Mengenal Metode pembelajaran inquiri

PENDIDIKAN DAN TEKNOLOGI

Oleh: Maryono, SPd, MPd
Guru SMP Negeri 1 Wirosari Grobogan

GROBOGAN JATENG – Peningkatan kualitas pendidikan merupakan suatu usaha yang harus dilakukan oleh semua penyelenggara pendidikan, baik pendidikan dasar, menengah maupun pendidikan tinggi. Salah satu faktor yang berpengaruh dalam peningkatan kualitas pendidikan dimaksud adalah proses pembelajaran. Pada praktiknya yang selama ini dilakukan guru, yaitu kurangnya memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan diri secara mandiri, sehingga mereka mampu menemukan selera belajarnya sendiri. Oleh karena itu, dalam pembelajaran perlu dicari pendekatan yang tepat dalam rangka upaya peningkatan prestasi belajar sehingga siswa memiliki prestasi belajar sesuai yang diharapkan.

Pemilihan metode pembelajaran yang tepat merupakan manifestasi dari kreativitas seorang guru agar siswa tidak jenuh atau bosan dalam mengikuti proses pembelajaran. Di samping itu juga akan memperjelas konsep-konsep yang diberikan kepada siswa, sehingga dalam proses pembelajaran siswa senantiasa antusias berpikir dan berperan serta aktif. Pemilihan metode pembelajaran haruslah sesuai dengan tujuan pengajaran yang telah dirumuskan. Tujuan pengajaran yang jelas akan memperjelas proses belajar mengajar dalam arti situasi dan kondisi yang harus diperbuat dalam proses belajar mengajar.

Metode pembelajaran yang tepat dan efektif dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran dengan baik dan lancar, secara langsung maupun tidak langsung. Metode pembelajaran akan efisien jika menghasilkan kemampuan siswa seperti yang diharapkan dalam tujuan dan sesuai dengan target materi dan waktu. Oleh karena itu seorang guru harus mampu memilih metode pembelajaran yang tepat bagi siswa.

Pendekatan Inquiri sebagai salah satu metode pembelajaran memiliki dimensi luas dan mendalam akan teori belajar dan cara mengajar. Penerapan pendekatan ini memberikan dukungan dasar yang kuat bagi kegiatan pembelajaran Oleh karena itu dalam pembelajaran memerlukan pendekatan khusus dan harus memiliki pegangan yang mendasar akan konsep dan teori yang didasarkan pada kondisi psikologi.
Pembelajaran dengan metode Inquiri, siswa diperlakukan sebagai sosok pribadi yang mandiri yang berpusat pada siswa karena menciptakan situasi yang memberikan kesempatan siswa untuk mengamati, memperhatikan dan menemukan segala fenomena yang ada dengan memilih, menganalisa, menjawab permasalahan sesuai dengan kebutuhan dan mengambil kesimpulan.
Pengertian Inquiri

Pengertian Inquiri dapat diartikan mencari dan menemukan. Pengertian Inquiri dikemukakan oleh beberapa ahli dengan kalimat yang berbeda namun apabila dipahami pengertian hampir sama. Pembelajaran dengan pendekatan inquiri berarti pembelajaran dengan memberikan kesempatan pada peserta didik dalam pembahasan masalah, cara berpikir dan memecahkan masalah sesuai dengan indikator yang telah ada. Strategi pembelajaran inquiri merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses berpikir kritis dan analitis untuk mencari dan menemukan sendiri jawaban dari suatu masalah yang dipertanyakan. Proses berpikirnya biasa dilakukan melalui tanya jawab antara guru dan siswa.

Strategi pembelajaran ini menekankan kepada proses mencari dan menemukan. Peran siswa dalam strategi ini adalah mencari dan menemukan sendiri, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing siswa untuk belajar (Dirtendik, 2008:36)

Pembelajaran dengan pendekatan inquiri juga melatih berpikir kreatif. Hal ini sesuai pendapat Awang dan Ramly (2008) dalam journal internasional sebagai berikut: Creative means bringing into being samething that was not there before and has been nrought into being. The word “creativity” covers a wide rabnge of different skills. Creative skills neededto change concepts and perceptions. (artinya kreatif berarti membawa sesuatu yang belum ada dan belum dibawa sebelumnya, dibuat menjadi ada. Kata kreativitas mencakup berbagai keahlian yang berbeda. Keterampilan kreatif diperlukan untuk mengubah konsep dan persepsi.
Berdasarkan pendapat tersebut, inquiri merupakan sebuah metode yang digunakan oleh guru ketika mereka meminta siswa untuk membuat sebuah kesimpulan, generalisasi atau pola hubungan dari seperangkat data dan fakta.

Ciri-ciri Pendekatan Inquiri
Sanjaya (2011:199) mengatakan: Ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan oleh setiap guru dalam penggunaan metode inquiri, yaitu: a) Berorientasi pada pengembangan intlektual, b) Prinsip interaksi, c) Prinsip bertanya, d) Prinsip belajar untuk berpikir, e) Prinsip keterbukaan
Berdasarkan pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri pembelajaran inquiri adalah:
Adanya penekanan kepada aktivitas siswa untuk mencari, menemukan dan menempatkan siswa sebagai subyek belajar.
Aktivitas belajar siswa diarahkan untuk mencari dan menemukan jawaban dari indikator, sehingga mendorong kepada kemandirian.

Pembelajaran inquiri bertujuan mengembangkan kemampuan berpikir secara sistematis, kritis, logis, kreatif sebagai proses pematangan diri.
Metode pembelajaran dengan pendekatan inquiri, dilakukan dengan mengkombinasikan berbagai metode pembelajaran. Dalam prakteknya metode ini berpusat pada peserta pendidik (student centered), atau peserta pendidik lebih banyak mendominasi kegiatan pembelajaran.
Metode pembelajaran inquiri tidak menyajikan secara final materi pelajaran dalam proses belajar tetapi membawa peserta didik pada suasana ditantang untuk menjawab berbagai pertanyaan atau permintaan jawaban sebagai rambu-rambu indikator yang disiapkan oleh guru. Dengan demikian diharapkan peserta didik dapat mencoba menemukan jawaban dari berbagai masalah yang harus dipecahkan dengan mengoptimalkan kemampuan berpikir, kecepatan menganalisis dan keberanian menentukan sikap.
Langkah-langkah Pembelajaran Inquiri
Menurut Sanjaya (2011:201) Secara umum bahwa proses pembelajaran inquiri dapat mengikuti langkah-langkah sebagai berikut.
Orientasi
Merumuskan masalah
Mengajukan hipotesis
Mengumpulkan data
Menguhi hipotesis

Merumuskan kesimpulan.
Trianto (2009: 137) mengatakan langkah-langkah metode inquiry ada empat, yaitu: (1) permasalahan, (2) penyusunan opini, (3) pengumpulan data (4) menganalisis data, interpretasi dan kesimpulan.

Sintaks Pembelajaran Inkuiri
Saling Ketergantungan pada siswa tidak cukup hanya sekedar ceramah. Pembelajaran akan lebih bermakna jika siswa diberi kesempatan untuk tahu dan terlibat secara aktif dalam menemukan konsep dari fakta-fakta yang dilihat dari lingkungan dengan bimbingan guru. Tahapan pembelajaran yang digunakan mengadaptasi dari tahapan pembelajaran inkuiri yang dikemukakan oleh Eggen & Kauchak dalam Trianto, (2009: 138). Adapun tahapan atau sintaks pembelajaran inkuiri sebagai berikut.
Tabel .1 Sintaks Pembelajaran Inkuiri
Fase
Perilaku Guru

1.Menyajikan pertanyaan
atau masalah
Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan masalah dituliskan di papan tulis.
Guru membagi siswa dalam kelompok

2 Membuat hipotesis
Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis.
Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana yang menjadi prioritas penyelidikan

3. Merancang percobaan
Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.

4. Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi
Guru membimbing siswa mendapatkan informasi melalui percobaan

5. Mengumpulkan dan menganalis data
Guru memberi kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul.

6. Membuat kesimpulan
Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan

Sumber: Eggen & Kauchak dalam Trianto, (2009: 138).
Demikian tulisan singkat ini disajikan semoga bermanfaat untuk menambah khasanah ilmu pengetahuan khususnya bagi para guru dan para pembaca pada umumnya.(RED)

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.