![]()
TULUNGAGUNG – Suasana berbeda terasa di Pendopo Tamanan, Kecamatan Tamanan, Kabupaten Tulungagung, Rabu malam (10/2/2026). Sarasehan yang digelar Pengurus Cabang (PC) Tunas Indonesia Raya (TIDAR) Tulungagung berlangsung hangat dan khidmat dengan kehadiran Ketua Umum TIDAR, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo.
Kehadiran Rahayu Saraswati—akrab disapa Sara—bukan sekadar agenda seremonial. Ia datang membawa pesan ideologis yang kuat tentang pentingnya kaderisasi sebagai fondasi kepemimpinan masa depan.

TIDAR Bukan Sekadar Wadah, Tapi Ruang Inkubasi
Di hadapan puluhan kader muda, Sara menegaskan bahwa kepemimpinan tidak lahir secara instan. Menurutnya, pemimpin besar hanya bisa lahir melalui proses panjang yang terencana dan berkelanjutan.
“Tidak ada pemimpin hebat tanpa proses kaderisasi yang matang. Kaderisasi adalah cara kita menyemai benih-benih ideologi,” tegasnya.
Ia mendorong TIDAR untuk bertransformasi menjadi ruang inkubasi kepemimpinan, tempat anak muda tidak hanya berkumpul, tetapi juga ditempa secara intelektual, moral, dan ideologis agar memiliki keberpihakan yang jelas kepada rakyat.

Komitmen Sinergi untuk Daerah
Pesan ideologis tersebut disambut komitmen konkret dari jajaran pengurus dan tokoh politik yang hadir.
Ketua PC TIDAR Tulungagung, Habib Hamim Tohari, menyatakan kesiapan pihaknya untuk bergerak selaras dengan arah kebijakan pemerintah pusat.
Menurutnya, kolaborasi vertikal antara organisasi kepemudaan dan pemerintah menjadi kunci agar program-program nasional benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Tulungagung.
Sementara itu, Ketua DPC Partai Gerindra Tulungagung, Ahmad Baharudin, mengingatkan bahwa organisasi sayap partai memiliki tanggung jawab strategis dalam mencetak kader.
Ia menekankan bahwa kader TIDAR harus dibentuk tidak hanya untuk dikenal publik, tetapi juga memiliki integritas, amanah, serta pemahaman ideologi yang kuat.
Menjadi Magnet Generasi Muda
Menutup sarasehan, Rahayu Saraswati menitipkan harapan besar agar proses pembinaan kader dilakukan dengan kesungguhan dan pendekatan hati.
Tujuannya, menjadikan TIDAR sebagai magnet bagi generasi muda di Tulungagung—organisasi yang tidak hanya dikenal namanya, tetapi dicintai karena kerja nyata dan kontribusinya bagi masyarakat.
Malam refleksi tersebut pun menjadi lebih dari sekadar pertemuan. Pendopo Tamanan menjadi saksi lahirnya semangat baru, sekaligus titik awal tumbuhnya calon-calon pemimpin masa depan dari Tulungagung.
Reporter|S.Har Lhiu

