Membuka Tirai Kebenaran

Mengejutkan, ini Klarifikasi Didik Warga Gilirejolama Sempat Disinggung Kepala Sekolah SMKN 1 Miri, Bahkan Salah satu Wartawan Senior Sebut Berita di Joglosemar Bukan Produk Jurnalistik

3 min read

Saat tim bertemu Didik (jaket hitam) warga Gilirejolama, bersatu kembali dan damai. Rabu (26/2/2020)

LINTASINDONEWS.com, SRAGEN – Setelah terjadi gonjang – ganjing di media Online joglosemarnews.com dengan berita yang sangat menyudutkan hati nurani pekerja pers, yang selama ini sering bertugas di wilayah Sragen. Bila di kaji lebih dalam bukanlah produk jurnalis yang mendidik untuk di konsumsi publik.

Salah satu wartawan senior kepada media lintasindonews.com angkat bicara. Dia katakan jika wartawan yang sudah lolos uji kompetensi wartawan tidak akan menulis berita seperti itu.

Dia katakan, berita itu sangat provokatif serta membabi buta, dan membias ke segala arah. Hingga banyak korban yang berjatuhan atas tulisan yang diduga penulisnya belum ngerti kode etik itu.

Terkait berita tersebut dengan judul “Di Serbu Gerombolan Wartawan Bodrex dan LSM Abal – abal,  Kepala Sekolah dan Kades di Sragen Resah. Modus Minta jutaan di sertai paksaan,  ada yang sampai nyengging guru ” Yang terbit edisi 22 februari.

Bila di kaji secara umum, gerombolan itu indentik dengan binatang yang berjumlah banyak, bukan hanya empat tapi lebih dari sepuluh.

“Pekerja pers yang jelas di lindungi UU Pers No 40 Tahun 1999 kok di katakan gerombolan?, terkesan kayak preman perusuh masyarakat kok mirip bajingan ya, “jelas wartawan senior yang tak mau namanya di sebut ini dengan terkekeh.

Dia sampaikan, jika menghadapi masalah jangan grusa  – grusu, boleh hati panas tapi kepala dingin, dia meminta untuk bersikap profesional.

” Jangan sampai salah langkah, salah satu oknum penulis itu jangan di buat takut, atau di intimidasi, santai sajalah, “himbau dia melalui telepon gemgamnya. Rabu (26/2/2020.

Tim Bertemu Narasumber

Akhirnya tim bisa bertemu dengan salah satu sumber, yang pernah disebut Sarno Kasek SMKN 1 Miri, bertempat di Kantor LPKSM Putra Lawu Dusun Barong Desa Pendem Kecamatan Sumberlawang, didik wartawan yang dalam hal ini menjadi saksi kunci dengan gamblang membeberkan kepada perwakilan Wartawan dan LSM.

Saat Selasa (25/2/2020) ketika ada pertemuan antara Wartawan, LSM dan Ormas dengan Pihak SMKN 1 Miri perihal pemberitaan yang diterbitkan joglosemarnews.com

Dalam pertemuan Sarno menyatakan tidak pernah mengatakan wartawan bodrek dan LSM abal-abal kepada joglosemarnews.com
Sarno mengatakan bahwa tidak pernah bertemu dengan wardoyo joglosemarnews.com apalagi menyimpan nomor HPnya.

Betapa mengejutkan, didik wartawan membuka gamblang tentang hal itu. Dia katakan wardoyo saat itu memang ngobrol dan wawancara bersama Sarno dan warsini salah satu guru.

“Saat itu saya melihat Sarno, Warsini dan Wardoyo duduk di kantor, disitu mereka ngobrol-ngobrol dan wawancara, “urainya.

Dari penyampaian Didik bisa disimpulkan Dugaan, Sarno telah membohongi Wartawan, LSM dan Ormas yang hadir dalam pertemuan tersebut, sungguh berbalik arah bagai bumerang yang melukai diri sendiri.

Didik sebagai saksi kunci hadirnya Wardoyo joglosemarnews.com di SMKN 1 Miri. Mengenai hal itu, jelas Membuat Kecewa Semua pihak terutama Wartawan, LSM dan Ormas.

Kembali lagi Didik menambahkan, dia kaget bukan main saat namanya sempat disebut oleh Sarno dalam masalah ini.

“Wah kui jenenge Sarno ngelop aku nu, aku merasa diadu domba ini dengan Wartawan, LSM dan Ormas, ” Jelasnya dengan kecewa.

Ia menyayangkan Tindakan Sarno, yang sangat tidak pantas, rela berbuat bohong demi diri sendiri, dan mengorbankan orang lain, ketusnya dengan geram. (Tim)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.