Membuka Tirai Kebenaran

Media Online Joglosemarnews.com Langgar Kode Etik, Puluhan Wartawan dan LSM Minta Wartawannya di Tindak Tegas, Bikin Berita Hoax

4 min read

Saat audensi dengan kasek SMKN 1 Miri, selasa (25/2)

LINTASINDONEWS.com, SRAGEN, Setelah muncul pemberitaan di Joglosemar.com dengan judul

Di Serbu Gerombolan Wartawan Bodrex dan LSM Abal – abal,  Kepala Sekolah dan Kades di Sragen Resah. Modus Minta jutaan di sertai paksaan,  ada yang sampai nyengging guru, yang terbit edisi 22 februari 2020.

Beberapa elemen media dan LSM hingga Ormas Angkat bicara, hal ini di sampaikan saat mendapat undangan peliputan kegiatan SMKN 1 Miri tepatnya di gedung IPHI Miri depan SMKN 1 Miri melalui Warsito, selaku orang tua wali murid SMKN 1 Miri yang juga sebagai Pemimpin Redaksi media online  beritaistana.com. Selasa (25/2).

Dalam kesempatan ini setelah selesai acara rapat sosialisasi bersama wali murid kelas 10, beberapa media baik cetak online serta LSM dan Ormas di beri kesempatan untuk Audensi, untuk mengklarifikasi permasalahan yang ada.

Sarno selaku Kasek SMKN 1 Miri saat membuka sesi audensi, siap dengan sikap yang tranpraransi, menyampaikan dan menjawab pertanyaan yang akan di sampaikan.

Audensi terbuka berlangsung dengan beberapa pertanyaan dari awak media, maupun LSM seputar sumbangan yang di buat dengan pernyataan dan pilihan yang bervariasi, serta berita yang di muat Media Online Joglosemarnews.com di situ jelas tertulis nama penulis wardoyo.

Di awali dari Dwi Iswanto, selaku ketua PAC AWPI kabupaten sragen dan jurnalis teliksandi.id, yang juga sebagai wali murid menyampaikan seputar hubungan pers  dan sekolah, dia merasa prihatin jika sekolah yang notabene dekat tempat tinggalnya menjadi ajang berita yang negatif, dan menyayangkan jika ada berita yang buruk.

Sementara itu Sugeng Rianto, selaku pemimpin redaksi media online lintasindonews.com yang juga menjadi wakil direktur Media Group AWPI, menceritakan awal kronologi mengajukan proposal di SMKN 1 Kalijambe hingga kedatangannya di SMKN 1 Miri yang hanya ingin mengambil dokumen proposal jika memang tidak di disposisi.

“Kami selang beberapa hari setelah memasukkan proposal di SMKN 1 Kalijambe, mau kita tanyakan saat itu Bapak Sarno tidak di tempat, dan kami menanyakan di ruang TU tidak ada yang tahu, “ungkapnya.

Kemudian masih kata Sugeng yang biasa di sapa Rian ini, dia dan rekannya berinisiatif untuk datang di SMK N 1 Miri, disebutkan saat itu di SMKN 1 Kalijambe hanya sebagai Plt Kasek.

“Yang jelas saat itu saya tidak tahu entah itu pak Sarno sudah purna atau belum ketika Plt di SMKN 1 Kalijambe, namun yang terjadi Guru yang juga menjabat Kepala TU mengajak debat tentang jurnalistik, hingga suasana memanas, guru yang di ketahui bernama edi itu tidak ramah, saat di sapa rekan saya jawabnya sangat ketus, hingga malah mengajak berdebat tentang pengetahuan dunia jurnalistik, “bebernya.

Kemudian Edot ketua korwilsus soloraya juga menyampaikan insiden yang terjadi, seputar kejadian yang sebenarnya. Dia katakan AWPI sudah resmi terdaftar di kemenhum &:ham, jika ada berita di joglosemarnews.com menyinggung seputar diklat jurnalistik berarti mengarah ke dirinya dan Organesasinya.

“Berita itu sangat tidak berimbang tanpa ada klarifikasi di kedua belah pihak, mosok saya mau mengajukan hak jawab malah nomer HP saya di blokir sama wardoyo, “jelasnya.

Lebih lanjut, edot menilai berita tidak di sertai dengan kenyataan adalah hoax. Untuk itu dia berharap wardoyo harus klarifikasi kepada pihaknya. Dia pastikan apa pihak sekolah mengundang wardoyo selaku wartawan joglosemar, dan merasa heran dalam box redaksi sudah tidak terbuka ketika di klik, hanya bersifat privasi masuk ke email. Padahal jauh hari sebelumnya bisa di buka.

“Sangat di sayangkan media sebesar joglosemarnewscom, wartawannya tidak paham kode etik jurnalistik, kasihan mediannya jika punya wartawan seperti itu, harusnya hak jawab saya di penuhi bukan malah di blokir, “Ketusnya.

Sementara itu Slamet Darmadi biasa di sapa mbah memet, wartawan tabloid target news juga menjelaskan keberadaan rekan-rekan di media, dirinya dengan rekan-rekan tidak mau jika terimbas oleh berita hoax, yang selama ini menganggap wartawan bodrex semua tanpa menyebut oknum dalam judul. Dia ingin agar wardoyo penulis joglosemarnews.com bisa di hadirkan.

Di waktu yang sama, RT. Sugiyanto dari LSM Lidik krimsus RI, mengkritisi kebijakan sekolah dalam membuat sumbangan dana sukarela, dia menyampaikan jika membuat pernyataan sama dengan membebani, karena sudah menyatakan.

Namun ketua komite SMKN 1 Miri, menampik tentang beban itu, dia jelaskan jika pernyataan itu pihak komite dan sekolah tidak akan menuntut jika tidak terpenuhi.

Setelah beberapa pertanyaan yang di sampaikan, Sarno merasa tidak pernah mengundang wardoyo, dia katakan hanya sempat bertanya kepada didik warga gilirejo miri.

“Saya hanya bertanya saja, apa mengenal dengan foto-foto yang datang ke sekolah ini, itu saja. Saya juga kaget kok ada berita di joglosemar seperti itu, “urainya.

Kemudian dalam situasi yang agak memanas, Beberapa rekan media  berharap dan meminta pihsk sekolah untuk di pertemukan dengan wardoyo. Namun Kasek mengatakan tidak memiliki nomer Wardoyo.

“Saya sempat mencari dan bertanya apa ada yang memiliki nomer wardoyo, namun tidak berhasil, “akunya.

Sementara Warsito anggota PPWI (Persatuan Pewarta Warga Indonesia) dan juga pemimpin redaksi media online beritaistana.com, saat di minta tanggapan seputar berita joglosemar mengutarakan, kekecewaanya dengan berita hoax tersebut.

Dia katakan, joglosemar di harap membuat berita yang seimbang dan harus klarifikasi terlebih dahulu. Untuk itu Warsito menghimbau agar insan pers selalu saling menjaga dan bersatu, bukan malah saling menjegal.

“Jadi gini, dalam pemberitaan joglosemar menyebut wartawan dan lsm, tentu tidak menyebut oknum berarti mencakup seluruh wartawan indonesia, tentu saya selaku insan pers saya juga merasa tersinggung dengan adanya pemberitaan online joglosemar, agar kedepan joglosemar juga lebih berhati – hati jangan ngawur, “pungkasnya.

Hingga berita ini di unggah Didik selaku yang disebut Sarno belum bisa di temui, saat di datangi di kediamannya sedang pergi. (Tim AWPI)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.