Membuka Tirai Kebenaran

Pasukan Super Elit di Bentuk, Teroris Bakal Keder

2 min read

Refrensi pihak ketiga (Ilustrasi TNI) 

LintasIndoNews.com | Jakarta, Presiden Joko Widodo(Jokowi) akhirnya menandatangani pembentukan Komando Operasi Khusus (Koopssus) TNI yang kabarnya gabungan dari 3 matra TNI, diantaranya Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), dan Angkatan Udara (AU). Lalu apa tugas dari Koopssus ini sendiri?

Sesuai dalam Peraturan Presiden Nomor 42 Tahun 2019 tentang susunan organisasi TNI yang diundangkan pada 8 Juli 2019 lalu, Koopssus itu sendiri memiliki tugas untuk menyelenggarakan operasi khusus demi menyelamatkan kepentingan nasional baik dalam maupun luar wilayah Republik Indonesia.

Baca Juga: Cuaca Ekstrim Bakal Selimuti Beberapa Wilayah di Indonesia, Ini Penjelasan BMKG

Komando Operasi Khusus Tentara Nasional Indonesia disebut Koopssus TNI bertugas menyelenggarakan operasi khusus dan kegiatan untuk mendukung pelaksanaan operasi khusus yang membutuhkan kecepatan dan keberhasilan tinggi guna menyelamatkan kepentingan nasional di dalam maupun di luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam rangka mendukung tugas pokok TNI, tulis Pasal 46B ayat (1) Perpres 42/2019, sebagaimana dilihat detikcom, Minggu (27/7/2019).

Bila dilihat urgensinya, dikutip dari detikcom, Minggu (27/7/19), Jokowi menilai pembentukan Koopssus TNI ini adalah untuk menghalau ancaman yang memiliki eskalasi tinggi yang dampaknya dapat membahayakan ideologi negara, kedaulatan, keutuhan wilayah NKRI, dan melindungi segenap bangsa Indonesia.

Secara birokrasi, Koopssus TNI ini nantinya akan dipimpin oleh Dankoopssus yang berkedudukan di bawah serta bertanggung jawab kepada Panglima TNI, dan pejabat yang wajib menyandang pemimpin Dankoopssus adalah pejabat tinggi bintang 2.

Baca Juga:;Mengenal Sosok Seniman Muda Pelukis Kaca, Intan Permata Sari Berbakat dan Bertalenta

Koopssus TNI dipimpin oleh Komandan Koopssus TNI disebut Dankoopssus TNI yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab kepada Panglima TNI,dalam pelaksanaan tugas sehari-hari dikoordinasikan oleh Kasum TNI. Dankoopssus TNI dibantu oleh Wakil Komandan Koopssus TNI disebut Wadankoopssus TNI, demikian bunyi Pasal 46B ayat (2) dan (3).

Dalam tubuh TNI, Koopssus TNI tergabung ke dalam badan pelaksana pusat, yang bersanding dengan Polisi Militer (POM) TNI, Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), Pusat Penerangan (Puspen) TNI, dan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali membuat para musuhnya, terutama para teroris bergidik manakala ia, menandatangani Perpres Nomor 42 tahun 2019 terkait Susunan Organisasi Tentara Nasional Indonesia (TNI). Lewat Perpres ini, pemerintah menilai perlunya dibentuk Komando Operasi Khusus TNI yang tergabung dari matra darat (AD), laut (AL), dan udara (AU).

Baca Juga: Beri Penghormatan, TNI AU Ziarah Ke Makam Pahlawan

Dilansir dari Sekretariat Kabinet, Jum’at (19/7/19), pembentukan ini merupakan perubahan kedua atas Perpres Nomor 10 Tahun 2010 tentang Susunan Organisasi TNI. Pertimbangan pemerintah merevisi Perpres ini tentu seperti yang disebutkan sebelumnya yakni demi menghalau ancaman yang memiliki eskalasi tinggi dan dapat membahayakan ideologi Negara, kedaulatan Negara, keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik lndonesia (NKRI), dan melindungi segenap bangsa Indonesia. (Seno)

Berbagai sumber 

Editor: Admin

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.