Membuka Tirai Kebenaran

Rembug Gayeng Bersama Mas Kunto di Desa Kunti, Kembangkan Potensi Budidaya Pohon Pisang

3 min read

Mas Kunto (posisi di tengah baju putih) di desa Kunti, saat berpose dengan para tokoh masyarakat dan salah satu Ormas, Rabu (28/8).

LintasIndoNews.com | Boyolali, Bertempat di Balai Desa Kunti, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, Mas Kunto Aktifis Sosial di bidang Pertanian adakan sosialisasi dalam tema “Rembuk Gayeng Bersama Mas Kunto” Yakni dengan pengembangan pohon pisang. Acara ini di dukung oleh PKBM Handayani, CV Maju Bersama Kita dari Kabupaten Sragen. Rabu (28/8) Pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Mas Kunto saat bincang – bincang dengan masyarakat desa kunti

Hadir dalam acara tersebut Prof.Dr.Ir. Sunjoto, Dip.HE,DEA IPU (Hydrology Expert), Frof. Ir. Joko Sujono, M.Eng,PhD (Hydrology Expert), Prof.Dr.Ir. Nursamsi Pusposendjojo,M,Sc. (Plant Pathology/Ecology Expert), Ir. Intan Supraba, ST, MSc. (Ahli Teknik Pangan), Kepala Desa Kunti, Perangkat Desa Kunti, Tokoh masyarakat Desa kunti, Ormas Pemuda Pancasila (PP) Cabang Andong, dan sederetan media massa cetak dan online.

Baca Juga: Datangkan Ahli Bidang Pertanian di Desa Kunti, Kunto: Para Ahli Yang Kami Hadirkan Tanpa di Pungut Biaya

Acara ini di helat seperti tujuan awal, yakni saat Kunto panggilan familiar nya mengenal desa kunti, dia tertarik dengan desa kunti karena nilai adat Istiadat pedesaanya yang masih kuat, hubungan emosional antar sesama masih erat dengan cara kekeluargaan, dan masih terikat dengan norma-norma budaya Jawa, terbukti dari Pilkades lalu desa kunti benar-benar atas dasar kedaulatan rakyat.

“Masyarakat Desa Kunti begitu cerdas, dalam pilkades beberapa waktu lalu, rakyat benar-benar berdaulat dan anti Money Politik, semoga ini bisa menjadi percontohan di tingkat nasional” Jelas Kunto di hadapan awak media.

Lebih jauh, Kunto ingin menggali potensi desa kunti, yang dapat dimulai dari yang paling dekat dan sederhana. Yakni budidaya Pohon Pisang. Menurutnya Setiap wilayah Pedesaan memiliki potensi yang sama untuk dikembangkan. Meskipun, setiap wilayah memiliki struktur yang berbeda-beda.

Namun menurut dia, pasti ada saja yang dapat dimunculkan dan memiliki nilai potensial, bukan hanya pisang saja kedepan, apalagi Indonesia terdiri dari berbagai macam adat istiadat dan kekayaan alam yang sangat menarik memiliki ciri khas tersendiri.

“Setelah saya cermati, desa kunti memang cocok sekali dengan budidaya pohon pisang, dalam benak saya pisang yang cocok adalah ambon kuning, namun sulit di dapat, kami terpaksa budidaya pisang dengan jenis yang lain,” Urai Pria Humoris ini.

Memang bukan hal yang mudah dalam menumbuhkan potensi ekonomi. Seperti saat menanam tumbuhan, Perlu waktu untuk menunggu masa panen. Begitupun dalam menggali potensi suatu daerah. Perlu adanya pembinaan yang berkelanjutan untuk dapat mengenyam hasil yang manis.

Baca Juga: Pemerhati Budaya BRM Kusumo Putro, SH, MH : Sekolah dan Dinas Perpustakaan Wajib Miliki Buku Jejak Sejarah Indonesia

Untuk itu, Kunto berkolaborasi dengan mendatangkan 18 Ahli dari UGM, yang semuanya sudah memiliki gelar Profesor. Inilah kiprah seorang Kunto dalam memajukan desa yang ada di wilayah Boyolali Utara ini, dan sebagai wujud dari implementasi UU Desa No. 6 Tahun 2014 Kunto berharap Masyarakat Desa Kunti Bebas dari Jeratan Rentenir, arahanya Desa segera membuat Perdes dan membentuk BUMDes mendorong para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) di Desa Kunti, dengan memberi pinjaman lunak, murah dan mudah.

“Saya jadi teringat ketika Ibu Saya terjerat dengan hutang rentenir, untuk itu saya menjadi merasakan bagaimana rasanya hidup dalam jeratan hutang, ” Tutur Kunto tanpa canggung dan apa adanya ini. (Tim)

Editor: Rian

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.