![]()
Muhammad Rizal Kurniawan
LINTASINDONEWS.com, SOLO – Menjadi mahasiswa jangan hanya mengejar IPK di kelas saja melainkan kita gunakan soft skill kita, teori kuliah hanya 50 persen. “Aku sibuk kuliah, Gus Dur sibuk mikir Indonesia” Seperti kutipan Gus Mus sosok Ulama Besar dan Karismatik yang memberi inspirasi Reza untuk berbuat banyak hal walaupun masih menyandang status mahasiswa.
“Untuk Berilmu tidak hanya di dapat di bangku kuliah, kita bisa belajar dimanapun juga, di jalanan dan bahkan pengalaman diri kita bisa kita jadi pelajaran.” jelas Rizal kepada wartawan di Kantor LBH Lingkar Fakta, Kamis 2/1/2020.
Reza adalah mahasiswa semester 9 IAIN Surakarta yang pernah menjabat sebagai Ketua SEMA periode 2017-2018 dan juga aktif di organisasi PMII ini membagi pengalaman selama turut aktif berorganisasi, banyak pengalaman yang dapat di ambil manfaatnya, salah satunya adalah mengasah kepekaan terhadap permasalahan sosial dan kondisi masyarakat khususnya masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan.
Bagi Reza dengan mengambil jurusan Hukum Pidana Islam di IAIN Surakarta, terbuka peluang besar untuk dapat membantu kaum marjinal yang selama ini mereka rasakan keadilan tidak pernah menyentuh di setiap sisi kehidupan mereka.
“Saya akan fokus selesaikan tanggung jawab saya sebagai mahasiswa untuk segera mungkin menyandang predikat Sarjana Hukum, dan sembari menunggu saat bersejarah dalam kehidupan saya tersebut, saya sibukkan diri menjadi Paralegal di LBH Lingkar Fakta, Lembaga Bantuan Hukum yang didirikan oleh Bapak Dhony Fajar Fauzi, S.H, M.H yang dikelola oleh beberapa Advokat yang berkantor di Solo Raya dan Mahasiswa ” jelas pria kelahiran Sukoharjo 6 Desember 1996 ini.
Bagi Reza kampus IAIN Surakarta sudah sangat memperhatikan kebutuhan para mahasiswa dengan memberikan fasilitas dan pilihan beragam dalam pengembangan diri mahasiswa untuk mendapat ilmu di luar ilmu yang diberikan oleh Para Dosen dalam mata kuliah formal.
Sebelum menutup wawancara, Reza menitip pesan untuk teman-teman mahasiswa, IPK memang penting, tapi lebih penting jika mahasiswa dapat menyeimbangkan ilmu akademisi dengan ilmu kehidupan sosial dan bermasyarakat yang hanya kita dapatkan saat kita bergabung ke dalam organisasi sosial dan kemasyarakatan, pungkasnya. (Suci)
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus di hapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan (alenia pertama pembukaan UUD 1945)”

