 setelah runtuhnya negara Uni Soviet sebagai negara dari mana negara komunis tersebut,” imbuhnya.

Menurut dia, berakhirnya era perang dingin tidak serta-merta membuat komunisme jatuh. Ada beberapa negara lain yang sampai saat ini menganut paham tersebut.

“Berakhirnya era perang dingin, muncul era globalisasi tidak berarti bahwa komunisme turut runtuh, beberapa negara yang menganut ideologi komunis masih eksis antara lain RRC, Vietnam, Kuba. Dengan demikian, ideologi komunis dan gerakan komunisme di Indonesia patut diduga masih tetap eksis. Untuk itu, kita harus selalu meningkatkan kewaspadaan,” ujarnya. (knv/fdn)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.