Ratusan Aksi Sedulur Rembang Menolak Kedatangan HRS di Rembang

BERANDA

REMBANG – Aksi menolak kedatangan habib Riziq Shihab, terjadi di berbagai daerah. Di Rembang, jawa tengah, ratusan warga menggelar aksi menolak kedatangan ketua umum Front Pembela Islam, FPI, di kabupaten Rembang karena dinilai radikal dan bisa memecah persatuan NKRI khususnya di Rembang.

Aksi unjukrasa akhirnya dibubarkan aparat polres Rembang karena dianggap membuat kerumunan.
Rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab di jawa tengah khususnya di kabupaten Rembang, mengundang reaksi penolakan oleh sekitar seratus lima puluhan warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat sedulur Rembang.

Penolakan itu ditandai dengan aksi demonstrasi sambil berorasi di alun-alun kota Rembang, jawa tengah, sabtu sore, 5 /12/20.

Dalam orasinya, pengunjukrasa menganggap hadirnya Rizieq Shihab bisa menimbulkan hasutan dan adu domba antar warga, sebab bahasa rizieq dalam dakwahnya yang dinilai kasar. Dengan demikian masyarakat Rembang menolak kedatangan Rizieq Shihab di Rembang.

Menurut koordintaor aksi, joansyah, masyarakat membutuhkan tauladan yang bisa menyampaikan pesan dengan bahasa yang lemah lembut dan tak mengandung ujaran kebencian. “Saya juga sayang dengan Habib, tapi yang saya inginkan itu Habib yang ramah, yang tidak saya inginkan itu ulama yang menggunakan bahasa-bahasa yang kasar,” ujar Johan seusai orasi, Sabtu (5/12/2020).

Lebih lanjut, Joan mengungkapkan perasaan puasnya atas aksi yang digelar hari ini. Ia mengutarakan rasa terima kasihnya kepada Masyarakat Sedulur Rembang yang telah berani menyampaikan aspirasinya. Terlebih, mendapat respons baik dari Kabag Ops polres Rembang yang telah mengamankan kegiatan aksi hingga berjalan kondusif.

“Alhamdulillah apa yang di sampaikan sedulur Rembang lewat aksi siang hari ini berjalan lancar dan kondusif,” pungkas Johan.

Setelah berorasi sekitar sepuluh menit, aksi unjukrasa akhirnya dibubarkan aparat polres Rembang karena dianggap membuat kerumunan dan untuk mencegah timbulnya klaster baru virus corona atau covid-19.Meski dibubarkan aparat kepolisian, namun tidak ada perlawanan dari peserta aksi. Mereka mematuhi himbauan aparat polres Rembang, dan akhirnya membubarkan diri dengan tertib. ( Insan )

Editor: Seno

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.