Proyek Jalan Cor Beton di Desa Ketro Grobogan Dikeluhkan Warga, Dinilai Asal-asalan

Proyek Jalan Cor Beton di Desa Ketro Grobogan Dikeluhkan Warga, Dinilai Asal-asalan

Loading

GROBOGAN, Proyek pembangunan jalan cor beton di Dusun Kangkungan, Desa Ketro, Kecamatan Karangrayung, Kabupaten Grobogan, menuai sorotan dan keluhan dari masyarakat. Pekerjaan infrastruktur desa yang bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025 itu dinilai tidak sesuai harapan warga karena dianggap dikerjakan asal jadi dan minim kualitas.

Pemerintah pusat melalui skema Dana Desa menggelontorkan anggaran hingga Rp71 triliun secara nasional untuk tahun 2025. Dana tersebut ditujukan guna mempercepat pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, termasuk perbaikan infrastruktur seperti jalan. Namun pelaksanaan di tingkat desa kerap menuai persoalan, terutama dalam hal mutu pekerjaan.

Kualitas Cor Beton Cukup diragukan, Pekerjaan Manual (Molen)

Salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah jalan cor di Dusun Kangkungan. Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan tersebut memiliki anggaran sebesar Rp257 juta dengan rincian volume panjang 202 meter, lebar 3,5 meter, dan ketebalan 15 cm. Namun proyek ini dikerjakan secara manual menggunakan molen, bukan menggunakan sistem beton jayamix (ready-mix) yang lebih terjamin kualitasnya.

Warga Keluhkan Kualitas Beton Buruk

Keluhan datang dari berbagai warga yang merasa kecewa dengan hasil pekerjaan. Beton yang belum lama dikerjakan — baru sekitar tiga hari — dinilai tidak rata, mudah mengelupas, dan menghasilkan debu saat dilintasi kendaraan. Kondisi ini dinilai membahayakan, terlebih di bagian tikungan jalan.

“Kami bagian dari masyarakat Desa Ketro sungguh kecewa dengan pekerjaan jalan beton di Dusun Kangkungan. Selain dikerjakan secara manual, ada dugaan kepala desa hanya mengejar keuntungan pribadi dengan mengabaikan kualitas,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya kepada Lintasindo pada Sabtu (12/07/2025).

 

Pekerjaan Cor Beton Dusun Kangkungan – Ketro, dikerjakan Manual (Molen). Foto : Lintasindo, Sabtu (12/07/2025).

Keluhan serupa disampaikan MA, warga lainnya, yang menyayangkan pemilihan metode pengerjaan yang dinilai tidak tepat.

“Dengan anggaran sebesar itu, mestinya dikerjakan menggunakan jayamix. Di Dusun Gedad saja, beton yang dikerjakan awal tahun ini sudah rusak dan bahkan ditambal aspal. Itu menunjukkan kualitasnya sangat buruk,” tegasnya.

 

Upaya Klarifikasi dan Tanggapan Pemerintah

 

Reporter Lintasindo sempat mendatangi kediaman Kepala Desa Ketro untuk meminta klarifikasi, namun yang bersangkutan tidak berada di rumah. Menurut keterangan dari suami kepala desa, ia sedang berada di Semarang dalam urusan dinas.

Menanggapi keluhan tersebut, warga berharap pihak Kecamatan Karangrayung segera melakukan monitoring di lapangan dan memastikan bahwa proyek desa benar-benar bermanfaat bagi masyarakat.

“Dana dari APBN harus dipertanggungjawabkan secara transparan. Pekerjaan infrastruktur wajib memenuhi asas manfaat, tepat guna, dan tepat sasaran,” ujar salah satu warga lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak desa belum memberikan tanggapan resmi. Sementara itu, Camat Karangrayung diharapkan turun langsung untuk mengevaluasi proyek dan menindaklanjuti keluhan masyarakat.

 

📌 Reporter: AL.1 | LINTASINDO | Grobogan

 

Redaksi menerima laporan, kritik, dan saran terkait proyek desa. Hubungi redaksi kami melalui email resmi redaksi@lintasindonews.com

 

✅ Tag

#DanaDesa2025

#Grobogan

#Karangrayung

#DesaKetro

#PembangunanDesa

#ProyekCorBeton

#InfrastrukturDesa

#AnggaranDesa

#TransparansiDanaDesa

#PengawasanPembangunan

#WargaMengeluh

#BeritaGrobogan

#LintasIndoNews