Membuka Tirai Kebenaran

Salah Input Data KPH, Ini Jawaban Ketua APDESI Kecamatan Kasui

2 min read

LINTASINDONEWS.com, WAY KANAN – Seperti yang diberitakan sebelumnya, terkait Program Keluarga Harapan (PKH), yang diduga tidak terdata dengan benar sehingga mengakibatkan adanya warga kurang mampu tidak masuk sebagai penerima bantuan PKH.

Merasa telah melakukan pendataan sesuai yang diminta oleh dinas terkait, bahkan ada yang sampai tiga kali melakukan pendataan, Ketua Apdesi Kecamatan Kasui tak ingin disalahkan, justru dia menyalahkan sistem yang ada tidak berfungsi.

Ketua APDESI Kecamatan M. Solidin, yang mewakili seluruh Kepala Kampung sekecamatan Kasui, mengatakan sebelumnya telah mendapat selebaran dari Dinas Sosial melalui Kecamatan dalam surat tersebut kata Solihin, kami di suruh mendata Masyarakat yang tidak mampu dan sudah kami lakukan bahkan itu bukti tanda serah terimanya ada, kata dia saat di konfirmasi di rumahnya di Kampung Gelombang Panjang Kecamatan Kasui. Selasa (12/11/2019).

“Jadi kami seluruh Kepala Kampung Se Kecamatan Kasui sudah berupaya dengan sungguh-sungguh agar warga yang mendapat bantuan tepat sasaran serta layak menerima,” ungkapnya.

Masih kata ketua APDESI, sedangkan data itu mulai kami di lantik dari Desember 2016 sampai sekarang itu berarti sudah tiga kali melakukan pendataan.

“Tapi justru yang keluar hanya itu saja (data lama), jadi kami mengharapkan untuk kedepan nya agar supaya data yang sudah kami setorkan dapat tersalurkan semuanya di masing-masing setiap kampung,” pungkasnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh kepala kampung Tanjung Bulan Hamka mengatakan mereka telah memasukan data sesuai yang di minta oleh Dinas Sosial Kabupaten Way Kanan, tetap yang keluar data lama.

“Kami berharap supaya aplikasi untuk input data warga miskin diperbaiki dahulu dari Tingkat Kabupaten sampai Nasional ,jangan seolah-olah kami kepala Kampung tidak ada pengawasan dalam input data warga kampung kami.” Tegas Hamka.

Sementara itu Kadis Sosial Pardi,SH,MM ketika di hubungi menjelaskan bahwa program penginputan data warga miskin telah dilakukan secara digital sejak tahun 2017 akhir sampai sekarang.

” Semua operator kampung dan perangkat kampung telah dilatih untuk menginput data warga miskin di kampung masing-masing ,” tambah Pardi.

“Dinas Sosial siap membantu Kampung yang kesulitan menginput data dan kalau ada kendala di lapangan, Dinas Sosial juga siap turun membantu, karena input data dari kampung langsung kami setorkan ke Kementerian Sosial, mereka yang menetapkan warga penerima bantuan.,” Tutup Kadis Sosial. (*)

Sumber: haluanindonesia.com

SHARE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.