![]()
GROBOGAN – Keprihatinan atas kondisi pagar yang ambrol dan sarana belajar yang lapuk di Taman Kanak-Kanak (TK) Tunas Rimba III di Desa Monggot, Kecamatan Geyer, Kabupaten Grobogan, akhirnya mendapat perhatian. Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Gundih menyalurkan bantuan tunai senilai Rp 20 juta untuk perbaikan mendesak sarana dan prasarana sekolah tersebut.

Bantuan dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perum Perhutani ini diserahkan langsung oleh Administratur KPH Gundih, Haris Setiana, kepada Kepala TK Tunas Rimba III, Aprilia Dwi Anggraeni, Rabu (19/11/2025).
“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat bagi TK Tunas Rimba III, sehingga proses belajar-mengajar akan berjalan baik dan lebih menyenangkan,” ujar Haris dalam sambutannya.
Aprilia Dwi Anggraeni, Kepala TK, menyambut baik bantuan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa dana akan dialokasikan untuk tiga hal kritikal: pembuatan pagar halaman yang baru, perbaikan sarana bermain, dan renovasi ruang kelas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Perhutani KPH Gundih. Dana tersebut akan kami gunakan untuk perbaikan sarana dan prasarana sekolah, hingga perbaikan pagar keliling yang saat ini kondisinya sudah rusak,” tegas Aprilia.
Ia menekankan bahwa pagar yang baik bukan hanya soal estetika, melainkan soal keselamatan dan keamanan anak-anak selama beraktivitas di sekolah.
“Dengan pagar yang terwujud dan baik, akan mencegah segala bentuk gangguan dari luar. Anak-anak juga akan lebih nyaman selama proses belajar,” pungkasnya.
Aprilia berharap, setelah perbaikan, sekolah dapat semakin maju dan menciptakan lingkungan belajar yang lebih interaktif serta edukatif bagi para siswanya.
Penyerahan bantuan turut disaksikan oleh jajaran Perhutani KPH Gundih, perwakilan Ikatan Istri Karyawan, serta para guru setempat. Langkah ini diharapkan dapat memicu kepedulian serupa dari pihak-pihak lain terhadap kondisi pendidikan anak usia dini, khususnya di daerah terpencil.
Laporan: Ali Grobogan

