![]()
LINTASINDONEWS.COM – GUNUNGKIDUL, Cuaca panas dirasakan masyarakat dalam beberapa hari ini sangat menyengat tubuh.Jika siang menjelang, warga banyak mengeluhkan suasana panas atau ‘gerah’ sehingga bagi yang beraktivitas di luar ruangan, cuaca panas ini sangat dirasakan,
masyarakat Pada umumnya mengkaitkan fenomena alam ini karena dampak erupsi Gunung Merapi DIY, selasa, 14/03/2023.
Disampaikan oleh salah satu penjual makanan di tepi Jalur Lintas Selatan (JJLS) Ipong (45) jualan disepanjang JJLS, tepatnya di padukuhan trosari, kalurahan tepus, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul menjelaskan, dalam waktu 5 hari ini di wilayah kami tidak terjadi hujan sehingga cuaca panasnya luar biasa, Hal ini ada kaitannya dengan erupsi Gunung merapi.
“Dalam 5 hari ini cuaca sangat panas menyengat, hal ini pasti berkaitan dengan erupsi gunung Merapi,” ujar Ipong, Selasa (14/03/2024)
Dikutip dari harianjogja,Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) DIY mengatakan, panas menyengat beberapa hari ini tidak ada hubunganya dengan erupsi Gunung Merapi.
Hal tersebut disampaikan Kepala Kelompok Foreskater BMKG YIA, Romadi.
“Cuaca terik dipengaruhi oleh kelembabpan perlapisan 700 milibar sampai dengan 500 milibar. Ini sangat kering hingga mencapai 30 persen, sehingga sinar Matahari langsung menembus permukaan Bumi, Sampai di permukaan Bumi, sinar Matahari kembali dipantulkan kembali ke atmosfer,” jelasnya.
Milibar atau mb adalah satuan tekanan udara.
Dia menjelaskan berkurangnya intensitas hujan beberapa hari ke belakang di Jogja dan sekitarnya, salah satunya di DIY karena adanya pola tekanan rendah di utara Papua, Ini menyebabkan pola konvergensi bergeser ke perairan utara Jawa, sehingga mengurangi massa uap air hujan di wilayah DIY,dan sekitarnya.
Yanto

