![]()
GROBOGAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Purwodadi resmi membuka Program Pendidikan Kesetaraan Paket B dan Paket C bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), Selasa (27/1/2026).

Pembukaan program ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Lapas Kelas IIB Purwodadi dan Satuan Pendidikan Non Formal Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kabupaten Grobogan. Kegiatan berlangsung di Aula Ajisaka Lapas Purwodadi dan menjadi awal resmi pelaksanaan pembelajaran bagi para warga binaan.
Sebagai simbol dimulainya program, dilakukan pengalungan tanda peserta secara simbolis serta penyerahan alat tulis kepada perwakilan peserta didik.
Sebanyak 48 warga binaan tercatat mengikuti program pendidikan kesetaraan ini, terdiri dari 2 WBP pria dan 46 WBP wanita. Rinciannya, 18 orang mengikuti Program Paket B dan 30 orang mengikuti Program Paket C.
Program ini merupakan bagian dari komitmen Lapas Purwodadi dalam pemenuhan hak pendidikan bagi warga binaan, sekaligus sebagai upaya pembinaan berkelanjutan agar mereka memiliki bekal yang lebih baik setelah bebas nanti.
Ketua SKB Kabupaten Grobogan, Yuni Astutik, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut. Menurutnya, pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam membekali warga binaan dengan pengetahuan serta ijazah yang memiliki legalitas formal.
“Pendidikan kesetaraan menjadi langkah penting agar warga binaan memiliki bekal yang sah dan diakui secara formal untuk melanjutkan kehidupan mereka setelah selesai menjalani masa pidana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas IIB Purwodadi, Erik Murdiyanto, menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu pilar utama dalam sistem pembinaan di dalam lapas. Ia berharap para peserta dapat mengikuti program ini dengan sungguh-sungguh dan penuh disiplin.
“Melalui program pendidikan kesetaraan ini, Lapas Purwodadi tidak hanya membuka ruang belajar, tetapi juga membuka harapan. Kami percaya setiap warga binaan memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk berubah, bertumbuh, dan menata masa depan yang lebih baik. Pendidikan adalah jembatan menuju kehidupan yang lebih bermartabat,” tegas Erik.
Dukungan juga disampaikan Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Sutomo, S.Pd., M.Pd. Ia menegaskan bahwa program ini merupakan wujud pemerataan akses pendidikan bagi seluruh warga negara tanpa terkecuali.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan perkenalan para pamong belajar atau tenaga pendidik yang akan mengajar dalam Program Paket B dan Paket C. Suasana kegiatan berlangsung hangat dan penuh antusias dari para peserta didik.
Pelaksanaan pendidikan kesetaraan ini juga menjadi bagian dari dukungan Lapas Purwodadi terhadap 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya pada poin penyelenggaraan pendidikan kesetaraan bagi narapidana dan anak binaan.
Kegiatan ditutup dengan sesi dokumentasi bersama jajaran Lapas Purwodadi, pihak SKB Grobogan, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, serta seluruh peserta program pendidikan kesetaraan.
Melalui kerja sama ini, Lapas Purwodadi kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pembinaan yang humanis, edukatif, dan berorientasi pada masa depan warga binaan.
AL.1 – Grobogan

