![]()

Cinta Laura dan Selena Gomez – Instagram.com
LintasIndoNews.com – Artis Cinta Laura mendadak jadi perbincangan warga net.
Hal itu tentang kicauannya mengenai Presiden Jokowi.
“Jadi Presiden itu berat, biar Pak @jokowi saja,” kicau Cinta Laura Rabu (6/3/2019).
Kicauan Cinta Laura ini menanggapi pernyataan Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Mengenai perbincangan di media sosial soal presiden harus pintar Bahasa Inggris.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyebut artis Cinta Laura lebih layak jadi presiden dibanding Prabowo Subianto jika merujuk hanya soal bahasa itu.
Pernyataan Hasto itu lantas ditanggapi Cinta Laura melalui akun Twitter @xcintakiehlx.
Cinta Laura mengunggah foto Hasto yang disandingkan dengan pernyataannya.
“Kalau jadi presiden bahasa Inggrisnya harus hebat, Pak Prabowo kalah sama Cinta Laura. Cinta Laura saja yang jadi presiden, kira-kira seperti itu,” petikan Hasto.
Cinta Laura lalu memberikan komentarnya atas pernyataan Hasto itu.
Cinta justru mendukung calon presiden (capres) Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi presiden.
“Jadi Presiden itu berat! Biar Pak @jokowi saja!,” tulis Cinta Laura.
JawabanCinta ini ternyata langsung ditanggapi akun terverifikasi Partai Gerindra, @Gerindra, Selasa (5/3/2019).

Tampak pula ada salah satu warganet yang menanggapi cuitan tersebut dengan mengatakan: “pakjokowi jadi presiden itu berat, dan mengeluh taksanggup kenapa masih maksa mau nambah 2 periode. baiknya angkat bendera putih aja, biarkan prabowo-sandi pasangan yg kuat melanjutkan.”
Menjawab pernyataan itu, Cinta Laura cukup menuliskan satu kata: “HOAX!”

Sebelumnya, Hasto menyindir kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mengatakan bahwa seorang pemimpin Indonesia harus hebat berbahasa Inggris.
“Jangan dilihat dari sisi transformasi kebudayaannya. Kemudian, seolah-olah ke-inggris-inggrisan, sehingga tim kampanye Pak Prabowo mengatakan, jadi pemimpin itu bahasa Inggris-nya harus hebat,” kata Hasto dalam acara ‘dialog dengan milenial’ di Wood Stairs Cafe, Way Halim, Kota Bandar Lampung, Minggu (3/3/2019), di sela Safari Politik Kebangsaan IX di Provinsi Lampung.
Hasto menambahkan, jika parameter seorang jadi presiden adalah kemampuan bahasa Inggris, Cinta Laura lebih cocok jadi presiden dibanding Prabowo.
“Ya kalau jadi presiden bahasa inggris-nya harus hebat, Pak Prabowo kalah sama Cinta Laura. Cinta Laura saja yang jadi presiden, kira-kira seperti itu. Kalau menjadi presiden diukur dari bahasa Inggris-nya, Cinta Laura jadi presiden, karena lebih baik dari Pak Prabowo pasti,” ujar Hasto.
Cinta Laura kemudian me-retweet pemberitaan Tribunnews.com yang memuat pernyataan Tjahjo.
Atas berita tersebut, seorang warganet kemudian memberikan komentar.
Warganet dengan akun @BeniRahmanDani1 itu mempertanyakan kemampuan presiden di sidang Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) nanti jika bahasa Inggrisnya tidak bagus.
“Kalau presiden ga bisa bahasa inggris, trus kalo ada sidang PBB mosok pidato ny pake bahasa kunci inggris,” tulis akun tersbeut.
Atas pertanyaan itu, Cinta pun membalas dengan nada keras.
Menurut artis yang kini menetap di Amerika ini, di sidang PBB, untuk setiap negara sudah disiapkan translator.
Selain itu, d isetiap telinga peserta yang tidak bisa berbahasa inggris disiapkan ear phones dalam bahasanya masing-masing.
“Anda terlalu bodoh! Di sidang PBB untuk setiap negara disiapkan translators! Dan ditelinga setiap peserta yg tidak bisa berbahasa inggris disiapkan ear phones dalam bahasanya masing2!,” tulis Cinta di akun twitternya @xcintakiehlx.

Balasan Cinta yang bernada keras itu menuai komentar dari waganet lain.
“iyoooott cinta ngegas”
“Sabar non jangan ngegas..hehe”
Ditanggapi Partai Gerindra
Jawaban Cinta dan pernyataan Hasto ini ternyata langsung ditanggapi akun terverifikasi Partai Gerindra, @Gerindra, Selasa (5/3/2019).
Gerindra menyebutkan bahwa Hasto tidak paham apa yang dimaksudkannya.
Gerindra menegaskan, kemampuan berbahasa asing bukan menjadi faktor utama menentukan pemimpin bangsa.
Namun, kemampuan berbahasa asing itu sebaiknya dimiliki pemimpin bangsa.
Karena, menurut Gerindra, kemampuan bahasa akan membuat diplomasi antarnegara terjalin baik.
Gerindra lantas mengajak Cinta Laura mengenal sejumlah tokoh bangsa yang memiliki kemampuan berbahasa asing.
Gerindra pun menyebutkan sejumlah nama itu.
Berikut kicauan lengkap Partai Gerindra:
“Selamat sore Mba Cinta. Menanggapi hal tersebut sepertinya Pak Hasto tidak paham. Kemampuan berbahasa asing bukan menjadi faktor utama kita dalam menentukan pemimpin bangsa ini.

Partai Gerindra memberikan tanggapannya pada jawaban artis Cinta Laura atas pernyataan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto terkait dirinya. (Twitter @Gerindra)
Sekalian belajar sejarah Indonesia agar Mba Cinta tahu, admin ingin menyampaikan bahwa bangsa ini pernah memiliki putra-putra bangsa dengan kemampuan bahasa yang baik.
Seperti Alm. Gayatri Wailissa. Setidaknya beliau menguasai hingga 14 bahasa asing. Indonesia berduka kehilangan seorang polyglot terbaik bangsa seperti Alm.
Kemampuan berbahasa asing sebaiknya dimiliki oleh para pemimpin bangsa. Kemampuan berbahasa akan membuat diplomasi antarnegara terjalin baik. Apa jadinya, jika pemimpin bangsa tidak menguasai bahasa internasional?

Partai Gerindra memberikan tanggapannya pada jawaban artis Cinta Laura atas pernyataan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto terkait dirinya. (Twitter @Gerindra)
Dalam sejarah bangsa Indonesia kita mengenal negarawan-negarawan yang menguasai setidaknya lima bahasa. Mereka disebut dengan polyglot. Bisa jadi mereka termasuk kategori orang-orang genius.
Dari ketekunan dan kedisiplinan kita pernah memiliki banyak negarawan dan tokoh bangsa. Kita tahu bahwa polyglot bukan keajaiban tapi ilmu yang digali.
Jadi jelas pemimpin harus memiliki ilmu, apapun itu, ilmu bahasa, ekonomi, strategi, dll.
Yuk kita belajar tentang sejarah tokoh-tokoh bangsa kita, biar Mba Cinta Laura mengerti sejarah bangsa Indonesia.
Agus Salim
Lelaki kelahiran Agam, Sumatera Barat, ini adalah negarawan dengan otak cemerlang. Dia banyak dipuji karena kemahirannya menguasai banyak bahasa.
Bahasa Belanda Agus Salim dipelajari pada saat beliau di kapal laut dalam perjalanan menuju Belanda. Dalam sejarah, Agus Salim pernah menjabat Menteri Luar Negeri Republik Indonesia ke-3 pada periode 3 Juli 1947 – 20 Desember 1949.
Pada masa jabatannya Agus Salim menjadi ketua delegasi Indonesia dalam Inter Asian Relation Conference di India dan berusaha membuka hubungan diplomatik dengan sejumlah negara Arab, terutama Mesir dan Arab Saudi.
Dia pernah menempuh pendidikan dasar di Europeesche Lagere School (ELS), yang merupakan sekolah khusus anak-anak Eropa. Salim melanjutkan pendidikannya ke Hoogere Burgerschool (HBS), dan lulus sebagai lulusan terbaik.
Setidaknya Haji Agus Salim menguasai sembilan bahasa, di antaranya Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Arab, Turki, dan Jepang. Bung Hatta sempat memuji betapa luar biasa kepandaian yang dimilikinya.
Pada 1906, Salim berangkat ke Jeddah, Arab Saudi, untuk bekerja di Konsulat Belanda di sana. Pada 1930, digelar konferensi Buruh Internasional di Jenewa. Agus Salim menghadiri konferensi tersebut. Dia didaulat sebagai penasehat delegasi buruh Belanda.
Pidato Salim dalam bahasa Inggris mengundang decak kagum dari peserta konferensi tersebut. Melihat hebatnya pidato Salim, seorang peserta konferensi menantangnya berpidato dalam bahasa Perancis. Salim menjawab tantangan tersebut. Lagi-lagi pidatonya mendapat pujian.
Soekarno
Presiden Republik Indonesia Pertama ini adalah seorang kutu buku. Selain menguasai sejumlah bahasa asing, Bung Karno memiliki keahlian berpidato yang luar biasa. Dia dapat menyatukan begitu banyak latar belakang etnik, budaya, dan agama dengan narasinya.
Kemampuan Bung Karno tersebut diperoleh melalui proses. Namun jelas bahwa buku-buku adalah bagian penting dari proses tersebut. Soekarno remaja sering larut menikmati beragam buku di perpustakaan ayahnya.
*Lumayan sama dengan Pak @prabowo ya

Partai Gerindra memberikan tanggapannya pada jawaban artis Cinta Laura atas pernyataan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto terkait dirinya. (Twitter @Gerindra)
Kemampuan Bung Karno berbahasa asing juga terlihat dari kedekatannya dengan berbagai pemimpin dunia.
Howar Jones mengatakan, betapa terkesimanya dia melihat Bung Karno. Dalam pidatonya pemimpin Indonesia itu mampu mengutip panjang kata-kata Jefferson, Lincoln, atau pun Karl Marx persis dalam bahasa aslinya.
*Bukan unikon
Hamka
Kita memanggilnya dengan Buya Hamka, seorang sastrawan dan ulama yang dicintai di Indonesia. Masyarakat juga mengenal Hamka sebagai ahli filsafat dan aktivis politik. Haji Abdul Malik Karim Amrullah, demikian nama lengkap beliau.
Beliau lahir di Sungai Batang, Maninjau, Sumatera Barat, pada 16 Februari 1908, Hamka adalah seorang yang mempelajari berbagai ilmu pengetahuan seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik baik Islam maupun Barat secara otodidak.
Proses belajar secara otodidak sangat ditunjang dengan kemampuan bahasanya, terutama bahasa Arab. Hamka mahir berbahasa Arab. Itu sebabnya dapat meneliti karya ulama dan pujangga besar di Timur Tengah, seperti Zaki Mubarak, Jurji Zaidan, Abbas al-Aqqad, Mustafa al-Manfaluti.
Berkat kemampuannya berbahasa Arab itu juga, dia meneliti karya sastra Perancis, Inggris, dan Jerman, seperti Albert Camus, William James, Sigmund Freud, Arnold Toynbee, Jean Paul Sartre, Karl Marx, dan Pierre Loti.
Hamka adalah salah satu orang Indonesia yang paling produktif menulis dan menerbitkan buku. Buya, berasal dari bahasa Arab, abi atau abuya, yang berarti ayahku. Itu adalah panggilan yang ditujukan untuk seseorang yang dihormati.
R.M. Panji Sosrokartono
Bung Hatta pernah berkata, “…Kartono, intelektual yang menguasai 17 bahasa asing itu mudah diterima kalangan elite di Belanda, Belgia, Austria, dan bahkan Perancis.
Dia berbicara dalam bahasa Inggris, Belanda, India, Mandarin, Jepang, Arab, Sanskerta, Rusia, Yunani, Latin. Bahkan dia juga pandai berbahasa Basken (Basque) suatu suku bangsa Spanyol.
Raden Mas Panji Sosrokartono adalah putera R.M Adipati Ario Sosroningrat, seorang Bupati Jepara. Jika nama Kartono masih tidak familiar, Mba Cinta tentu mengenal sosok Raden Ajeng Kartini. Kartini tidak lain adalah adik kandung dari Sosro.
RA Kartini
Mba Cinta tahu RA Kartini kan?

Partai Gerindra memberikan tanggapannya pada jawaban artis Cinta Laura atas pernyataan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto terkait dirinya. (Twitter @Gerindra)
Pada 1898 Sosrokartono melanjutkan sekolahnya ke negeri Belanda setelah menamatkan pendidikan dari Eropesche Lagere School di Jepara. Awalnya dia masuk sekolah Teknik Tinggi di Leiden, tapi dia putuskan beralih ke Jurusan Bahasa dan Kesusastraan Timur.
Dia adalah adalah mahasiswa Indonesia pertama yang meneruskan pendidikan ke negeri Belanda.
Gelar Docterandus in de Oostersche Talen dari Perguruan Tinggi Leiden digenggamnya, Sosro melanglang buana ke seluruh Eropa menjelajahi berbagai pekerjaan.
Dia ditugaskan untuk memadatkan berita dalam bahasa Perancis menjadi berita yang terdiri dari 30 kata, dan ditulis dalam empat bahasa, Inggris, Spanyol, Rusia, dan Perancis. Beliau pun terpilih sebagai wartawan perang surat kabar The New York Herald Tribune.
Sosrokartono merupakan seorang polyglot yang menguasai banyak bahasa. Sebanyak 24 bahasa asing dan 10 bahasa suku di Nusantara beliau pelajari.
Dari tanah Eropa, Sosro selalu mengirimkan buku dan buletin kepada adiknya Kartini. Dari buku-buku kiriman sang kakak itu lah Kartini mendapat pencerahan untuk melahirkan emansipasi perempuan di Tanah Air.
*Semoga Mba Cinta juga bisa menjadi pencerahan bagi wanita Indonesia
Dan masih banyak lagi tokoh-tokoh bangsa kita yang cukup baik dengan kemampuan berbahasanya menorehkan sejarah bagi bangsa kita, bangsa Indonesia.
Jadi sekali lagi maksud admin disini ingin menjelaskan bahwa kemampuan berbahasa asing memang bukanlah menjadi faktor utama. Tapi apakah itu menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi seorang pemimpin bangsa??
Disini admin tidak ingin membandingkan kemampuan berbahasa Calon Presiden Mba Cinta dengan Pak @prabowo.
Admin hanya ingin menanggapi pernyataan Pak Hasto yang Mba Cinta share sekaligus sedikit memberi kuliah kepada Mba Cinta tentang sejarah tokoh-tokoh bangsa kita, bangsa Indonesia,” tulis Gerindra.

Partai Gerindra memberikan tanggapannya pada jawaban artis Cinta Laura atas pernyataan Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf Amin, Hasto Kristiyanto terkait dirinya. (Twitter @Gerindra)
Sumber: Tribun-Medan.com