Pasca Ditetapkan Sebagai Desa Wisata, Desa Tunggulsari Potensi Wisata Mina Mangrove

Pasca Ditetapkan Sebagai Desa Wisata, Desa Tunggulsari Potensi Wisata Mina Mangrove

Loading

LINTASINDONEWS.com, PATI –Pemerintah Kabupaten Pati menetapkan Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu Kabupaten Pati sebagai desa wisata. Alasannya, desa di kawasan pesisir itu memiliki keunggulan hutan mangrove. Sejak beberapa tahun lalu secara perlahan namun pasti pemerintah desa setempat telah mengembangkan wisata mina mangrove.

Tekat kuat Pemdes setempat ini, menetapkan pada 2020 akan membangun kawasan pariwisata lengkap dengan berbagai fasilitas penunjangnya. Pembangunan fasilitas dimulai dari pintu masuk dengan fasilitas gedung pertemuan, dan fasilitas yang lain .

“Kita mempunyai konsep bawasanya kita angkat dengan wisata mina mangrove. Karena potensi kita ada di mina dan mangrove, nah sekarang kita melihat keunggulan kita di bandeng mina intensif dengan nila salin, dengan areal mangrove yang kita miliki sekarang sekitar 30 hektare sementara yang kita kelola baru setengah hektarenya saja,” kata Jarot Supriyanto, Kades Tunggulsari

Jarot Supriyanto mengatakan, pihaknya telah mendapatkan gambaran-gambaran dalam pengembangan obyek wisata mina mangrove berdasar hasil lomba tingkat provinsi. Pada lomba itu Desa Tunggulsari Kecamatan Tayu mendapat nomor empat dan mendapat hadiah dana stimulan senilai tujuh juta lima ratus ribu rupiah.

“Alhamdulillah demikian hasil dari uang tersebut. Itu kemarin kita bikin DED untuk dananya sangat besar, tapi itu mimpi ke depan dengan harapan bisa terwujud dengan dana sekitar lima puluh milyar rupiah,” jelasnya.

Semantara itu. untuk menggerakan warga mengembangkan wisata mina mangrove di desanya, kata Kades Tunggulsari, memberikan dana pancingan sekitar lima puluh juta rupiah yang dianggarkan dari APBDes. Dalam pembangunannya itu, pemdes menggandeng pemuda dan kelompok sadar wisata (Dawis) dengan hasil yang layak untuk dikunjung masyarakat umum.

“Rencananya, di obyek wisata itu, pengelola bersama pemdes akan melengkapi sarana dan prasarana menuju ke lokasi melalui jalur air dan jalur darat yang akan melingkar dan dermaganya yang menjadi daya tarik wisatawan untuk bisa mengakses ke lokasi wisata tersebut lengkap dengan tempat parkir kendaraan bermotor,”
Kedepannya, pasca lomba yang diikuti tersebut, pada 2020 Pemprov Jawa Tengah berjanji akan memberikan dukungan dana lima ratus juta rupiah.(Tri)