![]()
PASANG IKLAN
Surakarta, Lintasindonews.com – Suasana khidmat sekaligus penuh kehangatan mewarnai acara tahlilan satu tahun almarhum Sugianto dan almarhumah istrinya yang digelar pada Minggu, 3 Mei 2026, pukul 12.00 WIB di kawasan Penularan, Surakarta.
Acara yang berlangsung sederhana namun penuh makna ini dihadiri oleh keluarga besar, kerabat dekat, serta warga sekitar. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil bersama yang berlangsung sekitar 30 menit, dilanjutkan dengan ramah tamah dan makan bersama yang telah disiapkan melalui layanan katering.
Tahlilan ini diselenggarakan oleh putra-putri almarhum, yakni Ikah Oni dan Bagus beserta istri, yang bertempat di kediaman keluarga di wilayah Keprabon. Kehadiran sanak saudara dari berbagai daerah seperti Kampung Sewu, Solo Baru, Boyolali, Bekonang, hingga wilayah Surakarta turut menambah kehangatan acara.
Momentum ini tidak hanya menjadi ajang doa bersama untuk almarhum, tetapi juga sebagai sarana mempererat kembali hubungan keluarga yang telah lama terpisah jarak dan kesibukan. Banyak anggota keluarga memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang temu kangen lintas generasi.
Dalam kesempatan tersebut juga dikenang sosok leluhur keluarga, yakni almarhum Sastro Kartono yang dikenal pada masanya sebagai pembuat topi kerajaan dan perlengkapan prajurit di lingkungan Keraton Surakarta. Selain itu, disebutkan pula bahwa garis keluarga memiliki keterkaitan dengan empu pembuat keris dan tombak di kawasan Mloyokusuman dan Noyokusuman.
Kegiatan tahlilan tahunan ini diharapkan dapat terus menjadi tradisi keluarga untuk menjaga tali silaturahmi agar tetap terjalin erat. Selain dilaksanakan di Surakarta, pertemuan keluarga juga kerap digelar secara bergantian, seperti di kediaman Janter Suharti di Teras, Boyolali.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, keluarga besar tetap bisa berkumpul dan menjaga kebersamaan agar tidak terputus,” ujar salah satu anggota keluarga.
Acara berlangsung lancar, penuh kekeluargaan, dan menjadi pengingat pentingnya menjaga hubungan antaranggota keluarga lintas generasi.
Reporter: Janter RS/Suharti
- Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa
- Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan
- Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi
- SMP BK Kaliboto Mojogedang Berdiri di Atas Tanah Kas Desa, Disorot karena Diduga Terima Bantuan Rp1,4 Miliar Lebih
- HUT Ke-2 DePA-RI, Luthfi Yazid Serukan Advokat Bersatu Kawal UU Advokat Baru dan Keadilan
-
Rp 200 Juta untuk Tiga Lumbung, Diduga Fiktif: LAPAAN RI Soroti Dugaan Penyimpangan Dana Desa -
Jangan Biarkan SPPG Menjadi Alat Kepentingan: Ketika Profesionalisme Kalah oleh Kedekatan -
Irigasi Wukirsawit Disorot, Aktivis: Jangan Sampai Anggaran Besar Berujung Pekerjaan Asal Jadi -
SMP BK Kaliboto Mojogedang Berdiri di Atas Tanah Kas Desa, Disorot karena Diduga Terima Bantuan Rp1,4 Miliar Lebih -
HUT Ke-2 DePA-RI, Luthfi Yazid Serukan Advokat Bersatu Kawal UU Advokat Baru dan Keadilan

