KNPI Boyolali Resmi Dipimpin M Alfi Cahyani, Siap Jadi Motor Kolaborasi Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

KNPI Boyolali Resmi Dipimpin M Alfi Cahyani, Siap Jadi Motor Kolaborasi Pemuda Menuju Indonesia Emas 2045

Loading

BOYOLALI – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Boyolali Masa Bakti 2025–2028 resmi dilantik dalam prosesi yang berlangsung di Pendopo Agung Kabupaten Boyolali, Rabu (1/7/2026).

Pelantikan yang mengusung tema “Sinergi Pemuda Transformatif, Menuju Indonesia Emas 2045” menjadi momentum penguatan peran pemuda sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Acara pelantikan dihadiri Bupati Boyolali Agus Irawan, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Ketua DPD KNPI Jawa Tengah Casytha Arriwi Kathmandu, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, kepala perangkat daerah, jajaran DPD KNPI se-Solo Raya, organisasi kepemudaan (OKP), tokoh masyarakat, serta berbagai elemen kepemudaan.

Dalam prosesi tersebut, M. Alfi Cahyani, S.Kom. resmi dilantik sebagai Ketua DPD KNPI Kabupaten Boyolali Masa Bakti 2025–2028. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan organisasi yang semakin solid, adaptif, inklusif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan melalui semangat kolaborasi serta inovasi.

Alfi menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Pelantikan ini bukan sekadar legalitas formal organisasi, tetapi menjadi titik awal bagi DPD KNPI Kabupaten Boyolali untuk menghadirkan kerja nyata. Kami berkomitmen memperkuat konsolidasi organisasi, membangun kolaborasi dengan seluruh elemen kepemudaan, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan pembangunan kepemudaan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.

Menurut Alfi, sejumlah agenda prioritas akan menjadi fokus kepengurusan selama tiga tahun ke depan, di antaranya memperkuat konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan, meningkatkan kualitas kaderisasi, memperluas kolaborasi antarelemen kepemudaan, serta melahirkan program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPD KNPI Jawa Tengah, Casytha Arriwi Kathmandu, mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman yang menjadi karakter KNPI.Ia mengibaratkan KNPI sebagai sebuah kebun bunga yang dipenuhi berbagai jenis bunga dengan karakter berbeda, namun tetap indah ketika dirawat bersama.

“Saya menitipkan ‘kebun bunga’ KNPI Boyolali kepada seluruh jajaran pengurus agar dirawat dengan semangat persatuan, kolaborasi, dan pengabdian. Jangan sampai perjalanan organisasi hanya berhenti pada Musda atau pelantikan, tetapi harus mampu melahirkan program-program yang benar-benar bermanfaat bagi pemuda dan pembangunan Kabupaten Boyolali,” tuturnya.

Bupati Boyolali, Agus Irawan, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Boyolali akan terus membuka ruang kolaborasi dengan organisasi kepemudaan sebagai bagian dari upaya mempercepat pembangunan daerah.

“Pembangunan tidak akan berhasil tanpa keterlibatan generasi muda. Karena itu, kami berharap KNPI mampu menjadi rumah besar bagi seluruh organisasi kepemudaan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun Boyolali yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” kata Agus.

Pelantikan tersebut sekaligus menandai dimulainya estafet kepemimpinan DPD KNPI Kabupaten Boyolali untuk periode 2025–2028. Selain menjadi agenda seremonial, momentum ini diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi generasi muda dalam pembangunan daerah.

Dengan mengusung semangat “Sinergi Pemuda Transformatif, Menuju Indonesia Emas 2045”, DPD KNPI Kabupaten Boyolali diharapkan menjadi lokomotif gerakan kepemudaan yang inklusif, adaptif, dan solutif. Sinergi bersama pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, organisasi kepemudaan, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan berbagai inovasi serta pengabdian yang berdampak nyata bagi kemajuan Boyolali dan terwujudnya Indonesia Emas 2045. (Cak Andong)

  • Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi

    Jangan Biarkan Program Irigasi Menjadi Proyek Formalitas, Kepala Desa Jangan Intervensi

    OPINI oleh: S. Rianto Pemerhati Kebijakan Publik Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 1776/KPTS/Mn/2026 sejatinya bukan sekadar proyek pembangunan saluran air. Program ini merupakan instrumen strategis negara untuk memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperkuat kelembagaan petani melalui Perkumpulan Petani Pemakai…

  • Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up

    Era Prabowo Menuntut Mutu, Bukan Proyek Asal Jadi Apalagi Jika Ada Oknum Yang Memback Up

    Oleh: Djoni Sugara, Ketua Tim Investigasi LAPAAN RI OPINI, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berulang kali menegaskan bahwa setiap rupiah uang negara harus kembali kepada rakyat dalam bentuk pembangunan yang berkualitas. Pesan itu sederhana, tetapi memiliki makna mendalam: tidak boleh ada lagi proyek yang dikerjakan sekadar menggugurkan kewajiban administrasi. Karena itu, ketika publik masih menemukan dugaan…

  • 25 Ribu Jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah Padati Gedung Dewi Sri Purwodadi, KH Muchtar Mu’thi Tekankan Jaga NKRI dan Perdalam Ilmu Agama

    25 Ribu Jamaah Thoriqoh Shiddiqiyyah Padati Gedung Dewi Sri Purwodadi, KH Muchtar Mu’thi Tekankan Jaga NKRI dan Perdalam Ilmu Agama

    GROBOGAN, Sekitar 25.000 warga Thoriqoh Shiddiqiyyah dari berbagai daerah memadati Gedung Serbaguna Dewi Sri, Jalan Thamrin, Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (12/7/2026). Mereka menghadiri peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang dirangkaikan dengan Shilaturrahmi dan Tasyakuran ke-26 Thoriqoh Shiddiqiyyah. Acara berlangsung khidmat dengan nuansa religius dan syiar Islam. Hadir langsung Guru Besar Thoriqoh Shiddiqiyyah,…